PREVIEW - Gebyar Hari Raya MX-GTX NMT 15 - 16 Juni 2019 : BERUSAHA MENJADI REGULATOR

 

Gebyar Hari Raya Motocross - Grasstrack NMT 15 - 16 Juni 2019, Kelud, Kediri. Sebagai even puncak pemanasan di tengah tahun untuk menghadapi even MX-GTX skala nasional.

 

Bisa saja disebut sebagai even pemanasan, sebagai pemantapan tracker dan crosser, menjelang laga nasional, setelah Idul Fitri 2019. Mengingat, bejibun serangkaian even level bertaraf nasional yang akan dipentaskan di tanah air, seperti Kejurnas MX-GTX, Supercross, MX GP, Power Track, Kejurprov MX-GTX dan belum lagi even yang sifatnya openchampionship.

 

 

Kalau tak disambut dan dimulai lebih awal, dikhawatirkan terlena dengan terlalu panjangnya liburan. “Tradisi liburan demikian ini sudah menjadi input dan data MX Training kita, sehingga selalu kita tawarkan progress baru, untuk kembali membangunkan semangat tracker dan crosser Jatim, ”buka Tri Priyo Nugroho owner Nugroho MX Training, Kediri.

 

Sehingga, pada prosesnya tetap ada fase pemantapan dan adaptasi lebih dulu kelar liburan. Pertimbangan itu even yang masih dalam nuansa lebaran atau Idul Fitri ini, kita gelar selama 3 hari, tapi resminya terhitung 2 hari.

 

Harapan saya dalam 3 hari, di hari Jum’at-nya, tim GTX dan MX sudah bisa mempersiapkan kuda besi, baik soal suspensi, mesin, hingga best performa final seting. “Termasuk tracker dan crosser, agar bisa kembali beradaptasi dengan tipikal sirkuit Lereng Gunung Kelud, Kediri, ”nilai Nugroho sapaan tenarnya.

 

Bahkan, terhitung sejak akhir bulan April 2019 ketika iklanya diposting di medsos, crosser dan tracker luar provinsi mulai banyak yang antusias dan konfirm hadir. Khususnya, tim-tim MX yang memiliki crosser binaan di kelas 65 cc dan 85 cc. “Sebab, saya tahu persis kondisi MX-GTX saat ini, Jatim bisa diklaim sebagai barometer untuk mengukur statistic skill crosser belia yang lagi on fire itu, ”tegas Nugroho.

 

Sipnya, di special event ini, juga atas prakarsa dan dukungan beberapa pemuka agama asal Jatim, yang kebetulan hobi MX-GTX. Ada nama Gus Mujib Darul Ulum Agung MX, Gus Ali dan Gus Lukman.

 

Menurut mereka filosofi seoarang tracker dan crosser itu kehidupannya penuh dengan proses, didalamnya juga terselip perilaku istiqomah. “Dan konsep dasar berpikir tracker dan crosser demikian, yang sekaligus bisa menebar influenz positif ke generasi bangsa, ”kompak mereka.

 

Gus Lukman, Tri Priyo Nugroho & Gus Ali. Sepakat tampil merefresh MX-GTX Jatim & apresiasi meningkatkan gairah MX-GTX Jatim.

 

Praktis di even MX-GTX yang mengusung tema Gebyar Hari Raya Motocross – Grasstrack NMT Openchampionship 2019 ini, mereka sepakat memberi support dan dukungan, termasuk Pemkab Kediri.

 

Dan pertimbangan masih kentalnya dengan nuansa lebaran, di kesempatan ini, turut mengundang anak-anak yatim piatu wilayah Kediri, untuk berbagi. “Agar kita senantiasa teringat dalam lindungan dan ridhonya, ”sebut Nugroho.

 

Sisi lain, even kali ini juga sebagai output perbincangan warung kopi bersama pemuka MX-GTX tanah air, saat di even Boss Mild MX-GTX openchampionship, Tratab, Blitar bulan silam. Ada keinginan kuat menggelar even sifatnya swadaya tapi bergengsi. Sebagai fase pemantapan menjelang even-even bergengsi.

 

Mengingat sejak tahun kemarin, secara kurva dalam grafik kompetisi di awal tahun landai dan di tengah naik tajam. Pressure tinggi di tengah hingga akhir tahun, hasilnya nggak sip. Kestabilan tracker dan crosser saat bertarung, jadi berbeda. Cenderung bermain di atas limit kemampuan.

 

Padahal dengan MX Training, seharusnya pola dan kapasitas kompetisi bisa terakomodir di MX Training. “Sehingga, gaya bertarungnya memicu spekulasi dan sedikit ngawur, ”pengamatan Nugroho.

 

Dari parameter itu, di even ini kita berusaha pasang badan, sebagai regulator. Kembali menstabilkan level kompetisi yang lebih terukur, sesuai pencapaian dan tingkat kompetisi di level nasional. “Kita amati dan tegaskan, agar outputnya, secara interval jadi smooth, penguasaan skill dapat dan fisik bisa optimal, ”optimis Nugroho.

 

Dan sebagai bentuk refresh, untuk nilai hadiah di even openchampionship MX-GTX kali ini, kita juga menghimbau dan menawarkan agar bisa lebih diatas rata-rata.

 

Sebab, tak bisa dipungkiri makin kesini, saya optimis even openchampionship ini lebih diminati. Apalagi setelah makin banyaknya mentor, pengamat, instruktur sampai tukang paido di MX-GTX, yang pola pikirnya kritis.

 

“Prinsipnya, kita ingin tanamkan kualitas even MX-GTX yang sifatnya openchampionship di Jatim tampil dan ada perubahan, sekaligus upaya merangsang gairah MX-GTX di Jatim agar makin berkembang, ”semangat Nugroho.     pid