TIM CUPU ABT RACING SQUAD, MADIUN : MULAI MENJADI PENGGANJAL TIM KAWAK & MENDOMINASI PODIUM EVEN DRAG BIKE BALI 2019

 

Tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun. Terus kembangkan strategi & maping rider loyal, sebagai proses perjalanan menjadi champion.

 

 

Persis dengan prediksi otre sejak awal, tampilnya sederetan nama-nama bos muda di kompetisi drag bike 201 meter di tengah tahun ini, sukses memberi warna kompetisi makin atraktif. Tim-tim drag bike kawak, yang sebelumnya puas dan merasa jagoan atas prestasinya, sekarang agak panik.

 

 

 

Itu lantaran Taufan Surya nama bos muda pemilik tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun, selalu tampil menebar ancaman. Ngerinya, tuner-tuner yang lagi diatas angin ditempel Taufan, untuk segera menorehkan formula terbaiknya di basic kuda besi yang berlaga.

 

Tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun. Saat laga di even drag bike Semarang & jadikan sebagai laga uji coba mengukur kemampuan performa mesin.

 

Kalkulasi demikian memang rasional, mengingat taufan mulai aktif di laga drag bike 201 meter resmi, di tengah sengitnya pressure tim-tim drag bike. Ilustrasinya, kompetisi sudah berjalan di gigi 4, nggak mungkin ketika Taufan mengejarnya dengan gigi 1.

 

Hal demikian Logis, ketika Taufan berusaha mendefault porsi dan kapasitas performa kuda besi yang diturunkan. Hingga bertandang ke provinsi sebelah, mencari sparing partner mengukur kemampuan performa mesin.

 

Maping kekuatan tim-tim drag bike hingga mengolah strategi yang penuh perhitungan demikian pula, yang sukses mengatrol prestasi tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun yang dinakodhai Taufan makin singkat sejajar dengan prestasi tim-tim drag bike, yang lebih dulu mengkangkangi podium kejuaraan.

 

Sipnya, belum lama ini saat laga di BG Drag Bike Openchampionship 2019 (24 Mei), Serangan, Bali yang termasuk menjadi seri pamungkas, tim yang dibela rider-rider potensial seperti Erwin Sredex, Deska Muntel, Arya, Widi AR dan Kipli, tampil perfect.

 

Hingga, sukses menjadi jawara di beberapa kelas bergengsi yang lagi on fire, bahkan mampu menggeser jagoan lama, yang lebih dulu eksis di kelasnya. Nah loh !

 

Taufan Surya Bos Muda owner Tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun. Bersama dengan formasi rider potensial Jatim &tampil intens di kelas yang lagi menjadi primadona.

 

Seperti kelas Matic 200 cc, Erwin dan Deska mampu mengukir best time 7,6 detik. Bahkan, Erwin mampu berada di uturan 3 saat laga di kelas bracket 7,5 detik.

 

Sekilas infonya, kuda besi dengan basic Mio hasil korekan Jamal Metmorfosis, Kediri itu terhitung turun di laga perdana, tapi langsung stabil di 7,6 detik. “Hari ini kebetulan saya kirim ke workshop Jamal lagi, buat revisi dan pengembangan data, ”terang Taufan.

  

Sedang, Ninja 150 hasil garapan duet tuner ternama tanah air, yakni Aris T2M Mojokerto dan Andi Wibowo P5Boer Jombang, yang berlaga di kelas Sport 2 tak 155 cc Rangka Standar Open, makin menjadi momok jawara lama kelas yang selalu menjadi primadona ini.

 

Ngerinya, Erwin dan Arya mampu membekukan best time 7,1 detik saat latihan, hampir mendekati data best time Sport 2 tak Tune Up. Sontak hal demikian yang bikin suasana padok jadi heboh. Tapi, saat main kedua rider itu, mesti puas dengan best time 7,2 detik. Ngerinya lagi, 5 rider terbaik di kelas ini memiliki basis catatan waktu sama di 7,2 detik, hanya beda di belakang angka 2.

 

Sesuai hasil input yang disampaikan Erwin, kondisi suhu seputaran sirkuit saat laga berlangsung cukup tinggi. Sebaliknya, saat setingnya biasa berlangsung sore hari, dengan tingkat kelembaban suhu udara lebih tinggi.

 

Evaluasi demikian ini yang kemudian dijadikan data oleh Taufan, sebagai input saat fase seting speed. “Pastinya, agar makin sinkron, efek pengaruh suhu dan debit gas segar, ”sebut Taufan.

 

Gacoan tim Cupu ABT Racing Squad, Madiun. Saat repair persiapan laga drag bike bali 2019.

 

Sipnya, rider Widi AR yang berlaga di kelas Sport 2 Tak 155 cc Rangka Standar Pemula, mampu mengoyak podium juara 2. Widi kali ini diuntungkan kondisi suhu, sebab saat laga menjelang sore hari. “Sehingga, gaya bawa motornya match dengan saat sesi seting speed, ”nilai Bowo.

 

Dan F1Z R yang berlaga di kelas Bebek 2 Tak 116 cc Pemula, Arya mampu menguasai kejuaraan di podium teratas dengan torehan catatan waktu fantastis. Disusul Kipli juga turun di kelas yang sama, berada di urutan 3.

 

Menciptakan suasana nyaman & komunikasi intens. Krusial menjadi penunjang kunci kesuksesan tim drag bike.

 

Prestasi di tahun pertama ini, masih kita jadikan sebagai fase test case. Sehubungan faktor performa kuda besi dan maping rider-rider potensial yang loyal dengan tim. Prinsipnya, di tahun pertama ini, intensitas komunikasi pit crew, tuner dan rider, kita ciptakan terus untuk lebih harmonis, sebagai proses perjalanan menuju champion.

 

Konsep demikian ini saya terapkan, juga atas pengalaman dan hasil evaluasi saat aktif, di laga karapan 201 meter. "Sebab, mutlak dan krusial turut menjadi kunci penunjang kesuksesan tim, ”tegas Taufan.     pid