Preview MotoGP LeMans : Menunggu Joki Perancis Menang di Kandang

DUA PEMBALAP ASAL PERANCIS, QUANTARARO (MONSTER YAMAHA) & ZARCO (PRAMAC RACING). Berada di bawah bayang-bayang joki tim pabrikan Ducati, Miller & Bagnaia.

Ketika sudah mengemas dua kali kemenangan, Fabio Quantararo sepertinya akan dengan mudah menuntaskan strike-win dengan leading cukup jauh kala MotoGP Spanyol. Namun, situasinya berubah drastis di pertengahan lomba saat dia mengalami masalah dengan lengannya, yang kemudian membawanya mundur teratur.



Quantararo pun gagal mengulang podium, sebaliknya pasukan Ducati berkibar lewat finish 1-2 di tangan Jack Miller dan Bagnaia. Yang menarik, finish 1-2 Ducati ini sudah lama tidak terjadi lagi, setelah terakhir mereka melakukannya era 2018. Lebih spesial, finish 1-2 Ducati ini tidak dilakukan di sirkuit yang notabene cocok bagi Ducati, seperti Red Bull Ring, Motegi atau Qatar, tetapi sirkuit Jerez yang justru lebih cocok untuk Yamaha atau Honda.



Nah, weekend ini, LeMans menjadi seri lanjutan perang kecepatan joki-joki premier class yang mana ada dua pembalap tuan rumah yang berlaga di sana, yakni Fabio Quantararo (Monster Energy Yamaha) dan Johann Zarco (Pramac Racing). Bagaimana peluang keduanya?



Secara statistik, Yamaha punya rekor bagus di LeMans, meskipun Ducati juga selalu mengais podium terbaiknya. Bahkan di musim 2019 lalu, joki-joki  Ducati sanggup menguasai 5 besar, yakni finish posisi kedua, tiga dan empat, di belakang Marc Marquez. Tahun lalu, Ducat bahkan bikin kejutan, lewat tangan Danilo Petrucci yang mampu menang. Dengan progress menanjak Ducati di seri sebelumnya, paling tidak ada tiga rider Ducati yang punya peluang mendobrak kemenangan di LeMans, Miller, Bagnaia dan Zarco, yang mana ketiganya sudah bisa mencicipi podium tahun ini.

 

 

FABIO QUANTARARO & ZARCO. Performanya diragukan selepas operasi arm pump, sementara Zarco sangat termotivasi menang di LeMans.



Bagi Zarco, inilah penampilan ke-13 di LeMans selama karirnya, dengan hasil terbaiknya adalah finish posisi dua tahun 2017. Musim lalu, Zarco masih mampu finish posisi lima besar, setelah di kualifikasi ada di grid sembilan.  2020 juga menjadi musim terbaik Ducati di LeMans, karena ada lima pembalap Ducati yang finish 10 besar.



"Meraih beberapa poin di Jerez sudah cukup bagi saya, tetapi dengan potensi besar Ducati, yang akhirnya membuat Jack menang dan Pecco finish kedua, lalu Pecco juga unggul di klasemen, rasanya motivasi saya untuk meraih hasil bagus di LeMans kian meninggi. Sirkuit ini sangat cocok bagi Ducati, mungkin lebih baik dibandingkan Jerez," yakin Zarco.



Sebaliknya, Quantararo sangat tergantung dengan pemulihan kondisi lengannya setelah operasi arm pump. Jika fisiknya kembali, bukan tidak mungkin bisa mengulang dua kemenangan di awal musim. Tahun lalu, Quantararo sanggup menguasai pole position, sekaligus membukukan pole position untuk kali ketiga 2020, tetapi akhirnya hanya finish posisi lima, setelah selepas start melorot ke posisi 11.



Yang jadi tanda tanya, akankah LeMans terjadi perubahan cuaca seperti tahun lalu, yang kemudian berujung flag-to-flag race, yang memaksa pembalap berganti motor? "Kalo terjadi flag-to-flag race, itu yang sedikit rumit karena lintasan kering beralih ke basah atau sebaliknya. Apalagi, untuk masuk ke pitlane di LeMans sedikit sempit dan ini jadi taruhan besar dengan pilihan ban nantinya," tutup Zarco.




naskah : @jepunk_ototrend
foto : motogp