Perang Bintang di Matapanah Cup Race Seri IV - Malang, Penyelenggara Happy, Pebalap Full Senyum

JAWARA BEBEK 4 TAK. Racer jatim jateng full senyum

Sepanjang weekend race, persaingan di seri IV Matapanah Cup Race 2023 yang berlangsung di sirkuit non permanen Kanjuruhan Malang ini memang berjalan super ketat.

 

Apalagi, penyelenggara membuka kategori balap yang bejibun, hingga 30 kelas baik untuk bebek 2 tak, 4 tak dari ragam kapasitas 125cc, 130cc dan 150cc, matic standar dan tune up hingga Supermoto dan MiniGP.

 

Di kelas matic 130cc yang disemuti 16 starter nampak persaingan racer Rekxy Kepo dan Aam Haries dari team Rizky Trans Britama Niswan Migas beradu skill. Melakoni 8 lap, racer Magetan sukses menjadi yang tercepat disusul Aam Haris asal Lamongan.

 

"Prepare piston pake 55 mm dan karbu PWK 28 berikut roller dipasang 40 gram," sahut Kemin, tuner Britama Racing asal Tulungagung.

 

TEAM BRITAMA Konsisten berpartisipasi di event balap bergengsiTEAM BRITAMA Konsisten berpartisipasi di event balap bergengsi,

 

Sedangkan di kelas bebek 4 tak 130cc Mix raider yang disemuti 24 starter seakan balap Matapanah Cup Race serasa Kejurnas. Sebut saja Sakti Andre, Sulung Giwa asal Tulungagung, Andreas Lukito asal Sragen dan Aqsal Ilham asal Kudus sukses menyabet jawara. Sedangkan andalan arek Suroboyo, Aldan dari team TJ Spped sukses menyabet juara 5.

 

"Kuncinya stamina dan fokus saja karena 10 lap di sirkuit rolling speed butuh tahan gak perlu ngoyo," ujar Aldan yang bangga dengan Jupiter korekan sang ayah yang dipersenjatai Karbu PWK 28 dijejali main jet 112 dan pilot 60.

 

KELAS BEBEK 4 TAK 150CC. Perang bintang racer NasionalKELAS BEBEK 4 TAK 150CC. Perang bintang racer Nasional.

 

Di kelas bergengsi bebek 4 tak 150cc yang dihuni 15 starter nampak kompetitif. Sebut saja Rafid Topan, Faisal Sidoel, Kiki Aranxa, Sulung Giwa, Aam Haris, Archy dan Sakti Andre berjibaku selama 15 lap. Namun ketangguhan dan skill Faisal Sidoel, Kiki Aranxa dan Sulung Giwa sukses menjadi yang tercepat.

 

"Kebetulan piston 56 mm diguyur avgas oleh injector XMax dan disuplai ECCU Aracer Super 2 gen," ungkap Zulfikar, tuner ABK Racing Wonogiri Jawa Tengah tunggangan Sulung Giwa.

 

Kian unik di kelas MiniGP, beberapa pembalap "bocah" seakan bernaluri petarung yang siap mengisi bibit muda pembalap Jatim. Sebut saja Reyhan Rizky yang sempat jatuh bangun akibat suhu panas dan panjangnya trek namun racer yang duduk dikelas 5 SD kembali bangkit dan finish diurutan ke lima. "Mungkin kurang fokus karena kepanasan," tutur putra Arya yang masih bersekolah di SDN Payaman Nganjuk.

 

RACER CILIK UNJUK GIGI. Reyhan Rizky. jatuh bangun di kelas MiniGPRACER CILIK UNJUK GIGI. Reyhan Rizky. jatuh bangun di kelas MiniGP.

 

Kian seru dikelas Supermoto yang disemuti 52 starter, duel motor berspesifikasi balap tersaji antara Juni AS mantan jawara balap tahun 2007 dan Agus Thole Rabbani Racing. Bermodal Honda CRF 250 CC tahun 2014 yang di modifikasi di bagian sasis dan kaki-kaki mampu melawan Husqvarna 2021 tunggangan Agus Thole Rabbani.

 

"Ubahan sasis Honda CRF 250 menjadi lebih pendek dan restorasi sokbreker depan belakang karya JC suspension mampu melesat lebih cepat berkat pengapian Vortex" motor lama yang baru dihidupkan khusus laga MCR Malang," ujar Juni AS, racer team V818 Trans JAS13.

 

KELAS SUPERMOTO. Duel joki Huqvarna dan HondaKELAS SUPERMOTO. Duel joki Huqvarna dan Honda.

 

Sedangkan racer tuan rumah harus puas di urutan kedua setelah motor Husqvarna besutan Agus Thole team Rabbani Racing berspesifikasi Supermoto bawaan pabrikan disupport dengan ubahan ECCU vortex dan knalpot Norifumi.

 

Overall, penyelenggaraan seri IV Matapanah Cup Race di Malang kali berjalan sukses, jika melihat animo para racer dan tim yang berlaga. Pastinya, banyak tropi dan bonus yang juga diberikan kepada para jawara, mekanik hingga tim, sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan prestasi yang ditunjukkan.

 

RUDI SUBAGYO DARI MCR. Sajikan event balap motor berkualitas dan konsistenRUDI SUBAGYO DARI MCR. Sajikan event balap motor berkualitas dan konsisten.

 

"Terima kasih kepada para pebalap, tim, mekanik, media dan sponsor pendukung yang telah berpartisipasi di event MCR Malang, dan pastinya kita tetap berusaha menyajikan kompetisi balap motor yang berkualitas, dan konsisten, sekaligus juga memberi wadah balap motor agar lebih maju. Sampai ketemu di event berikutnya," tutup Rudi dari Matapanah.

 

 

naskah/foto : chand

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER