Fenomena MX & GTX : TUJUAN SURVEY & INSPEKSI SIRKUIT

 

 

MX & GTX Jatim. Animo makin pesat & sirkuit alternatif makin meningkat. 

 

MX & GTX di Jatim makin atraktif, tak lagi promotor atau big bos saja yang menggelar balap. MX Training sampai crosser kawak juga berambisi menggelar MX & GTX, sebagai bentuk dinamika MX & GTX di Jatim yang makin melaju kencang. Kalau sudah begitu, penyebaran sirkuit alternatif secara tak langsung lebih banyak pilihan. Hingga setiap kota di Jatim, minimal memiliki dua sampai tiga sirkuit MX & GTX. Ini yang namanya dinamika MX & GTX makin berjalan, efek daya magnet sosial yang cukup kuat dari even itu sendiri. Praktisnya, banyak yang kebagian berkah !

 

 

 

Cuman, dari makin beragamnya dan alternatif sirkuit di Jatim, faktor kelayakan sirkuit tentu menjadi hal yang paling mendasar. Idealnya, ada toleransi dan pertimbangan yang mampu mengakomodir kejadian diluar dugaan pada perjalanan lomba, sehubungan dengan detail desain sirkuit. Jadi teringat dengan wejangan almarhum Krisnadi promotor dengan bendera Jatim Automotive Club kala itu, yang paling jeli menanggapi soal ini.

 

Ingat ya, pada point ini yang layak dipikirkan bersama khususnya penyelenggara dan Pemprov IMI sebagai regulatornya, seiring pesatnya perkembangan MX & GTX termasuk crosser dan tracker yang berlaga. Minimal quota dan kapasitas sirkuit harus berbanding lurus. Agar tak sampai menimbulkan polemik dan debat kusir.

 

Crosser Marcelino Rigi SCT Baby Umar JPMX Academy Jatim. Keluar trek efek lintasan licin & tak ada unsur menguntungkan crosser atau mempersingkat trek.

 

Seperti diberikannya sanksi tambahan waktu kepada Marcelino Rigi crosser belia potensial 85 cc yang membela SCT Baby Umar JPMX Academy Jatim. Disebabkan saat berlaga, Marcel keluar jalur efek lintasan sangat licin hingga menyebabkan tak dilewatinya single jump. "Tapi, catat dan ingat ya kejadian ini berlangsung saat posisi Marcel sudah di depan meninggalkan rival, terhitung hampir setengah lap, "urai H. David ortu dari Marcel.

 

Jadi, pada rana ini Marcel tak ada niatan untuk mempersingkat panjang trek yang telah ditentukan. "Logikanya, ketika bermain safety saja sudah menang, "terang H. David yang merasa kecewa tidak dipakainya buku biru aturan motocross sebagai acuhan sebagai pertimbangan saat mengambil keputusan.

 

Sedang pendapat Moy Arifin yang ditunjuk sebagai pimpinan lomba dari Pemprov IMI Jatim saat berlangsungnya kejadian di even MX & GTX Lumajang silam, saat dikonfirmasi Moy menegaskan tak dilewatinya single jump tadi yang menjadi penyebab Marcel menerima sanksi berupa tambahan waktu, hingga posisinya bergeser di urutan lima. Untuk sementara jawaban Moy saat dikonfirmasi cukup demikian.

 

I Nyoman Wisnu Biro Olahraga Sepeda Motor – MX/GTX IMI Pusat. Pertimbangan tetap aturan buku biru motocross.

 

Sebagai pembandingnya, konfirmasi berlanjut ke I Nyoman Wisnu Biro Olahraga Sepeda Motor – MX/GTX IMI Pusat. Nyoman sapaannya langsung browsing gadgetnya, perihal buku biru Peraturan Motocross Edisi 2018 pada point 01.17 pada bab “Bantuan Dari Luar – Memotong Lintasan”.

 

Pada paragraf bawah dijelaskan, bahwa pembalap yang meninggalkan jalur lintasan pada saat balapan berlangsung dapat kembali mengikuti balapan, dengan masuk ke dalam jalur lintasan secara perlahan. Pembalap harus kembali di titik terdekat dari titik saat keluar jalur, tanpa mendapat keuntungan atau mempersingkat jalur.

“Dan selanjutnya pimpinan lomba yang harus bisa menilai dan menegaskan, saat keluar jalur tadi pembalap yang bersangkutan dinyatakan menguntungkan yang sifatnya mempersingkat jalur atau tidak, ”lontar Nyoman.   

 

Bambang "Kapten" Haribowo. Butuh inspeksi sirkuit lebih jeli untuk memperkecil problem.

 

Menanggapi kejadian ini, sifat bijaksana turut diambil oleh Bambang Haribowo Ketum Pemprov IMI Jatim. Kalau memang ada yang diragukan dan merasa ganjil, silahkan layangkan protes atau banding. "Prinsipnya kita welcome dan bangga keputusan yang berpegang teguh pada sportifitas, "tegas Bambang. Dan ini loh fungsi dan tujuan inspeksi sirkuit sebelum even berlangsung, mengkaji kelayakan, memperhitungkan toleransi, sampai titik-titik yang berpotensi terjadinya problem seperti ini. "Nex time bisa dijadikan bahan pelajaran bersama, iya toh, "tambah Bambang.   tim