PREVIEW - BUPATI CUP DRAG BIKE OPENCHAMPIONSHIP 2019, CARUBAN : TRISULA JOMBANG TEBAR ANCAMAN & FIX DIBUKA KELAS MINI GP - BIG BIKE

 

Bupati Cup Drag Bike Openchampionship 2019, Caruban. Diprediksi peta kekuatan tim drag bike komplit berlaga.

 

 

Kendati bukan ajang supremasi tertinggi level drag bike 201 meter di tanah air, tapi even drag bike yang mengusung titel Bupati Cup Drag Bike Openchampionship 2019, yang akan digelar minggu ini (7/7/2019) dipastikan ramai. Apa pasal ? Nama Jeffry Higam sebagai penyelenggara, cukup sensi membaca perkembangan drag bike di Jatim dan Bali.

 

 

 

Hebatnya pemegang account iG jeffryhigam itu, dekat dengan pit crew, tuner, manjer tim-tim drag jatim dan Bali, hingga mampu menawarkan negoisasi sehubungan dengan aturan dan kebijakan baku, berbanding kondisi tim-tim drag bike saat ini. Sampai tim-tim drag asal Bali, banyak yang sudah booking pendaftaran berikut penginapan.  

 

“Berusaha fleksibel dan tarik ulur atas kesepakatan bersama, terpenting bisa berjalan obyektif, saya coba realisasi, ”buka Jeffry yang kali ini sepenuhnya disuport Warrock Enginering, Cupu ABT Racing, Bluder Cokro, Yuzu, Devand Bali dan Dreamfast itu. Wow amazing !

 

“Hal demikian sebagai fakta Jeffry ingin menciptakan sebuah even yang sehat, intens bergerilya menggalang sponsor, meskipun sifatnya co sponsor, ”puji Dian juragan Randumas Baja Beton Cupu ABT P5Boer Bowtech, Jombang. Dian di even kali ini rencananya tampil dengan dua kuda besi berbasic Ninja 150 cc wajah baru, fix turun di kelas sport 2 tak rangka standar 155 cc dan sport 2 tak 155 cc tune up.

 

Trisula Jombang. Randumas Baja Beton Cupu ABT P5Boer Bowtech, Jombang & optimis memboyong trophy podium kejuaraan di kelas bergengsi.

 

 

Dian bahkan tampil dengan formasi trisula. Disamping kanan Dian ada Baja Beton yang terobsesi menjadi champion di bebek 130 cc tune up dan bebek 2 tak 116 cc open. Sedang di sisi kiri diperkuat Taufan owner Cupu ABT yang lagi rajin seting speed sport 2 tak 155 cc rangka standar dan bebek 2 tak 116 cc itu.

 

Balik ke topik, pola pikir Jeffry memang rasional dan brilian, co sponsor dipandangnya macam kapal sekoci, sebagai kontribusi tambahan dana untuk mempertahankan nilai angpau sesuai dengan standrisasi.

 

“Ini yang serius saya jaga di setiap even drag bike dengan trade mark Higam, ”semangat Jeffry yang di even kali ini memanfaatkan sirkuit Jl. MT. Hariyono depan alun-alun Mejayan, Caruban. Oh ya, untuk pendaftaran bisa call atau WA di nomer (0813 3099 0211 – 0856 4888 4221).

 

Ramainya even kali ini juga cukup beralasan, sehubungan dengan geografis Caruban, yang dekat dengan provinsi sebelah. Belum lagi, zona plat AE yang menjadi kantong rider-rider drag bike potensial, yang pastinya ingin unjuk taring di depan publik Caruban, Madiun.

 

Sipnya, sesuai dengan input komunitas big bike Caruban, di even kali ini rencana pastinya juga akan dibuka kelas big bike. Mengingat, zona Caruban mulai banyak komunitas big bike, yang pastinya terobsesi mengumbar power mesin di lintasan 201 meter. Bahkan flyer sudah dishare ke Qbot yang dinobatkan sebagai Sultan Herex Indonesia.

 

Progress mengakomodir big bike di drag bike 201 meter, juga terbilang relefan. In line dengan pertumbuhan dan minat mania otomotif terhadap big bike yang tumbuh kembang embrionya.

 

Sarana sirkuit drag bike 201 meter, tepat saat dipandang sebagai sentral mengakomodir penyuka kecepatan. Pengaruh dibukanya kelas big bike ini pula, Jeffry menegaskan untuk panjang trek total akan diusahakan 400 meter lebih, sehubungan menanggapi soal safety .

 

Rafif Sadya Darma Corpora Racing Team, Jakarta. Fix berlaga di drag bike kelas Mini Gp & dijadikan sebagai proses pelatihan start road race level nasional.

 

 

Bahkan minat dan pertumbuhan Mini Gp, juga diakomodir dengan dibukanya kelas Mini Gp. Sebab, sirkuit drag bike juga pantas sebagai ajang pembinaan rider Mini Gp. Ilustrasinya, kalau disirkuit rider cilik dipacu dengan menu komplit sirkuit termasuk durability fisik, tapi disini rider Mini Gp dipacu berlatih konsentrasi menebas sensor start.

 

Nah, ketika dikonversi ke even road race nasional bertransponder , tentu saja cara ini bisa menjadi ajang pelatihan metodhe start yang benar. “Suplemen sportifitas soal start saya yakin bisa disisipkan sejak dini, selain soal beradu speed dan mengatur pola membuka handgrip, ”tegas Baehaki Salma bokap dari Rafif Sadya yang fix akan berlaga komplit berserta rider-rider Mini Gp zona Tulungagung.   pid