Petrucci Bermimpi Ulang Kemenangan Musim 2019 Lalu, Tapi Akselerasi & Power KTM Jadi Kelemahan

DANILO PETRUCCI. Salah satu penggeber RC16 bersama tim Tech3 KTM.

Menjadi salah satu trek cepat dengan straight yang lumayan panjang, Mugello adalah tempat yang paling cocok untuk memacu kuda besi MotoGP hingga mentok. Bisa dibilang, Ducati yang unggul dari sisi power punya keuntungan di sini.



Flashback dua tahun lalu, Danilo Petrucci yang masih memacu Ducati di tim pabrikan mampu memenangi race Mugello, meskipun bertarung sengit dengan Andrea Dovizioso (Ducati), Marc Marquez (Honda), dan Alex Rins (Suzuki) hingga lap terakhir.



Nah, setelah menggapai finish terbaik musim ini di posisi lima saat MotoGP Perancis lalu, Danilo Petrucci juga berangan-angan bisa mengulang kemenangan di Mugello 2019 saat masih bersama Ducati. Apalagi, sirkuit ini juga merupakan kandangnya, karena dia seorang Italiano.



"Saya sangat senang sekali bisa kembali berlaga di Mugello, karena ini adalah salah satu sirkuit favorit saya. Terakhir kali turun di sini, saya menang. Sayangnya tahun lalu GP Italia batal sehingga saya sudah cukup lama tidak membalap di Mugello. Karena saya sangat suka dan paham dengan karakter sirkuit ini, rasanya bisa membantu menaikkan performa motor lagi," ucap Petrucci, yang juga meraih podium di Mugello saat membela Pramac Ducati tahun 2017.

 

 

PETRUCCI. Pernah menang di Mugello bersama Ducati, mengaku akselerasi jadi kesulitan KTM tahun ini.



Namun, Petrucci mengakui jika salah satu kelemahan KTM RC16 yang digebernya tahun ini ada di sisi akselerasi dan power. Tentu saja, kalah jauh dibandingkan Ducati, apalagi di straight atau lintasan lurus.



"Memang, ini jauh lebih sulit ketimbang LeMans, karena trek lurusnya lebih panjang, dan ini butuh akselerasi. Ini yang jadi sedikit kelemahan KTM tahun ini. Meski berat, tapi saya sudah tidak sabar untuk berlomba lagi di Mugello," ucapnya.



Hingga seri ke-5 di LeMans kemarin, Petrucci memang belum mengemas hasil yang konsisten. Di seri pembuka Qatar, crash di lap awal. Lanjut di Qatar 2, hanya finish posisi 19.  Di seri ketiga Portimao, barulah Petrucci mengemas poin perdana dengan finish posisi 13, dan berlanjut dengan raihan dua poin di Jerez. Finish posisi lima di LeMans, menjadi hasil terbaiknya tahun ini, sehingga dia bisa nangkring di posisi 16 klasemen dengan total 16 poin.

 




naskah/foto : @jepunk_ototrend/motogp