Akui Kalah 0,4 Detik Per Lap, Suzuki Siapkan Ride-Height System Di Austria

ALEX RINS DAN JOAN MIR. Masih belum raih kemenangan musim ini.

Saat ini, Suzuki menjadi satu-satunya tim yang belum menjejalkan fitur rear ride-height system di motor GSV-R geberan pembalap andalannya. Padahal, tim-tim lain sudah memakai teknologi ini, bahkan sejak awal musim. Perangkat ini, cukup membantu mengurangi wheeli saat akselerasi keras ketiga keluar tikungan.



Meskipun secara performa, baik Alex Rins ataupun Joan Mir tampil apik musim ini, yang mana mereka sudah menorehkan tiga kali podium. Bahkan, Joan Mir berada di posisi empat klasemen, tertinggal 55 poin dari Fabio Quantararo (Monster Energy Yamaha Team). Tetapi, jika ditilik set pace rata-rata pembalap ini di beberapa sirkuit, keduanya mengakui kalah cepat ber-akselerasi dari pembalap yang sudah menggunakan perangkat tersebut.

 

 

RINS. Sudah DNF empat kali beruntun.



"Suzuki sudah mengkalkulasi dan meneliti di setiap sirkuit. Memang, tidak semua sirkuit kami tertinggal. Misalnya, di Sachsenring motor kami terlambat sekitar 0,4 detikan per lap. Di Assen, kami perkiraan terlambat 0,3 detik. Tetapi di lintasan cepat seperti Qatar, kami jelas-jelas tertinggal 0,3 atau 0,4 detik di lintasan lurusnya. Jadi, akan sulit membuka peluang menyalip," aku Alex Rins.



Suzuki sendiri sebenarnya sudah berusaha menjawab kebutuhan duo jokinya dengan menyiapkan perangkat tersebut. Namun, masih belum siap dan lagi digodok risetnya di markas Hamamatsu. "Saya sudah cukup lama menanyakan apakah perangkat itu ready, dan sepertinya baru akan siap di race kedua Austria," ucap Rins.



Itu pun, akan dicoba lebih dulu oleh test rider Takuya Tsuda di Jepang, atau ditest langsung di sirkuit Eropa oleh test rider Suzuki lainnnya, Sylvain Guintoli.

 




naskah/foto ; punk/motogp