REALISASI UNDERBONE 130 CC DI JATIM MASIH TAHAP NEGO !

 

 

 

Bebek underbone basic 125Z. Makin diminati tuner kawak setelah ramai disosialisasi di Jateng & Jabar.

 

Dibangun karena tensi tinggi, sebab setiap kali di workshop racing, 2 tak selalu  menjadi trending topik. Danwing Van Houce pemuka otomotif kawak Surabaya, yang pernah berjaya dengan sport trail 2 tak Yamaha DT 125 saat laga di motocross, jadi merasa ikut panas.

 

Apalagi saat mendengar sederetan nama-nama tuner yang ada dibalik ramainya kelas 2 tak, Houce serasa bereinkarnasi. Timingnya kebetulan tepat, dengan  hadirnya Weli mania 2 tak kawak asal Surabaya, yang merapat ke Manyar Sambongan 8, Surabaya basecamp Houce.  

 

 

 

Weli disini turut menjadi aktor menggairahkan tensi 2 tak di Jatim. Sebab, dengan gacoan Yamaha 125Z, Weli ingin tampil berlaga di kelas bebek 2 tak 130 cc tune up, sebagai pengganti kelas underbone bebek 2 tak 116 cc tune up itu. Apalagi Weli terobsesi ikut meramaikan kompetisi bergengsi, dengan membawa nama Jatim. Tapi, disini Weli pasang badan sebagai owner tim.

 

Makin klop saat info hangat ini diketahui Parcok, yang belakangan ini sering ke basecamp Houce mendampingi Rally Joni Badrus putranya, yang lagi intens dididik Houce menunggang bebek regular. Jadi, sudah lepas dan dipastikan tak lagi berlaga di Mini Gp.

 

Danwing Van Houce. Tepat memanfaatkan momen trending topik & dipastikan antusias pesertanya.

 

Parcok, lantas menanggapinya serius untuk meramaikan bebek 2 tak 130 cc tune up. Pria yang sempat menggairahkan supermoto dan Mini Gp itu, lantas memutar otak dan menyusun rencana untuk membuka kelas ini di Jatim. Janjinya, juga akan menggalang peserta di kelas ini, sesuai quota yang disepakati.

 

“Secara histori dan keberadaan legend tuner 2 tak, Jatim layak pasang gengsi, ”tegas Parcok yang akan membicarakan kelas ini dengan Pemprov IMI Jatim dan penyelenggara road race di Jatim.

 

Tapi, dari awal pembicaraan saat di basecamp Houce, sasaran kelas ini dibuat dengan  prinsip agar mampu mengakomodir hajat dan minat semua level mania 2 tak di Jatim. Ketika dibedah, misal ditawarkan dengan regulasi tune up open, bisa jadi malah menjadi sok terapi, lantaran kekhawatiran kalah level saat belanja pengapian assy yang identik kanibalan cap special engine.

 

Parcok. Akan mengkomunikasikan ke Pemprov IMI Jatim & penyelenggara road race.

 

Tapi, kalau dibuka dengan regulasi batasan standar tune up, malah berpotensi menjadi ajang intrik tuner. Di sisi lain, rider dengan latar belakang penghobi juga makin banyak yang menunggang bebek jantan CBU di sirkuit Bung Tomo.

 

Sementara, 1, 2, 3 sampai 4 tim di Jatim, sudah siap dengan kuda besi spek undebone 130 cc, biasa berlaga di even road race yang lebih dominan mengakomodir kelas 2 tak. “Jadi, point-point ini yang nantinya akan saya diskusikan dengan Pemprov IMI, bersama om Houce, ”tegas Parcok.

 

Demikian dengan Yamaha 125Z milik Weli yang rencana akan dipacu sendiri oleh Parcok, telah mengusung regulasi 130 cc tune up. Seperti, pemakaian pengapian assy special engine Yamaha 125Z dengan CDI berlabel Moric, gigi rasio Moto-1, karbu PWK 28 mm, membran V-Force 4 dan knalpot AHM original.

 

Nanang Setyabudi Tuner Mahkota Sumber Sawit Yamaha SIS, Nganjuk. Pasang regulasi di 130 cc untuk mengakomodir semua basic bebek 2 tak CBU.

 

Tapi, bagaimanapun juga kelas dengan basis kuda besi bebek CBU ini, lebih ideal memang saat diakumulasikan dengan kapasitas 130 cc. Terkait dengan basis bebek-bebek 2 tak CBU yang beredar di tanah air. Jadi, kalau Honda Tena 110 cc, Tiara 120 bisa up grade 125, sedang 125Z, Cagiva Stella 125 cc dan Nova Dash 125 cc bisa dinaikkan menjadi 130.

 

“Sehingga tuner tetap ada ruang dan berkreasi lebih, saat up grade performa mesinnya, ”sambut Nanang Setyabudi tuner Mahkota Sumber Sawit Yamaha SIS, Nganjuk yang sejak 2018 telah menyiapkan underbone 130 cc dengan basic 125Z itu. Mengingat di Jatim tak pernah dibuka kelasnya, Nanang memutuskan berlaga di provinsi sebelah.    pid