SURABAYA DRAG COMMUNITY RAMADHAN RACE 2019, KENJERAN, SURABAYA : BIG BIKE MENDOMINASI & EMBRIO MAKIN BERKEMBANG

 

Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019. Bergulir menjadi primadona rider big bike.

 

 

Influenz Herex Elite yang diangkangi oleh Qibot sebagai Sultan Herex, kembali tebar pesona sekaligus sukses menjadi influenz, di komunitas big bike penyuka trek lempeng alias drag bike. Fakta demikian memang krusial, setelah makin maraknya penunggang big bike di even yang digelar sejak pukul 22.00 sampai dengan 02.00 itu pada 25 Mei 2019.

 

 

 

Responya cukup mengena bagi rider big bike, sebagai sarana aktualisasi pribadi sporty masa kini. Bahkan, total big bike yang berlaga berkisar 50, selain dari Surabaya juga ada komunitas big bike asal Malang dan Banyuwangi. Setelah mengetahui kehadiran Sultan Herex di even garapan Boy dan Sofiyan founder SDC.

 

“Semoga euforia laga big bike di Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019, bisa menjadi motivasi rider pengguna big bike seluruh tanah air, untuk saling menjadi estafet menggairahkan kompetisi drag bike di kelas big bike, yang lagi on fire, ”terang Qibot yang menunggang ZX 10R.

Rider Srikandi Bianca Amanda Marcos. Sebagai embrio baru Herex Elite & makin all out laga di trek lempeng 201 meter.

 

Sipnya, Herex Elite mulai melahirkan embrio baru, Bianca Amanda Marcos. Dia adalah rider srikandi  kelahiran Jakarta 2003, yang tampil all out meramaikan laga big bike di Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019. Owner Pit B Garage, Surabaya itu kali ini menunggang ZX 636 versi 2019, yang baru unboxing dari dealer.

 

Bahkan, obsesi untuk mengukir best time yang sensasional, rider srikandi yang memulai karier balapnya di 2017 dengan CBR 250RR itu, bela-belain import BMW S1 KRR M Series, yang diklaim sebagai sport 4 tak dengan performa bengis tapi paling reliable urusan kontrolnya.

 

Hal krusial, makin meningkatnya rider big bike juga atas efek domino keseriusan Boy dan Sofiyan soal safety pemakaian panjang trek total 460 meter. Pertimbangan ini pula, yang kian memicu rider penunggang HD ikut berlaga, menandingi popularitas big bike.

 

Momen demikian pula yang kemudian kian memacu peluang bisnis baru mekanik untuk membuka workshop big bike. Mengingat, selama ini total workshopnya juga tak sebanding dengan total kuda besi yang dimiliki komunitas.

 

Tapi, sayangnya fenomena ini ditanggapi terlalu lambat oleh mekanik, yang sempat mainan up grade sport 250 cc. Logikanya, seharusnya bisa dan mampu. “Sebab, secara sistematis proses up grade-nya ada persamaan, cuman butuh pendalaman dan improve lagi, ”jelas Sofiyan yang lagi bangun workshop big bike rumahan itu.

 

Influencer baru special engine di laga Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019. Sukses menarik animo & improve rider menunggang supermoto.

 

Sisi lain, Boy yang aktif bermain adventure, sejak sabtu lalu ikut mengusung komunitas adventurenya berlaga di Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019. Lumayan, bisa mengobati kangen ngegas special engine di hutan, giliran coba di on road. Tapi, hal demikian justru singkat diimprove oleh mania special engine, dengan merubah tapak kaki berganti slick. Sehingga tampil layaknya kuda besi supermoto.

 

Ketika dikalkulasi, trek lempeng dan special engine memiliki persamaan tipikal performa mesin. Keduanya, diklaim sama-sama memiliki dan membutuhkan akselerasi bengis. Praktis, lagi-lagi Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019, mampu menjadi magnet pengguna special engine.

 

Komunitas roda empat All In One. Ikut berlaga memanfaatkan buat latihan start & optimalkan eksistensi komunitas.

 

Sipnya, pendatang baru yang berlaga dengan basis roda empat, juga mulai berdatangan wajah baru. Seperti Angga DJ asal Mojokerto dengan Monster Panther-nya, ikut berlaga. Ada pula Bagus Prasmita tracker nasional yang juga dedengkot club All In One, Bangil. Bedanya, kali ini Bagus nggak ngegas kuda besi GTX, melainkan Honda Ferio berparas JDM.

 

Menariknya, Ninja 250 Owner Surabaya (NOS), sebagai komunitas yang paling setia di trek lempeng 201 meter, selalu hadir hingga usai. Trade mark penyuka speed, tak hanya direalisasi laga di Track Day, tapi Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019, NOS terhitung sebagai peserta paling loyal.

 

Ninja Owner Surabaya. Peserta paling loyal & bangga dengan perkembangan embrio baru jebolan even SDC.

 

Tak cuman kongkow atau nonton, sesepuhnya seperti Ogenk, Doni Hulk, Anton, Hari Sate Moge dan Dave, ikut menggairahkan, dengan menggandeng Ricko Bochel dan Tomy Salim, untuk memamerkan hasil up grade performa mesin kuda besi yang rata-rata memakai brand Kawasaki. Sebagai penyuka kecepatan, kita hanya ingin meramaikan sekaligus perwujudan eksistensi NOS  yang tetap berkibar di kancah otomotif tanah air.

 

Untuk sementara rivalnya masih antar teman sekomunitas. Sehingga bisa disimpulkan, di tahun ini rider yang berlaga masih didominasi rider berlatar belakang hobi. Itu artinya, kemasan Boy dan Sofiyan dengan Surabaya Drag Community Ramadhan Race 2019 cukup mengena, terkait pembibitan rider-rider baru yang pingin berlaga di trek lempeng, hingga di level big bike, ”puji mereka.   pid