Jika MotoGP Tetap Digelar, Begini Situasinya

Di tengah ketidakpastian kompetisi balap 2020 akibat pandemik Covid-19, Dorna sebagai penyelenggara tetap berencana menggeber lomba motor paling wahid itu.

 

Meskipun ada beberapa seri yang ditunda dan dibatalkan, Dorna sudah menyiapkan skenario tertentu, termasuk gelaran tanpa penonton dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Bagaimana situasinya nanti?




Meskipun balapan tanpa penonton, area paddock tetap menjadi sentral berkerumunnya orang. Karena itulah, Dorna bakal menerapkan aturan ketat. Paling utama, pembatasan jumlah orang di paddock setiap weekend lomba hanya 1600 orang saja. Itu sudah termasuk member tim, mekanik, suplier dan perangkat lomba hingga pemasok jasa lain. Rinciannya, total orang di tim balap dan perusahaan jasa  860 orang, staf dan pemasok Dorna 250 orang, media maksimal 40 orang, serta manajemen sirkuit dan marshal 450 orang.


Di dalam tim sendiri dibatasi cukup signifikan. Setiap tim pabrikan hanya boleh membawa 45 orang, baik pembalap, mekanik, ataupun tamu. Sedangkan tim Moto2 dan Moto3 maksimal hanya 12 orang.

 


Pastinya, protokol kesehatan diseting ketat. Empat hari sebelum datang ke sirkuit, setiap orang harus dites Covid-19. Seminggu kemudian, tim medis MotoGP akan kembali melakukan tes. Selain itu, Dorna juga akan menggunakan aplikasi untuk merekam semua hasil tes untuk virus, suhu tubuh tiap harinya, atau gejala-gejala yang dialami tiap orang.

 



Sebagai pencegahan, pengecekan suhu tubuh akan dilakukan untuk setiap orang yang akan masuk paddock. Untuk menjaga personil di paddock, tiap tim tidak akan menyediakan hospitality. Protokol social distancing juga diterapkan saat pembalap briefing dan tidak berbicara satu sama lain dengan bertatap muka. Masker wajah wajib digunakan, begitu pula demgan peraturan kebersihan yang ada.

 



naskah/foto : punk