Adi Affandi Big Boss Shaputra Racing Team, Sumenep, Comeback ! EVALUASI FORMASI TIM 2019 & 2020 GO NASIONAL

 

Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep. Tarjet 2020 kembali eksis di karapan level nasional.

 

 

Tim yang yang memiliki basecamp di Perum Pondok Indah J-16, BTN, Sumenep kembali tampil berlaga di karapan 201 meter. Formasi tim juga baru, sekarang diback up rider tunggal Adit Coco, turun di kelas sport 2 tak 155 cc rangka standar, Bebek 4 tak 155 cc rangka standar, bebek 4 tak 130 cc tune up dan matic 200 cc.

 

 

 

Adi Affandi owner tim makin selektif, sehubungan maping rider yang akan diplot sebagai rider inti. Faktor kebetulan Adit Coco dekat dengan tuner Aris Wijaya, Wates, Kediri yang sekarang dijadkan rujukan Adi. Kebutuhan faktor seting dan proses revisi korekan, lebih mudah direalisasi.

 

Ketika direview, Adit dan Aris terbilang sudah lama menjalin kerjasama, komunikasi terkait memberi input prkembangan performa mesin, jauh lebih baik. “Jadi, di tengah musim kompetisi 2019 ini, bisa kita sebut sebagai persiapan menghadapai even bergengsi di 2020, untuk kembali eksis di jagad drag bike nasional, ”tegas Agus Hambali Manager Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep.

 

Misinya, tetap laga di kompetisi selevel IDC, dengan estimasi turun di kelas bebek 4 tak 130 cc tune up, matic 200 cc tune up, bebek 4 tak 200 cc tune up mesin tegak, sport 2 tak 155 cc rangka standar, sport 2 tak 155 cc tune up dan FFA. “Tak menutup kemungkinan, untuk kejuaraan drag bike 2020 di seputaran Jatim, akan kita pakai Shanti, ”beber Agus.  

 

Agus juga memiliki obsesi untuk mengembangkan potensi SDM lokal, agar lebih kompetitif. Pada point ini, Donal salah satu nama putra Sumenep yang sejak 2017 silam menimba ilmu mengorek mesin di Hendriansyah, Jogja, dipercaya dijadikan mentor.

 

Bedanya, Donal di workshop Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep, tugasnya menjadi instruktur soal tekhnis mesin otomotif umum dan racing. Saat ini lagi intens, mengajari dan transfer ilmu ke internal squad Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep.

 

Adi Afandi big boss Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep. Misi tambahan angkat konten lokal Sumenep, khususnya remaja milenial agar mandiri dan brilian menghadapi pesatnya perkembangan otomotif.

 

 

Dalam konteks ini, Adi juga menarjetkan SDM Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep bisa makin brilian dan mandiri, dalam menyambut perkembangan trend otomotif milenial seperti saat ini, termasuk era injeksi.

   

Planing kedepanya dikaji berkesinambungan, seperti membuka gerai atau distro racing menjual apparel, t-shirt, jersey, topi, bandana sampai kebutuhan yang mencakup life syle tim-tim racing. Selain itu, juga buka jasa cuci motor, cuci helm dan cuci mobil.

 

Selebihnya, juga akan kita buka speed shop, sebagai sentral option part racing terpadu, untuk melayani kebutuhan racing zona Sumenep. “Kemungkinan tak cuman drag bike saja, jadi motocross, grasstrack, road race sampai harian kita akomodir, ”yakin Agus yang mesti bolak-balik Sumenep – Jogja terkait mengejar ilmu hokum yang dijalaninya saat ini di UIN Sunan Kalijaga, Jogja.

 

Iwan Lody salah satu pemuka otomotif loyal dengan Sumenep angkat bicara. Shaputra cukup bagus dan berani mengarungi perjalanan di dunia racing. Taraf dan dearajat remaja penghobi balap, jadi lebih terarah. Dari sini saja, Shaputra sudah mampu memberi pengaruh positif.

 

Terpenting lagi, mania ke racing-nya tak ada lagi tendensi dan kepentingan, mengalir serba ringan. Optimis akan mampu merubah yang sebelumnya dinilai negative menjadi positif. Ilustrasinya, kalau sebelumnya rajin turun balap liar, akan berganti mengukir ke jalur prestasi.

 

Di kesempatan ini juga, exmud-exmud yang tergabung dalam Shaputra Corporate, juga turut dikenalkan di karapan 201 meter. Bidang dunia usaha jagal sapi ada Faris, kontruksi bangunan dan perencanaan dipegang Donson Royadi, seksi pertanian hortikultura cabe rawit ditangani Herman Filani, soal bisnis perburungan dikelola oleh Hilman. “Kita sengaja membawanya, melihat langsung dunia karapan 201 meter, untuk bisa mengevaluasi bersama menuju eksis 2020, ”urai Adi.

 

Exmud-exmud Shaputra Corporate, Sumenep. Bahu membahu & bersama mengevaluasi Shaputra Comeback Racing Team, Sumenep menuju eksis di 2020.

 

 

Iwan Lody salah satu pemuka otomotif loyal dengan Sumenep angkat bicara, dengan comeback-nya Adi Affandi. Shaputra cukup bagus dan berani mengarungi perjalanan di dunia racing. Taraf dan dearajat remaja penghobi balap, jadi lebih terarah. Dari sini saja, Shaputra sudah mampu memberi pengaruh positif.

 

Terpenting lagi, simpati, perhatian, hobi racing-nya tak ada lagi tendensi dan kepentingan, mengalir serba ringan. Optimis akan mampu merubah yang sebelumnya dinilai negatif menjadi positif. Ilustrasinya, kalau sebelumnya rajin turun balap liar, akan berganti mengukir ke jalur prestasi.

 

Dan saat dikonfirmasi sehubungan tanggapan even drag bike di Lingkar Barat, Sumenep ini, Adi menjelaskan tetap butuh jam terbang, untuk bisa mandiri. Banyak hal yang perlu dipelajari dan disimulasikan agar segala sesuatunya bisa terkontrol rapi. Tapi, saya tetap bangga, bahwa sebenarnya insan otomotif Sumenep juga bisa menggelar sebuah kompetisi yang sensasional.

 

Untuk hubungan kerjasama Induk Motor Sumenep dan Shaputra, tetap kita jaga agar bisa saling melengkapi dan harmonis. Sebagai upaya pencapaian tujuan, untuk mengangkat konten lokal Sumenep, sekaligus mensukseskan Visit Sumenep 2019. “Sekali lagi, saya bangga dengan even drag bike ini, tim privater juga tumbuh kembang, remaja mulai sadar dan mengerti persepsi dari sebuah prestasi, ”bangga Adi.     pid