KRATINGDAENG MINI GP RACE 2019, TRENGGALEK : SEPAKAT MEMBESARKAN MINI GP 2019

 

Kratingdaeng Mini Gp Race 2019, Trenggalek. Proses bersama membangun konsep dan roh balap Mini Gp terstruktur.

 

Musim kompetisi perdana Mini Gp 2019 telah berlangsung di sirkuit Menak Sopal, Trenggalek pada 27 Januari 2019. Even kompetisi yang mengakomodir rider cilik usia 9 tahun – 12 tahun ini, makin tumbuh dan berkembang secara swadaya. Turun berlaga lebih dari inisiatif setiap person, demi memperkenalkan dunia balap ke buah hatinya sejak dini.

 

 

Perspektif Mini Gp makin kesini tak lagi menjadi kompetisi yang sifatnya "happy n fun", tapi mulai mengarah lebih serius dan profesional. Belum lagi sinergi berkesinambungan para pemuka balap yang memandang Mini Gp cukup efektif, dipakai sebagai tahapan penjenjangan sebelum menunggang kuda besi regular.

 

Wahyudi Kratingdaeng & Eko Purwanto ban FDR. Terpacu mengemas even Mini Gp lebih atraktif & suport kemajuan otomotif Jatim.

 

Konten pesan sponsor makin bersinergi, sebab secara tak langsung membangun opini memberi apresiasi ke perkembangan Mini Gp dan proses kaderisasi sejak dini. Jadi, pesan sponsor pada momen ini tak cuman lebih diterima ke nilai dan output marketnya saja, tapi juga kontribusi dan kepedualian terhadap kemajuan otomotif di Jatim. Tapi, sayang hingga saat ini cuman baner atau umbul-umbul Kratingdaeng dan ban FDR saja yang identik memberi warna sepanjang trek sirkuit Menak Sopal, Trenggalek. Lantas mana nih baner dan umbul-umbul APM Mini Gp ?

 

Hingga, Wahyudi dari Kratingdaeng dan Eko Purwanto dari ban FDR, bisik-bisik ikut memikirkan kemasan even seperti apalagi yang pas buat menyambut atraktifnya perkembangan Mini Gp. Prinsipnya, secara history perjalanan balap di Jatim, keduanya sepakat ikut memajukan Mini Gp.  

 

 

Amrulloh Fanany Arlians Racing Cloth. Mini Gp layak dibesarkan bersama, sebagai penerus otomotif segmen racing di Jatim.

 

Tenang, dari segi aparel dan perlengkapan jersey saya atas nama Arlians Racing Cloth, juga siap mensuport dan turut membesarkan perkembangan Mini Gp. Sebab, bagaimanapun juga Mini Gp adalah alternatif menumbuh kembangkan dunia racing di Jatim. Ilustrasinya, kalau rider setelah jadi raja kemudian berexpansi ke bisnis lain, lantas penerusnya siapa lagi kalau bukan rider Mini Gp ? "Apalagi, laju kompetisi Mini Gp tetap kencang, identik dengan sebuah private racing  school, "nilai Amrulloh Fanany owner Arlians Racing Cloth memaparkan. 

  

Bahkan di kesempatan even kali ini M. Taufik dan Haris Barata dari Pemprov IMI Jatim, berusaha menjelaskan secara gamblang mengenalkan apa fungsi dan cara kerja lampu start berbanding sportifitas. Jadi, dengerin ya bapak Taufik dan bapak Haris ! 

 

Belum lagi, makin banyaknya campur tangan dingin pemuka balap yang ikut perhatian dalam memajukan perjalanan kompetisi Mini Gp. Seperti halnya Bima Octavianuz yang spesialis menjadi mentor rider cilik buah hati para veteran balap dan tuner top tanah air, yang ikut berlaga di Kratingdaeng Mini Gp Race 2019, Trenggalek.

 

Ketika meninjau dinamika Mini Gp, semua tim dominan berlomba menjadi terbaik, dengan berbagai alternatif strategi. Mengemuka, makin banyak variabel tekhnik yang diterapkan masing-masing instruktur atau mentor yang menaungi.

 

Rider Nando Sumber Telur Fabian Anugrah Trans Racing Team, Tulungagung. Mengusung trainer fisik crosser bekal fisik extra menjadi champion Mini Gp. 

 

Seperti munculnya Sapri trainer fisik crosser-crosser Jatim, yang sekarang diorder khusus oleh Aan Widodo menangani putranya, yakni Nando rider Mini Gp yang membela tim Sumber Telur Fabian Anugrah Trans Tulungagung. Siswa SDI Al Hidayah, Ngunut, Tulungagung itu bahkan ditargetkan dibentuk fisik dan mentalnya sejak dini, sebagai persiapan menjadi champion di even Mini Gp. "Menu fisik segmen usia Nando, lebih saya tekankan ke pembekalan stamina lebih extra dan menu gizi yang ideal, ”terang Sapri yang menargetkan 3 bulan fisik Nando akan berbeda.

 

Sedang Parcok asal Surabaya lebih konsisten menjalankan merger tim sekaligus sebagai proses menggalang asosiasi Mini Gp Jatim yang berlandaskan kekeluargan. Didalamnya, menaungi rider #16 Rally Joni Badrus, #17 Thauriq Montegi, #25 Raya Jono Badrus, #56 Bima Cooker, #05 Lucky Miki dan #06 Sascha Starlight. Rider diatas membela dua tim yang berbeda, yakni ARJ FUD ECS FBRT56 Racing Team dan FBRT56 MY GLASS Racing Team, tapi bernaung dalam satu padock.

 

ARJ FUD ECS FBRT56 Racing Team dan FBRT56 MY GLASS Racing Team. Komitmen membentuk asosiasi Mini Gp Jatim sebagai aset Jatim dalam proses kaderisasi sejak dini. 

 

 

Upaya untuk membesarkan serta menggairahkan Mini Gp di Jatim ini konsisten terus berlangsung. Apalagi, Bayu Wira owner FBRT 56 My Glass Racing Team, Malang juga menghendaki kelak balap Mini Gp, bisa menjadi aset Jatim untuk maju bersama memberlangsungkan kaderisasi lebih terstruktur. Dalam konteks ini Bayu memandangnya dari scoop lebih luas.

 

Rider Rafif Satya & Adi Salma. Fokus adaptasi dengan kuda besi & mantapkan skill balap. 

 

 

Beda dengan Adi Salma ortu dari rider Rafif Satya, yang lebih ditekankan pada pembekalan materi skill membalap. Racing line, titik pengereman, cara mengovertake hingga kapan mulai full throttle keluar tikungan. Sehingga dominan trainingnya lebih ke adaptasi cara gaya membawa motor. Metodhe pelatihan tekhnikal menebas variabel trek, menurut Adi Salma ditekankan pada feeling Rafif membaca kemampuan Mini Gp.

 

Sedang rider cilik Alvaro putra dari Arya rider kawak Tulungagung, kabarnya lebih awal mengenal Mini Gp. Jadi, lebih ke bakat alam dan naluri balapnya yang sudah tertanam sejak dini. Hingga di perjalanan even Mini Gp, Alvaro identik naik podium. "Kendati usianya baru 6 tahun, tapi saat diturunkan di kelas 12 tahun, Alvaro mampu fight berada di urutan ke 6, "senyum Ali Wafa rider kawak Tulungagung yang bangga menjadi instruktur Alvaro.  

 

Rider Alvaro Al Putra Pratama Racing Team Tulungagung. Dimentori Ali Wafa rider kawak Tulungagung hingga menjadi champion. 

 

 

Pesan makin atraktif dan berjalannya dinamika di kompetisi Mini Gp, memang kian memacu penyelenggara dan Pemprov IMI Jatim untuk segera duduk bersama merumuskan pengembangan Mini Gp lebih terstruktur. Untuk membangun konsep dan roh balap Mini Gp, agar secara konten tetap sportif, obyektif dan tak banyak versi aturan. "Dan di seri perdana Kratingdaeng Mini Gp Race 2019 ini, secara aturan kita konsep tentatif, kita tetap masih test case dan learning by doing, hingga didapat kesepakatan bersama untuk membesarkannya, "yakin Rudi.   pid

   

 

HASIL KEJUARAAN                                                                                                                            

MINI GP STANDART USIA 4 s/d 9 Thn                                                                                 

1. 125         VALERA OCAVIANUS                        X-5 NET ERZHET CCP BANGKIT OCTV2 R5 SABIYA MOTOR              YOGYAKARTA                NN

2. 83            RAFIF SAD YA                MINI GP TA HKS NUANSADIA 83                     NN                 NN

3. 123         ALVARO P                        AL PUTRA PRATAMA AWL 123                         TULUNGAGUNG            NN

4. 35            SAYHAN ALVERO         X-5 NET ERZHET CCP BANGKIT OCTV2 R5 SABIYA MOTOR              MADURA  NN

5. 80            FADIL MARUJONO      LENKA FACTORY RACING TEAM                        YOGYAKARTA                LENKA

                                                                                                                                               

MINI GP STANDART USIA 9 s/d 12 Thn                                                                              

1. 125         VALERA OCAVIANU S                       X-5 NET ERZHET CCP BANGKIT OCTV2 R5 SABIYA MOTOR              YOGYAKARTA                NN

2. 48            PANDU W                         SA 48 TRAINING SCHOL                  BLITAR        LENKA

3. 63                                                                                   

4. 80            FADIL MARUJON O    LENKA FACTORY RACING TEAM                        YOGYAKARTA                LENKA

5. 45            ABIMANYU                      BAHTERA TEAM            NN                 NN

                                                                                                                                               

MINI GP STANDART LOKAL TULUNGAGUNG & TRENGGALEK                                                                              

1. 63            FAVIAN      GAS LOR IBUKU SAYANG INDO AJEK             TULUNGAGUNG            NN

2. 83            RAFIF SADYA                  HKS NUANSA DIA        TULUNGAGUNG            NN

3. 123         ALVARO PORORO        AL PUTRA PRATAMA AWL 123                         TULUNGAGUNG            NN

4. 7               TATA            RAFA RACING PILIPS                         TULUNGAGUNG            NN

5. 19            EDO               SRC FASINAR GAZ LOR                     TULUNGAGUNG            NN