H. Budi Bulkaeni owner Honda Gold Star Pirelli KYT Traxx JC Suspension Ardians SSS Racing Team : TEBAR FILOSOFI GOLD STAR & 2019 KABARNYA RESMI DISUPORT JC SUSPENSION

 

 

Bayu, Janal Chunk, Dudung, H. Bien & Saiful. Formasi solid, sepakat di 2019 JC Suspension support tim Honda Gold Star & garap road race lebih serius.

 

Gonta ganti formasi tim sampai brand kuda besi yang diusung, atraktif menjadi dinamika tim road race di tanah air. Berita jadi lebih ramai dan tak monoton, apalagi level perubahan formasi tim-nya cukup frontal.

 

Pertimbangan, harapan dan obsesi terpendam, diklaim menjadi latar belakangnya. Hal ini pula yang kemudian mendasari evaluasi berkelanjutan dan dijadikan acuhan untuk mengejar zero problem dengan suasana lebih fresh.  

 

 

Adalah Honda Gold Star Pirelli KYT Traxx JC Suspension Ardians SSS, milik H. Budi Bulkaeni yang tenar dengan H. Bien. Sebelumnya identik dengan Yamaha, dengan formasi baru-nya H. Bien manuver ke Honda. Filosofi nama Gold Star juga dalam, kelak akan melahirkan rider sebagai bintang road race baru di tanah air, komplit dengan personil yang akan dikader menjadi bintang.

 

Termasuk tuner Fatoni, juga saya kader untuk berkembang, sekaligus yang memback up tim sekarang. Ya semoga inovasinya makin bisa dikembangkan dengan hasil racikan yang cemerlang. “Sebab, sepenuhnya saya pasrahkan ke Fatoni untuk manajerial urusan teknik dan kita tinggal siapkan infrastruktur penunjang sepenuhnya, ”kata H. Bien dengan nada  semangat.

 

Beje Tersing rider potensial MP5. Dikader Honda Gold Star sebagai bintang sirkuit baru & intens pengembangan bakat lewat IRS.

 

Tagline ini sengaja diusung H. Bien sejak 2017, sebagai proses reformasi tim yang dinakhodai-nya. Klop dengan formasi rider yang diusung, penuh rider bintang belia pula. Ada nama Beje Tersing adik kandung Rafid Topan spesial diturunkan di MP5, sedang nama Rizky Rafan laga di kelas MP3 dan MP5.

 

Rider pemula Rizky Rafan. Memperkuat kelas MP3 dan MP5 even road race skala nasional.

 

Rider diatas spesial dikader menjadi bintang di Motoprix, Kejurprov Road Race Jawa dan Honda Dream Cup. Untuk IRS 250 tetap berlaga, tapi sifatnya masih adaptasi dan pembelajaran, sekaligus untuk up grade level skill Beje dan Rizky.

 

Sebab, saya nilai dengan intens-nya menunggang perfroma kuda besi yang lebih liar, input berhitung dan improve bagi rider di lintasan jadi lebih cepat, ”urai pak Haji yang juga pemilik rumah makan Sate Kadir di Puncak, Bogor itu.

 

Selain itu, juga ada nama Ikrom dan Aldila Eka Dharma yang diplot laga di Motoprix dan Kejurprov, sekaligus menjadi tim satelit di daerah. Kendati demikian Fatoni tuner inti tim Honda Gold Star, tetap ikut mengawal, termasuk saat laga di Kejurprov Road Race Jatim seri III kemarin (31/1/2019). Jadi, tetap dibawa kendali H. Bien.   

 

Mengacuh ke filosofi Gold Star sebagai nama tim, sengaja laga di Road Race level Kejuprov ini, kita ingin menebar tema positif, terkait sparing partner kuda besi garapan Fatoni, relaunching formasi yang sekarang dengan brand Honda, sekaligus ingin menyampaikan pesan sponsor lebih optimal, bahwa di daerah itu minat pasar-nya luar biasa.

 

“Dari situ juga kita ingin menjalin mutulaisme win win solution, dengan sponsor yang kita bawa, ”yakin H. Bien saat dikonfirmasi di Workshop JC Suspension, Surabaya.

 

Di workshop yang spesial up grade, custom dan final seting mencari best performa suspensi itu, H. Bien lagi mencari resep suspensi yang jago. Selama aktif mengikuti road race, kontribusinya hingga 50%, baik di pasar senggol maupun permanen. Pertimbangan itu pula, faktor suspensi di formasi tim baru ini, saya maksimalkan.

 

Pemuka balap tanah air & para saudagar saat koordinasi strategi road race di 2019. Saling transfer ilmu memberikan input positif & kental suasana brotherhood di workshop JC Suspension.

 

Dan sengaja saya datang mengintip langsung dapur JC Suspension, yang memang benar memakai special tools merk Andreani Italy, spesial untuk menangani suspensi produk global. Termasuk di seri Nganjuk ini sebagai pembuktian, hasil racikan JC Suspension.

 

Kalau mereview hubungan H. Bien dan Dudung, keduanya adalah teman sekolah SMA saat sama-sama menimba ilmu di Bogor. Kiprah kedua saudagar yang berjiwa sosial tinggi dengan trade mark Gold Star dan JC Suspension jadi makin bersinergi, untuk mengembangkan dan ikut memberi warna di road race tanah air lebih atraktif dan komprehensif.

 

Praktis keduanya saling memberi input system dan mekanis suspensi yang dibutuhkan rider. Saiful pemuka balap tanah air yang ikut hadi juga turut memberi intervensi, tapi positif. JC Suspension layak go nasional, mengawal kebutuhan rider soal suspensi. Sebab, selama ini proses up grade dan final setingnya, berdasar testcase.

 

Kalau saya ikut mengamati, JC Suspension bisa diterima secara ilmiah dan serba terukur baku,  yang bisa dijadikan data. “Parameter baku ini yang sebenarnya dibutuhkan tuner dan rider, ”yakin Saiful yang belakangan ini demen pakai kopyah. Dengan begitu rider dan tuner jadi mudah maping sirkuit yang berbeda.

 

Dudung jadi pingin terbang nonton Moto GP, mencari celah dan pembanding kontribusi suspensi di kuda besi yang dipakai road race di tanah air. Mencari rahasia motor bisa rebahan di bawah 15 derajat, itu artinya tugas Janal Chunk sebagai director operational JC Suspension jadi bertambah.

 

Apalagi Dudung karakternya all out tak mau setengah-setengah, bikin sirkuit GTX-MX Jaharun Centre, di Deli Serdang, Medan saja sudah terealisasi dan berjalan. Apalagi berkontribusi di road race, itu artinya Dudung sepakat masuk ke road race skala nasional dan ini masih tahap awal. Bahkan langsung terbayang skema dan desain truck tronton yang akan disulap jadi mobil home, sebagai sentral repair sampai up grade suspensi di tengah kejuaraan road race.

 

Praktis workshop independent demikian yang paling dibutuhkan tim road race, bisa dikerjakan request by order. Kemampuan statistik suspensi masing-masing tim road race kian atraktif. “Dengan begitu, opsi motor kencang tak lagi fokus dan terproyeksi cuman di mesin dan rider, ”yakin H. Bien.   pid