TRACKER NOVICE NUR ALAM ZN, KENDARI : HASIL DIDIKAN WOTO DOYOK KEMBALI TEBAR ANCAMAN

 

Nur Alam ZN saat di waiting zone. Persiapan laga di WGTS seri 2 Karanganyar & sukses menjadi juara 3 kelas Bebek Standar 4 Tak 130 CC Maksimal 14 Tahun.

 

 

Zona tapal kuda memang tak ada habisnya akan pengembangan tracker potensial. Bahkan, zona yang produktif mencetak tracker bertalenta di tanah air itu, belakangan ini mulai menjadi incaran bos-bos owner tim GTX, untuk dipercaya sebagai GTX Training School.

 

Hal demikian tentu logis dan rasional, terkait dengan data dan fakta prestasi tracker zona tapal kuda yang selalu bikin mules tracker region 2 saat berlaga.

 

 

 

Termasuk ancaman embe-embel nama Doyok yang dipakai tracker potensial zona tapal kuda, selalu tampil bikin was-was tuner GTX region 2, sebut saja Agik Doyok. Embel-embel nama Doyok menjadi kebanggaan, sehubungan dengan kedigdayaan Woto Doyok legendnya GTX zona tapal kuda.

 

Latar belakang ini pula yang kuat menjadi magnet ZN MX GTX Team Bombana, Kendari untuk mendaulat Woto Doyok mengembangkan bakat Nur Alam ZN tracker tim inti ZN MX GTX Team Bombana, Kendari.

 

Sipnya, Nur Alam adalah tracker yang berlaga privater, sepenuhnya diback up Dr. H. Zain yang juga sebagai Abah Nur Alam. Demi prestasi Abah Zain sapaan akrabnya, enteng menerbangkan Nur Alam ke padepokan Woto Doyok seputaran Jember.

 

Bahkan, Abah Zain ada keinginan kuat dalam waktu jangka panjang, membangun tim GTX spesial laga di region 2, sampai Nur Alam memiliki skill yang ter-up grade.

 

“Sebab, bagaimanapun juga region 2 paling tepat menjadi kawahcandradimuka tracker novice seperti putra saya Nur Alam, ”nilai Agan Bad Boyz manajer ZN MX GTX Team Bombana, Kendari yang setia mendampingin Nur Alam. Sipnya, secara basic Nur Alam sudah lebih dulu laga GTX, di zona Kendari. Tapi sulit mencari parameter, mana tracker yang hebat dan mana kuda besi yang berperforma bengis.

 

Tracker Nur Alam ZN & Manajer Tim ZN MX GTX Team Bombana, Kendari Agan Bad Boyz. Kembangkan skill GTX di region 2 & proses up grade jam terbang.

 

Tak pakai lama, terhitung tak sampai 4 bulan ditraining Woto Doyok, mulai terjadi peningkatan pada pribadi Nur Alam, baik skill, mental dan fisik cukup krusial. Gaya Nur Alam, bawaannya jadi temperament, tapi diatas sirkuit.

 

Gaya mengumpan RPM-nya sudah tertib dan efektif, sehingga setiap menghajar handcap, minim terjadi spin atau over RPM. Jadi, kental sebagai refleksi gaya bermaian Woto Doyok, di eranya.

 

Fakta demikian juga tersaji saat tracker kelahiran 16 Mei 2007 itu berlaga di even WGTS seri 2, Karanganyar, Jateng. Nur Alam langsung menggoyang podium, ABG santun itu mampu menguasai kelas Bebek Standar 4 Tak 130 CC Maksimal 14 Tahun dan sukses menjadi juara 3.  

 

Nur Alam enteng lepas dari kepungan rivalnya, sejak start. Cuman, inputnya suspensi belakang masih baru, sehingga masih adaptasi dengan patern ban belakang. Jadi masih tahap proses final seting, antara tingkat kekenyalan berbanding tekanan angin ban.

 

“Apalagi, proses penggantian suspensi belakang juga dadakan, ”bilang Nur Alam yang merasa kurang nyaman saat menebas berm dengan output performa suspensi belakang saat laga berlangsung.

 

Tapi, over all performa kuda besi hasil korekan om Donny Probolinggo istimewa dengan performa yang sangat prima. “Saya yakin di kejurnas GTX Mijen, Semarang (15-16 Juni 2019), optimis bisa menjadi juara champion, ”bangga Nur Alam. Baru awal berlaga saja tebar ancama, apalai sudah berjam terbang tinggi saat di senior !

 

Sedikit bocoran resep yang diberikan Woto Doyok, kuncinya ada di fisik setiap hari, jogging jam 2 sore, push up setiap hari 100 kali dengan interval 100 kali, setiap harinya, menjadi menu wajib.

 

Selebihnya juga ada circuit training, untuk melatih balancing tracker, agility, inisiatif, improve dan melatih kestabilan mental saat dibawa tekanan. “Tapi, semuanya bisa sukses dengan konseskuensi restu orang tua dan rajin ibadah, minimal berusaha taat agama,”wejang Woto Doyok.     pid