YAMAHA F1Z R : Boyesen dan Kalajengking AHM Dongkrak Akselerasi

YAMAHA F1Z R

YAMAHA F1Z R

BUDI HARIYANTO ridernya masih 19 tahun level pemula, infonya tampil di kelas underbone pingin improve bermanuver lebih kencang dari motor kelas pemula. Pakai F1Z R underbone 125 cc tune up open, nyali diumpan lebih berani. Latebraking jadi makin berani, begitu juga saat menusuk fast corner dapatnya lebih rebah, termasuk rolling speed di u - turn tak bisa patah-patah.


Paham speednya yang liar, maka setiap latihan skill, kita juga persiapkan sport 150 cc. Performa power mesin besar berbanding wheel base yang lebih panjang, rider jadi mudah berinovasi mempersiapkan racing line. "Dan improve seperti ini yang mesti dibangun rider," tegas H. Yudi.

Sedang konsep korekan kali ini mengusung piston 3YR berdiameter 54,5 mm. Alhasil, kapasitas mesin sukses dikail hingga 121,24 cc. Ini jelinya Budi, prosesi colter silinder dimulai dari tinggi porting standar. Jadi, bukan blok silinder bekas portingan yang kemudian di colter hingga 54,5 mm. Dengan aplikasi metodhe ini, akurasi tinggi lubang transfer yang dinaikkan 1,4 mm jadi matching dengan posisi TMA - TMB piston.



Demikian lubang buang yang tinggi dari bibir silinder 26 mm, akurasinya masih matching dengan TMA - TMB piston. Konsep korekan blok silinder demikian jadi kategori level bawah menengah, sesuai dengan tipikal pasar senggol Kaltim.

Itu pula yang merujuk pada pemakaian bearing as kruk jenis kompetisi produk FAG. Dengan demikian, kompresi primer turut disempurnakan, lewat membobok rata 2,5 mm permukaan crankcase dengan lem fahrenheit. Bias suplai gas segar yang dibilas di crankcase jadi maksimal menstabilkan suhu poros as kruk dan bearing. Selain itu, gas segar yang dibilas makin singkat dihantar ke lubang transfer dan singkat dikonversi ke siklus pembakaran.

Pada point ini, Budi percayakan pada Keihin PWK Sudco 28 mm dan diseting dengan main jet 135 dan pilot jet 38. Dipadu adaptor membran Daytona yang dijejali reed valve Boyesen Honda NS 80 yang spesial diimport dari USA. Memang beda, cukup responsif menunjang mekanis karbu. Jadi makin bengis, ketika dipadu pengapian assy YZ 125 4SS.

Saking bengisnya performa mesin, perbandingan kompresi diplot di 7,4 : 1, untuk meredam agar tak mudah over power. Diteruskan racikan gigi rasio 1(30-14), 2(26-18) dan 4(22-20). "Konversi speed dari racikan gigi rasio ini juga makin produktif saat dipadu knalpot Kalajengking produk AHM , berkontur perut ramping dengan leher landai dan stinger menukik keatas, "urai Budi yang menyempurnakan dengan final gear 13-42.

SPEK KOREKAN :
KARBU : PWK Sudco 28 mm, MEMBRAN : Boyesen USA, KNALPOT : Kalajengking AHM, PENGAPIAN : YZ 125 4SS, GIGI RASIO : 1(30-14), 2(26-18) dan 4(22-20), FINAL GEAR : 13-42.


  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK