Honda Tidak Ikut Kejurnas Sport 250, Ini Kritik Konstruktif Bambang Gunardi…

KEJURNAS SPORT 250 CC. Dominasi  pasukan Yamaha karena memang tin Honda memilih absenMungkin sudah banyak berita ataupun cerita yang menyebar jika tim Honda menarik diri alias tidak ambil bagian dalam Kejurnas Sport 250 cc dalam pagelaram IRS 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan ini (18-19 Maret). Memang patut disayangkan, namun inilah sebuah keputusan manajemen yang pastinya punya pertimbangan logis. Maksudnya logis menurut pihak pengambil keputusan. Selebihnya silahkan logika sendiri.


{jathumbnail off}
BAMBANG GUNARDI. Logikanya yang  ikut barusan seharusnya menghormati yang sudah lamaKonteks ketidakikutsertaan Honda ini yang coba penulis gali lebih dalam kepada Bambang Gunardi, komandan Indospeed Motorsport selaku promotor penyelenggara IRS 2017 yang diklaim sudah berjalan selama 7 tahun dan memang konsisten mengembangkan balap sport di tanah air. Pak Bamang Gunardi ini pemain senior dunia balap tanah air dan kerap menjadi juri di level balap MotoGP.

“Soal tidak ikutnya Honda di Kejurnas Sport 250 cc, memang patut disayangkan. Honda memang ingin regulasi standar pabrik seperti di balap Asia. Menurut ilustrasi saya, idealnya yang baru datang  menghormati yang sudah datang lebih dahulu. Yamaha sudah bermain 2 tahun dan kita juga mengakomodir masukan Honda dengan piston dan magnet standar pabrik, “terang Bambang Gundardi saat dihubungi langsung penulis.

“Kenapa tidak mencoba bertarung dulu ? Kenapa takut ? Balapan itu suatu proses dan sebuah tantangan. Soal Honda ini, memang betul saya butuh sponsor mereka, tapi kita juga punya harga diri dan tidak mau ditekan. Kita harus menangkap aspirasi semua yang terlibat, “tambah Bambang Gunardi. Lebih lanjut, ada pula sebuah ilustrasi lagi dari penulis. Paling tidak, hal demikian memperjelas fenomena ini.

Minggu lalu, tepatnya pada Sabtu malam (11 Maret), ada dua mekanik yang bersamaan melakukan dyno-test di padepokan Creampie Jogjakarta, yaitu Mlethiz MBKW2 dan Gendut GDT Racing. Jadi bersamaan ya. Kalau naik ke mesin dynonya pasti bergantian. Mereka mendyno YZF-R25 dan CBR250RR. Intinya, memang ada perbedaan signifikan sehubungan horse power (HP).

YZF-R25 sementara ini unggul sekitar 4-6 HP dari Honda CBR250RR. Itupun bisa lebih jika dibanding keluaran tenaga R25 Syahrul Amin yang disebut Gendut GDT lebih tinggi. Sampai saat ini, Honda CBR250RR memang tenkendala part racing pendukung, belum lagi urusan riset kompresi dan sebagainya.

“ECUnya memang belum ada, mas. Padahal sangat penting, “tukas Mlethiz MBKW2 saat bertemu penulis dalam momen pengukuran dyno tersebut. Merujuk pada kenyataan tersebut diatas, diprediksi kuat, perfoma Honda CBR250 RR belum mampu bersaing dengan Yamaha YZF-R25. Dan memang regulasi Kejurnas Sport 250 di Indonesia justru stratanya jauh lebih tinggi dibanding Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017) yang notabene dominan standar pabrik. | ogy