Suzuki CHR Jatim Racing Team : Singa Tua Kembali Menggebarak Di Frekwensi Berbeda

 

 

Press conference pengenalan Suzuki CHR Jatim Racing Team, Jatim. Diminati komunitas Suzuki yang rindu dengan hadirnya tim Suzuki di arena road race.

 

Performa liarnya Suzuki Satria F150 Fi di even road race kelas MP5 ECU standar atau bebek 4 tak 150 Fi level pemula, sebentar lagi dipastikan makin sulit terbendung. Tenang ini masih bicara di level kompetisi pemula dan bukan kompetisinya para raja.

 

Itu lantaran, pelan tapi pasti spesifikasi basis Satria F 150 Fi, mulai banyak yang menyoroti, untuk konsumsi racing. Lebih tepatnya mulai diminati rider pendatang baru yang akan berlaga di kelas bebek 4 tak 150 cc Fuel injection. Memang sih, ketika dievaluasi  sejak peluncuran, Satria F 150 Fi belum kelihatan taringnya di arena road race.

 

 

 

Tapi, di dua bulan mendatang, dari sumber yang terpercaya, Satria F 150 Fi akan melangsungkan pembuktian, menghadapi rivalnya. Pasalnya, sosok loyalis Suzuki karismatik yang juga tuner kawak potensial tanah air asal Jogja, mulai merancang skenario yang luar biasa.

 

Suzuki CHR Jatim Racing Team. Formasi komplit tak ada celah & kembali ukir sejarah.

 

Loyalis Suzuki yang dimaksud tadi tak lain adalah Penta “Singa Tua” Wijaya, yang balik turun gunung, dengan formasi terbarunya. Mengusung nama tim Suzuki CHR Jatim Racing Team. Embel-embel Jatim, jelas Suzuki PT. IJMG di Indrapura, Surabaya yang berperan. Kita cuman improve, refreshment dan simpati. Sebagai catatan ya, kalau line up Suzuki yang lama, seperti Shogun 110 dan RG Sport, banyak menghantar rider kawak jadi jawara dan bersinar.

 

“Giliran dengan line up terbaru di masa milenial ini, kita ingin bereinkarnasi untuk kembali mengulang masa kejayaan Suzuki, ”bisik Penta dengan senyum khasnya. Pastinya, ada output dan kejutan yang luar biasa nih !

 

Formasi terbarunya kali ini diback up rider Davin Christian Putra, kelahiran 24/5/2008 yang juga putra dari Iwan Christianto pemuka balap Jogja sekaligus mantan pembalap kawak Jogja. Sipnya, Davin dibesarkan dari keluarga racing, bapak mantan rider, paman tuner kawak dan keponakan mantan rider nasional papan atas Indonesia.

 

Davin Christian Putra. Penjenjangan smooth & mapan, siap meramaikan kompetisi road race Jatim.

 

Ketika direview, perjalanan Davin identik dengan interval penjenjangan yang smooth dan mapan. Kental terkesan dikader menjadi rider belia yang matang. Dengar baik-baik ya, di 2012 sukses menjadi atlit BMX dan pernah jawara. Di 2013 turun motocross berlaga di kelas special engine 50 cc dan 65 cc, hingga menjelang usia 9 tahun persis sampai awal tahun 2017.

 

Kalau dianalogikan, BMX dan motocross erat terkait memiliki sinergi inline. Dengan BMX, ilmu mencari racing line kian mudah dipahami, selain itu fisik secara tak langsung terbentuk lebih merata dari postur tubuh bagian bahu dan paha kaki. Sipnya lagi, olah nafas dan kontrol emosi mudah diatur.

 

Ketika dikonversi ke motocross, bekal BMX tadi jelas lebih mixmatch. Paha kuat mengapit fender dan jok saat jumping, fight di bawah terik 38 derajat saat laga jadi enteng mengontrol nafas. Demikian saat menusuk berm sembari prosesi late braking, jelas enteng menahan pergeseran center of gravity kuda besi.    

 

Gayung bersambut, untuk proses pengenalan Davin ke trek aspal berlangsung di 2017, lewat balap Mini Gp. Hahaha, Davin berlaga bagaikan rider seeded yang masih belia melawan pemula, proses over take santun, aksi start sportif dan fisik malah tak pernah terkuras. Bingung juga ketika ruang kompetisi Mini Gp, dianggap Davin terlalu ringan hampir tak ada tantangan.

 

Tapi, kalau saya membacanya Itu indikasi passion membalapnya mulai tumbuh dari lubuk hatinya. “Semangat menjadi champion di jenjang lebih tinggi, makin kental tersaji, ”optimis Iwan.

 

Praktis nama besar Penta dan Davin sukses terkemas dalam chemistry yang cantik. Makin klop ketika Davin direpresentasikan sebagai roh Satria F 150 Fi sebagai line up terbaru. Sebab, keduanya sama-sama belianya di ajang kompetisi.

 

Dari sini pula, skenario Penta untuk menggebark kompetisi road race di era milenial dengan Suzuki, jadi mudah kena tebak. Davin dan Satria F 150 Fi sama-sama milenial, final tuning-nya sudah berada di frekwensi yang berbeda. Apalagi memory Davin masih lapang, ketika ditanam chip ritme membawa kuda besi injeksi, jelas lebih singkat loading-nya.

 

Tanda tangan kesepakatan (MOU) kerja sama antara Suzuki PT. IJMG & Iwan Christian Owner Tim. Suzuki kembali buktikan line up terbarunya tangguh di tangan yang benar.

 

Jadi makin berani pasang prediksi, kalau Davin dipastikan ringan menjadi champion. Cuman, secara timing Davin mesti berjuang keras, ketika meninjau MOU yang mewajibkan mengikuti seri Kejurprov dan open road race di Jatim. Itu disebabkan, rider seumuran Davin yang ada di Jatim, dominan masih bertahan sejak musim kompetisi road race di 2018 dan 2019 alias pemula kawak.

 

Tenang, setiap sesi latihan di Mandala Krida, Jogja, tandem Davin justru rider selevel MP3 dan MP4. “Dan strategi awal laga di Jatim, kita tetap pasang gigi 3, jadi siap mengimbangi dan fight prinsipnya, ”tegas Iwan.    pid