ANRT 176 MX Aparel KSP RBT 34, Lirik Inhu, Riau : TIM GTX KUDA HITAM REGION 1 & MOTONYA RENDAH HATI

 

 

ANRT 176 MX Aparel KSP RBT 34, Lirik Inhu, Riau. Tak mudah puas, rendah hati & selalu up to date soal korekan, sukses menjadi kuda hitam kompetisi GTX region 1 Sumatera.  

 

 

Tim di atas termasuk tim yang bertipikal kuda hitam. Sebab, tak pernah masuk perhitungan, tapi sejak di musim kompetisi MX-GTX Openchampionship 2019, tim milik Erick Indrayana itu, sukses menjadi shock theraphy tim-tim MX-GTX region 1 Sumatera.

 

 

 

Apa pasal ? Nama tracker Abello Sajoda sukses menjadi raja di beberapa kelas GTX bergengsi, saat laga di hajatan spektakuler Belilas MX-GTX Openchampionship, Belilas, Riau (8-9 Juni 2019). Bahkan infonya, even kali ini turut dijubeli tracker-crosser papan atas region 1. Praktis, menjadi tahapan kawahcandradimuka bagi Bello sapaan beken tracker yang bawaannya tenang tapi pasti itu.

 

Seperti Kelas KLX Campuran Open juara 1, KLX Campuran Junior Open juara 1, Sport Trail Open juara 2 dan Bebek Modif 130 cc Open juara 2. Tapi, prestasi demikian masih belum membuat puas tuner Fasya Kana yang lama menimba ilmu di padepokan Donny Speed, Jl. Panglima Sudirman 485D, Wiroborang, Mayangan, Probolinggo.

 

Sebab, di even ini terbilang masih awal-awal perjalanan seri, tim-tim masih saling mengintip dan saling mendata kelebihan atau kelemahan rival. Jadi, bisa dibilang sebagian dari intrik. “Moto kita, cuman berusaha di setiap even konsisten dan mencoba mengevaluasi kesalahan hingga perfect, ”urai Erick yang mencoba tetap rendah hati itu.

 

Termasuk Bello, trus dipacu Fasya  untuk memberi input, terkait dengan kebutuhan pengembangan korekan. Hingga akhir even Belilas MX-GTX Openchampionship, Belilas, Riau berlangsung, hasilnya masih terbaik. Tapi, bukan berarti terbaik untuk even mendatang.

 

Keluarga Erick owner tim & Bello tracker kebanggaan. All out berlaga di GTX & makin tak terkejar dalam satu even merajai di beberapa kelas bergengsi.

 

“Sugesti demikian memang saya terapkan ke tim kita, untuk menjaga prestasi agar tetap stabil hingga akhir musim kompetisi MX-GTX 2019, ”terang owner tim yang memiliki basecamp di Lirik Inhu, Riau itu. Sipnya, istri dan anak-anak Erick juga demen dengan GTX, alasan ini pula yang kian memberi energy positif Erick makin gila dengan GTX.

 

Komitmen Erick demikian ini yang sukses menarik simpati sponsor MX Aparel yang mengusai bisnis apparel lewat on line, Koperasi Simpan Pinjam dekat basecamp, berikut RBT 34 Racing Shop terkemuka di Solo, untuk merapat turut mensuport. Skala prioritas, hal demikian memang rasional dan logis, mengingat pasar MX-GTX di Sumatera terbuka lebar.

 

Master marketing biasa menyebutnya, yang makan kue masih sedikit, otomatis pembagian porsi kuenya lebih banyak. Sponsor jadi makin agresif tebar promo di wilayah market Sumatera.

 

Sipnya, Fasya dan Erick memiliki misi sama, apalagi setelah menerima amanah dari sponsor. Layak buat tampil all out, momen ini pula yang kembali memacu Fasya terus intens mengusung parameter performa kuda besi MX-GTX region 2 Jawa, yang memiliki performa di atas rata-rata.

 

Bahkan soal info teknologi baru seputaran daleman silinder cop, crankcase, first reduction, sampai pola rombakan rangka, Fasya mesti rajin terbang ke Probolinggo, untuk refresh pengembangan korekan. Tapi, bukan berarti bisa langsung diaplikasi, mengingat kontur dan tipikal sirkuit beda antara region 1 dan 2.

 

Detailnya di region 1, desain sirkuit identik full handicap, sedang region 2 lebih mengalir menu gasingan tengah atas. “Begitu pula kontur jumpingan, region 1 identik patah dengan kurva curam, sehingga butuh rangka kuat dan suspensi 2 level lebih kuat dari sirkuit region 1,”Jeli Fasya yang belakangan ini lagi intens riset exaust tech di knalpot pacuan Bello. Mantap !    pid/DS