DIVA ISMAYANA BALI MX SOWAN KE PENGEMARNYA DI SURABAYA & SUPORT M. DANI ANAK DIDIKNYA

 

Aksi Diva Ismayana Crosser dunia tim Bali MX. Saat menyambangi penggemarnya di sirkuit Sukarmed, Bumi Marinir, Karang Pilang, Surabaya.

 

Ada yang berbeda pada even spektakuler Grasstrack & Motocross Menbanpur 2 Mar Cup 2019, Bumi Marinir, Karang Pilang, Surabaya, pekan silam. Sebab, crosser peringkat atas dunia kelas MX2 hadir ikut berlaga disini. Adalah Diva Ismayana crosser belia potensial asal Bali, yang sempat menjadi runner up saat laga di MX Openchampionship, Qatar beberapa bulan silam.

 

 

 

H. Urip juragan ayam asal Menganti, Gresik yang identik dengan nama Two Broiler Racing Team, kala aktif laga di drag race, yang sengaja mendatangkan tim Bali MX yang dikelola oleh Vicky. “Hanya sebatas menanggapi request mania motocross Jatim, yang penasaran dan mengidolakan aksi Diva, sekarang bisa langsung melihatnya, ”urai H. Urip.

 

Diva saat fight dengan Nanda Rigi & Andre Sondak di kelas MX2 Open. Suasana sirkuit Sukarmed jadi lebih hidup & meriah.

 


Termasuk perseteruan Andre Sondakh, Nanda Rigi dengan Diva di kelas MX2 Open, mampu menghidupkan suasana sirkuit Sukarmed, Bumi Marinir, Karang Pilang. Ketiganya saling mengunci racing line dan bermain di rentang RPM sama tingginya.

 

Saat laga di sirkuit Sukarmed, Bumi Marinir, Karang Pilang, Surabaya, formasi Bali MX, selain Diva Ismayana laga di MX2 Open, Bali MX juga diperkuat Putu Raditya di kelas MX2 Novice dan M. Dhani di kelas 85 cc, serta crosser-crosser didikan Bali MX lainya.

 

Formasi tim Bali MX. Om Vicky, Diva Ismayana, Putu Raditya, M. Dhani & crosser-crosser didikan Bali MX.

 

Dan faktor kebetulan M. Dhani putra H. Urip juga lagi menimba ilmu di Bali MX, terhitung sampai sekarang telah berjalan 3 tahun. Jadi, sekalian menurunkan M. Dhani melawan crosser-crosser unggulan Jatim, di even ini. H. Urip penuh semangat memantau putranya saat berlaga di kelas 85 cc dan urusan di lapangan tetap dihandel oleh Kamerun mentor pit crew Bali MX.

 

M. Dhani tampil sempurna, sesuai dengan hasil training, meskipun laga di trek dengan kondisi vulkanik kering yang lumayan licin. Proses mengumpan RPM dan saat menghajar double jump, sudah sempurna. “Tapi, ingat fase dan jam terbang M. Dhani di 85 cc masih awal, tunggu 1 tahun saya yakin saat dimix dengan crosser 85 cc pro, pasti lebih fight lagi, ”analisis Diva. “Ini tinggal urusan jam terbang saja kok,”optimisnya.

 

M. Dhani. Mulai beradaptasi dengan kuda besi terbarunya KX 85 & racing kit Pro Circuit.

 

Di tahun ini M. Dhani belum genap 4 bulan laga di kelas special engine 85 cc. Pantasnya M. Dhani turun di kelas special engine 85 cc Junior, ketika meninjau aturan yang telah ditetapkan oleh PP IMI. “Tapi, berkaitan dengan pencapaian quota yang terbatas, akhirnya di even ini crosser 85 cc junior dimix dengan 85 cc pro, ”jelas H. Urip.

 

Saya tidak protes dan justru bangga sekali, memang ini yang saya kehendaki. Saya bisa membandingkan pembibitan 85 cc junior dari Bali MX, bisa fight dan saling over take dengan crosser 85 cc pro. Skala prioritas, disini saya ingi menunjukan dan meyakinkan kawahcandradimuka terbaru bagi M. Dhani. Secara level kompetisi sudah naik, tingkat emosi, cara mengambil keputusan, olah fisik, hingga tingkat pressure.

 

Kesempurnaan aksi M. Dhani. Hasil bimbingan intens keluarga besar Bali MX family tim berjiwa besar.

 

Over all, M. Dhani telah siap menghadapinya, apalagi pola training di Bali MX, terbiasa dimix dengan kuda besi 85 cc, 125 cc dan 250 cc. Sarana transfer ilmu lebih terarah dan mengalir lebih mudah. Sekaligus sebagai proses steping adaptasi M. Dhani dengan KX 85 cc kuda besi terbarunya full racing kit Pro Circuit, dengan performa yang lebih bengis. “Disini hebatnya om Vicky, selalu ada metodhe baru yang berusaha ditularkan, terkait up date pola training terbaru, ”puji H. Urip.  

 

Solidnya keluarga besar Bali MX, yang saya bikin bangga, mampu merepresentasikan sebagai tim berjiwa besar, terbuka dan menjunjung tinggi brotherhood antar tim-tim motocross. Bahkan, dengan crosser se-tim, seperti Diva yang namanya sudah mendunia, tetap care dengan M. Dhani dan crosser-crosser didikan Bali MX lainya. Sudah semacam kayak adik kandungnya, jadi ini yang bicara sudah urusan hati ke hati. “Disini saya lebih mendapatkan sebuah family tim yang memang luar biasa dengan Bali MX, ”yakin H. Urip.     pid