Kawasaki Ninja 150 Jogja : Reborn Edisi 3 Obsesi 7,2 Detik

Kawasaki Ninja 150 Jogja

Kawasaki Ninja 150 Jogja

INI TERMASUK Ninja 150 cc produk yang ke 3 di perhelatan sport 2 tak 150 cc rangka standar. Edisi pertama muncul sejak 07 hingga 2012, edisi ke 2 jawara di 2012 hingga 2016 dan sekarang adalah edisi produk yang ketiga.


Tantangannya memang ngeri, sebab best time wajib tembus 7,2 detik - 7,3 detik. Jadi setara dengan catatan waktu sport 2 tak 155 tune up. Tapi, lagi-lagi kedigdayaan tuner tetap diadu sebagai pembuktian kalau option part kompetisi bisa ditaklukan dengan bor tune dan final seting yang komprehensif.

H. Kusmianto yang akrab disapa H. Ciplek termasuk tuner pertama yang meramaikan perhelatan sport 2 tak 150 cc rangka standar, kini merasa tertantang lagi untuk membekukan best time 7,2 detik. "Kita cuman mengimbangi dan meramaikan saja, silahkan bikin sekencang-kencangnya pasti kita tandingi, untuk menghidupkan kompetisi sport 2 tak 150 cc rangka standar, "semangat H. Ciplek.




Malahan korekan sport 2 tak 150 cc rangka standar yang terbaru kali ini, murni bukan turunan dari mesin edisi ke dua. Sebab, di korekan Sport 2 tak 150 cc rangka standar edisi 3, kita juga ingin menghemat maintenance. Impact pemakaian gigi persneling bergaya matic yang biasa diaplikasi rider karapan. Pertimbangan itu, persneling matic di edisi 3 ini hanya dirancang cuman di gigi 4 dan 5.

"Matic di saat gigi 4 dan 5, RPM dan efek hentakannya tak sebengis saat gigi 2 dan 3, sehingga minim memicu problem, "kompak Slodron dan Jiren pitcrewnya. Urusan performa mesin, karbu aplikasi Keihin 26 mm, jadi ingat ya ini regulasi Jogja sport 2 tak 150 cc rangka standar karbu wajib standar.

Karbunya dipilih dengan kode G647 BDIN. Ingat setiap kode karbu, bawaaj desain skep dan jarumnya juga beda. Memang sifatnya sepele, tapi setiap kode karbu juga membedakan kurva peningkatan power. Kalau yang kode ini, kurvanya smooth, bawaan saat start mudah. "Pertimbangan ini tinggi lubang transfer cuman saya naikkan 0,9 mm, "terang H. Ciplek yang meneruskan dengan daun membran KX 85 dan CDI RC 100.

Terpenting karakter power mesin gasingan bawahnya jinak. Bawaan power band tak perlu sampai puncak, seting speed lebih optimal dikejar di gigi 4, 5 dan 6. Sebab, tipikal korekan yang sekarang desain lubang buangnya lebih lebar kontur oval.

Nilai hambatan sirkulasi gas buang saja yang sengaja dipersempit, agar HP dan torsi produktif lebih dapat di gasingan atas. Berikut diolah knalpot Python yang berevolusi dengan stringer dan mufler panjang. Oh ya rencana rider dipercayakan pemula potensial, jadi tak lagi rider kawak sebagai pembuktiannya. l pid

SPESIFIKASI
Membran : KX 85 KARBU : Keihin 26 mm KNALPOT : C-Squad CDI : RC 100 FINAL GEAR : 14-39


  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK