Grebeg Suro Road Race Openchampionship 2018 - Ponorogo : Mini GP Makin Atraktif

Pembibitan pembalap memang lebih baik berlangsung sejak dini, ketika bercermin dari rider-rider belia potensial yang sudah go to Asia. Bisa juga mengaca dari kelas yang dibuka di MX, disana ada kelas special engine 50 cc dan special engine 65 cc, diperuntukkan crosser belia, kendati saat di 2015 sempat dicekal lantaran crosser yang berlaga tak punya SIM C.

 


Sekarang giliran Mini GP, sosialisasinya makin berjalan, semulus jalan Wilangan - Ponorogo arah sirkuit pasar senggol. Bahkan Mini GP mulai menjadi suporting class, pundi kas penyelenggara jadi meningkat,  di setiap even road race yang sirkuitnya dianggap representatif untuk Mini GP.    


"Saat ini idealnya, straight 150 meter, u-turn, fast corner dan chicane, rider jadi optimal mengeksplore kemampuan skill berbanding power mesin, tapi kalau ada kritik dan masukan sampaikan saja untuk pengembangannya, "sebut Parcok dengan nada tinggi motivator Mini GP Jatim itu.

 


Hadirnya Mini GP, juga sukses merefresh suasana padock, sebab makin ceria. Atmosfir racing school makin mengemuka, dengan kesibukan para mentor yang lagi briefing rider belia didikannya. Itu lantaran meskipun kapasitasnya 50 cc, tapi pengembangan bakat, skill dan improve di sirkuit tetap menjadi tugas mentor, sekaligus Racing Comitee (RC) terutama sisi safety.


"Minimal setiap titik variabel trek dijaga petugas RC, agar lebih taktis menangani, "nilai Dimas Kresek yang mengawal rider Favian Gazslor, Tulungagung. Mengingat rider belia masih relatif otak kanan yang lebih menonjol dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ), termasuk saat balap. "Jadi, sekali lagi mesti dipertimbangkan juga faktor emosional dan safetynya, "tambah Dimas yang menyebut lintasan kali ini safety.  

 

Tapi, ada yang memandangnya dari sudut berbeda, seperti Bayu Wira owner tim FBRT 56 My Glass, Malang dengan rider Sascha usia 9 tahun dan Lucky Miki umur 6 tahun. Bayu memandang Mini GP, justru untuk membangun mental lebih berani, sportif, improve dan mengasah intelligence Quotient alias IQ sejak dini. "Secara tak langsung bisa menumbuhkan pribadi yang visioner sejak belia, "tegas Bayu yang sejak kecil juga hobi olahraga itu.

 

Tim FBRT 56 My Glass, Malang


Wujud keseriusan laga di Mini GP itu juga ditunjukkan dengan up grade performa mesin Mini GP pacuan kedua ridernya, di padepokan Mini GP Racing Depok dan Dins Garage, Malang. "Nah, kalau itu juga atas improve Sascha dan Lucky, sesuai kebutuhan balap, saat latihan, jadi kita fleksibel dan mengikuti naluri dan gaya balap keduanya, "urai Bayu yang juga pengusaha kaca olahan kualitas export itu.

 


Boomingnya dan daya pikat Mini GP, juga sukses memacu tim provinsi sebelah hadir berlaga, seperti Fadil Marc Jono yang membela tim Lenka factory Racing Team, Jogja dan Arya Vistra juga asal Jogja yang membela tim D45 ECS. Keduanya sengit saling over taking dengan Gilang Pranata rider tim CV Ira Putri 124 Bunda Surya Pamekasan dan V Pandu asal Blitar.    



naskah/foto : pid