STW 88 Kaisar Motor GTX Team, Sidoarjo : Formasi Tim Baru & Pasang Tarjet Juara Umum 2019

 

Setyawan owner STW 88 Kaisar Motor GTX Team, Sidoarjo. Pasang Tarjet Juara Umum 2019 & butuh asimilasi dengan tracker provinsi sebelah.

 

Musim kompetisi GTX 2019 di Jatim dipastikan makin sengit. Mengingat, makin banyak saja tuner dengan latar belakang road race dan drag bike berlaga di GTX. Peta kekuatan tracker jadi sulit ditebak, sebab hal demikian juga identik dengan bongkar pasang formasi tracker.

 

 

Ditambah lagi kebiasaan tuner road race saat riset dan pengembangan performa mesin lebih modern, dengan output yang signifikan. Tracker yang giliran berlomba merapat ke tim yang diback up tuner ex road race dan drag bike.

 

Satu sisi, mulai merapatnya ex tuner road race dan drag bike di GTX, turut memberi warna kompetisi makin atraktif. Pada point ini, layak disebut sebagai motivator. Sebab, tuner spesial GTX yang telah lama berkecimpung di garuk tanah, jadi kian terpacu. Kalau sudah begitu, level kompetisi GTX jadi lebih terangkat.

 

Termasuk tim STW 88 Kaisar Motor, Sidoarjo. Kendati baru setahun berlaga di even GTX Jatim, tapi sukses menjadi pengganjal tracker jawara lama. Kental tersaji pada kelas-kelas bergengsi, seperti Bebek Modif, Sport Trail FFA dan Sport Campuran dengan back up tracker potensial Lipo dan Bagas. Bahkan, info dari Setiawan big bos tim yang diback up sepenuhnya oleh workshop Kaisar Motor, Sidoarjo itu lagi mengaudisi satu tracker, sebagai pelengkap formasi timnya di 2019.

 

“Ciri khasnya yang lagi saya cari, tracker bertipikal petarung dan pastinya masih belia di bawah 20 tahun, ”urai Setyawan yang di tahun 2019 ini telah mempersiapkan 9 kuda besi berikut sparenya. Option part racing dan pengembangan korekan juga lagi berjalan, bagian dari revisi korekan di 2018. “Termasuk suspensi juga kelar refresh, jadi tinggal seri perdana even GTX untuk uji coba, ”kata Pak Be arsitek kuda besi STW 88 Kaisar Motor, Sidoarjo.

 

Aksi Bagas. Salah satu tracker STW 88 Kaisar Motor GTX Team, Sidoarjo saat berlaga di kelas sport trail.

 

Untuk tempat latihan, di kawasan Kalanganyar, Sidoarjo ada lahan yang bisa dipakai pemanasan dan adaptasi final seting pengembangan performa mesin terbaru, selain lahan Gunung Gangsir, Pasuruan.  Dan instrukturnya langsung diback up oleh pelaku otomotif kawak Jatim, yakni Hadi Kurniawan, Heri Djinggo dan Pak Be. 

 

Bisa dibilang di 2019 kita lebih all out, setahun bagi saya cukup adaptasi dan pengenalan serta membaca peta kekuatan tim GTX di Jatim. Pertimbangan prestasi selama berlaga di kompetisi GTX 2019, optimis dan yakin di 2019 saya pasang target menjadi juara umum. “Kalau bicara level kompetisinya GTX full seri semua kejuaraan di Jatim dan tambahan Power Track, sebagai ajang kompetisi best of the best-nya tracker di tanah air, ”urai pria yang juga pengusaha bibit ikan Nener itu.

 

STW 88 Kaisar Motor GTX Team, Sidoarjo. Semangat berkompetisi di GTX berlatar belakang pengusaha ikan.

 

Dan kalau boleh memberi saran kepada penyelenggara, untuk pemerataan lokasi even GTX akan jauh lebih mengena kalau wilayahnya lebih merata. Sebab, selama 2018 wilayah yang dekat dengan perbatasan Jateng hampir tak pernah digelar. Padahal, kita sebagai owner tim juga menghendaki terjadinya asimilasi tracker Jateng, Jogja dan Jatim berlaga dalam satu even.

 

Minimal ada pembanding tracker, untuk menaikkan grafik kompetisi, selain di even  yang levelnya nasional. “Apalagi, atmosfir kompetisi GTX di Jatim ini terbilang sudah di puncak, tinggal penyelenggara yang layaknya untuk mempolakan lebih komprehnsif, ”tegas Setyawan yang baru saja disuport Norifumi merk knalpot yang tenar di GTX tanah air itu.  pid