1ST ANNIVERSARY BAYOU RACING GARAGE, JATIM : REFRESH TIM TETAP SOLID & KONSISTEN LAGA DI EVEN DRAG BIKE NASIONAL

 

Bayou Handhika owner tim Bayou racing Garage, Jatim. Konsisten mengukir prestasi di kompetisi drag bike nasional & refresh tim lebih solid.  

 

Persis di bulan maret silam, Bayou Handhika owner Bayou Racing Garage, Jatim  melangsungkan anniversary yang pertama. Dia adalah salah satu big boss yang peduli akan prestasi Jatim di kancah kompetisi drag bike level nasional.

 

Kendati tim drag bike yang memiliki basecamp di Jl. Manukan Lor 3L/8, Surabaya ini pendatang baru, tapi personil didalamnya termasuk pemain lama. Seperti Noval mantan squad Kony Motor yang digawangi Almarhum Papa Koh Khien dan Bayou sendiri yang dari dulu suka karapan 201 meter tapi bermain di belakang layar.

 

 

Di hari sakral itu, segenap squad Bayou Racing Garage, melangsungkan potong tumpeng sebagai ucapan puji syukur atas berkah dan kesuksesan yang diberikan selaman ini. Bahkan, dalam perayaan anniversary yang pertama ini, Bayou turut  mengunjungi panti asuhan untuk berbagi berkah dengan anak yatim.

 

Dalam sambutannya, Bayou menyampaikan banyak terima kasih kepada insan racing dan otomotif terkait, termasuk tuner-tuner yang ikut mensukseskan perjalanan dan prestasi tim Bayou Racing Garage, Jatim. Terpenting, di anniversary yang pertama ini kita banyak-banyak bersyukur lebih dulu atas karunia dan rahmatnya.

 

“Terpenting di 2019 ini Bayou Racing Garage, Jatim kita usahakan untuk merefreshnya agar selalu tampil solid dan memperbaiki prestasi di setiap tahunnya, ”semangat Bayou yang lagi demen touring dengan HD Softail Brake Out 2012 itu. 

 

Untuk formasi tim drag bike di 2019, untuk rider tetap dibela Fandi Pendol, Arif Ucil dan Asep Robot. Misi kita di 2019 ini, ingin aktif di seri Kejurnas dan IDC, tapi prioritas tetap di IDC. Sebab, saya nilai sebagai puncaknya kompetisi drag bike 201 meter di tanah air yang paling kompetitif dan fenomenal.

 

“Pas disebut sebagai barometer dan parameter kompetisi drag bike 201 meter di Indonesia. Selain itu juga aspiratif, mengingat kelas yang dibuka komplit, ”tegas Bayou yang basecampnya juga melayani service dan tune up harian all brand itu.

 

Untuk saat ini, kuda besi yang dimiliki total ada tujuh motor. Terbagi Ninja 150 cc rangka standar 2, Satria F 200 cc 1, Matic 200 cc 1, bebek 4 tak 130 cc 1, Ninja 150 cc tune up 1 dan Ninja 150 cc FFA 1. Obsesi Dirut PT. Debali Group itu, kelak suatu saat Bayou Racing Garage akan menjadi tim kebanggaan Jatim.

 

Saat menanggapi variatifnya kelas di even drag bike Jatim, Bayou juga menghimbau agar kelas FFA non DOHC dan Bebek 2 tak 116 standar, jangan dijadikan kelas yang sifatnya masuk dalam hitungan point dan terakumulasi pada juara umum. Sebab, tak bisa dipungkiri dua kelas tadi sejatinya berangkat untuk mengakomodir tim karapan liar, agar berani pasang badan di dua kelas tadi.

 

Kalau sampai dua kelas tadi masuk di kelas utama, ya kembali lagi tim-tim kawak drag bike yang jadi penguasanya. Sebab, secara resep dan formula, datanya sudah menyebar rata, tinggal main doping part racing numero uno. Kalau sudah begitu, jatuhnya bergulir ke kompetisi bajet dong.

 

“Maksud saya disini mari dikaji lagi dan berikan kesempatan kepada mereka untuk membuktikan kalau bisa berprestasi, ”simpati Bayou turut diback up sponsor Racertees, Creampie, MCC, Rob1 dan kawahara itu.   pid