Baja Beton Randumas P5Boer, Jombang : Duet Sport 2 Tak 155 CC Rangka Standar Sebagai Pembanding Test Case & Tarjet Champion di 2019

 

 

 

Baja Beton Randumas P5Boer, Jombang. Skema duet kuda besi & terapkan strategi tim order di musim kompetisi drag bike 2019.

 

Langkah komprehensif diterapkan kubu Baja Beton Randumas P5Boer, Jombang menjelang musim kompetisi drag bike 201 meter di 2019. Sepakat menjadi tim order, spesial melayani kompetisi di kelas sport 2 tak 155 rangka standar, yang makin sengit.

 

Definisi tim order disini saling back up sehubungan dengan catatan waktu yang diukir. Buat Andi Wibowo arsiteknya, cara ini juga diterapkan untuk menunjang data saat sesi final seting. Sebab, dengan pembanding dua gacoan, merevisi korekan jadi kian mudah.  Minimal ada guide dan test case, saat recovery dengan data history yang detail.

 

 

Bahkan, saat pengembangan riset berlangsung output positifnya, tersaji nyata. Mutualisme dua kuda besi ini yang akan dijalankan, untuk menghadapi kejutan tim-tim drag bike 201 meter yang mulai berbenah. Apalagi santer infonya, di kelas sport 2 tak 155 cc rangka standar, catatan waktu 7,3 detik dan 7,4 detik, tak lagi menjadi hal yang sulit.

 

Krusial tim order ini diterapkan sebagai sarana pendukung kestabilan grafik performa mesin, di setiap laga di even. “Sekaligus mengatasi problem yang hadir lantaran Faktor X, hingga menyebabkan crankcase pecah yang pernah saya alami, ”urai Bowo sapaan tunernya.

 

Sebab, sekali lagi kompetisi sport 2 tak 155 rangka standar tak bisa dibuat lengah. Itu artinya, pressure kompetisi juga berlangsung makin sengit. Kalau dianalogikan dengan logaritma, kompetisi drag bike 201 meter di kelas ini tak lagi urusan speed dan pandai menganalisa power band dan oper gigi.

 

Performa mesin. Spare daleman mesin kategori fast moving & kembalikan performa mesin lebih baik.  

 

“Tapi, faktor kecakapan rider menebas reaction time, juga menjadi jaminannya, ”kata Dian owner tim yang merger dengan Fatchul itu. Keduanya, di musim kompetisi 2019 ini juga sepakat lebih serius dan terobsesi menjadi champion di kelas yang lagi menjadi primadona ini. Konsekuensi ini juga ditempuh, terkait evaluasi musim kompetisi drag bike 201 meter di 2018.

 

Duet sport 2 tak 155 cc rangka standar. Diback up 3 rider pemula & saling memberi input menebas reaction time.

 

Pertimbangan itu pula, tukang ngegas langsung dipilih tiga rider, yakni Andri Contex, Arya Saputra dan Deska Munthel. “Ketiganya juga dibriefing saling berbagi input, untuk mempersingkat menebas reaction time, ”timpal Fatchul. Minimal dengan saling memberi input seperti ini ada proses meredam emosi antar rider dan berusaha lebih jeli menganalisa prosesnya saat di start.   

 

Desain knalpot. Hasil revisi dimensi perut terbaru.

 

Saat dikunjungi di basecamp seputaran Mojokrapak, Jombang, proses spare telah rampung, penggantian crankcase, blok silinder, kampas kopling dan mengembangkan desain perut knalpot. “Juga hasil evaluasi musim kompetisi tahun lalu, ”tunjuk Ipan pit crewnya.  pid