PREVIEW MOTOGP MISANO : Ini Prediksi Juaranya !

SIAPA JUARA MISANO 2018 : Ini Prediksi Juaranya !

Siapa yang kira-kira kampiun di sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli?
Sirkuit Misano, dianggap kandang bagi rider-rider Italiano karena letaknya yang cukup dekat dengan Italia. Pun, banyak rider-rider MotoGP yang tinggal di sana, mengingat sirkuit ini cukup dekat dengan kota Rimini. Valentino Rossi pun, mengganggap Misano adalah sirkuit kandang, jadi seperti spirit plus untuk meraih hasil terbaik.


Namun, Misano adalah trek terbuka bagi siapapun untuk menang.  Tiada rider yang dominan di sirkuit sepanjang 4200 meter ini.
Secara track-record,  Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi adalah dua pembalap yang paling banyak menang di Misano, sejak sirkuit ini dipakai lagi di GP Modern.  Masing-masing membukukan tiga kali menang, disusul oleh Marquez sebanyak dua kali.



Dari catatan kualifikasi pun, Lorenzo adalah biang tercepat di Misano, merebut paling tidak tiga kali pole dan dilakukan secara beruntun sejak 2014-2016. Dari data ini, bisa dibilang Misano adalah trek yang sangat cocok dengan Yamaha, karena jumlah kemenangan rider-rider garputala cukup banyak di sini.



Sepanjang dua kali penyelenggaraan GP San Marino terakhir, pasukan oranye alias rider-rider Repsol Honda yang justru memenangi lomba. 2016, Lorenzo yang masih berpanji Yamaha memang meraih pole-position, tetapi juara bisa direbut Dani Pedrosa, disusul Rossi dan Lorenzo.



Giliran musim lalu, Maverick Vinales yang baru kali pertama hijrah ke Yamaha yang mampu menempati start paling depan, namun justru Marc Marquez yang mendulang tahta tertinggi, disusul Danilo Petrucci (Ducati) di posisi runner up dan Andrea Dovizioso menutup podium ketiga. Jadi, sejak Misano dipakai MotoGP modern tahun 2007, Yamaha mengoleksi enam kemenangan, Honda empat kemenangan, dan satu kemenangan oleh Ducati. Itu pun oleh Casey Stoner di era 2007.


Nah, menyusul kian moncernya performa rider Ducati, terutama Jorge Lorenzo, apakah trend mereka berulang lagi di Misano. Di Silverstone, mereka punya kans bagus, karena bisa menguasai starting grid depan. Lorenzo bahkan pole sitter, mengulang epic Catalunya ketika juga menang dari pole-position. Sayang, race batal sehingga rekor dua kemenangan beruntun tidak bisa berlanjut. 



Lorenzo sendiri sudah mengemas tiga kemenangan bagi Ducati, dan ini menyamai performa tandemnya dan Stoner ketika masih bersama Ducati.  "Sekarang, motor Ducati sama enaknya seperti Yamaha, jadi feeling saya semakin bagus," ujarnya.


Ketika uji coba tengah musim di Misano awal bulan lalu, Lorenzo juga menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 31,9 detik, menyamai rekor lapnya sendiri ketika masih bernaung di Yamaha 2016.



Nggak heran, #99 begitu optimis menyongsong GP San Marino. " Saya merasa lebih baik dengan motor. Pengalamanku juga bisa membuat motor dipacu sampai limit. Lap time juga kian cepat, baik dengan ban bekas pakai atau ban baru. Jadi, akan menarik nantinya, karena kami punya basis yang bagus untuk race," tutupnya.

naskah & foto : by team