PREVIEW KEJURPROV GTX & MX JATIM - BANYUWANGI : Incaran Instruktur MX & Even Pestanya Tracker


Zona tapal kuda, tepatnya Cluring, Banyuwangi 13-14 Oktober ini, kembali ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran garuk tanah bertitel Kejurprov GTX & MX Executive IMI Jatim 2018 - Putaran 3, sekaligus dalam rangka memperingati HUT TNI  ke 73. Sipnya, even yang memanfaatkan sirkuit Trembelang, Cluring, Banyuwangi kali ini, makin berwarna dan tak lagi pucat.

 


Itu lantaran  Dandim 0825, Gatra Jaya Group Ampo, Sri Kuning Expedisi, Bebek Ngepot dan Amidis turut mensuport, memberi kontribusi menggairahkan even garuk tanah di zona tapal kuda pesisir.    
Apalagi MX dan GTX, juga berpotensi sebagai prasarana sport tourisme, di Banyuwangi.  Sekilas infonya, Cluring sempat menjadi trade mark, produktif mencetak tracker potensial zona tapal kuda tepatnya bagian pesisir.

 

 

 

 


Wajar dong, 7 tahun silam, MX dan GTX di wilayah ini berkembang swadaya. Antara penggiat dan tracker melebur menjadi satu menggelar MX dan GTX. Sampai-sampai GTX di wilayah ini sudah semacam budaya dan hiburan masyarakat, yang paling dinantikan selain acara tradisional daerah. Cuman ketika terjadi asimilasi dengan metodhe MX Training Falcata 77, Banyuwangi, tracker dan crosser wilayah ini makin visioner dan profesional.

 


Hingga secara pertumbuhan, tracker tetap yang mendominasi, dibanding crosser yang relatif baru mulai melangsungkan pembinaan di kelas special engine 50 cc, 65 cc dan 85 cc, setelah bertebar MX Training. Menghadapi fenomena demikian, kelas GTX spesial di even kali ini dibuka lebih variatif. Lingkup kelas regular dikembangkan dengan pengkategorian junior dan senior. Tracker pemula berpeluang menunggang kuda besi tracker senior. Dengan begitu tracker pemula kian terpacu tampil di level lebih tinggi.

 

 

Falcata 77 Gatra Jaya Group Banyuwangi

 


Dan tradisi seperti ini yang dari dulu berjalan di zona tapal kuda. Jadi, jangan heran ketika status tracker masih pemula tapi dari skill setara senior. "Sebab itu pula, beberapa kelas GTX mulai ada pembatasan umur dan lagi disosialisasi sejak 2018," urai Arif Kliwon instruktur Falcata 77 Banyuwangi yang kali ini ditunjuk sebagai konseptor even dan bekerja sama dengan penyelenggara lokal Banyuwangi.

 


Kabar terbarunya, di even yang rencananya digelar dua hari itu, akan dihadiri crosser asal Bali, Jateng dan DIY. Mengingat, seri Kejurprov GTX & MX Executive IMI Jatim 2018 mulai menjadi incaran instruktur MX luar daerah. Sebab, secara aturan lomba mendekati kejurnas, termasuk jumlah lap yang dipakai. "Sehingga, lebih pas untuk pemantapan jenjang crosser belia 50 cc, 65 cc dan 85 cc," yakin Arif.   

 

   

naskah/foto : pid