JELANG KRATINGDAENG ENDUROCROSS CHAMPIONSHIP, 24-25 Maret 2018, KEDIRI : Makin Bersinergi !

Dimeriahkan aksi trial bike

Sabtu dan minggu mendatang (24-25/3), sirkuit Brigif yang akrab disebut sirkuit gunung Klotok, Kediri kembali lagi terpilih menjadi sirkuit even spektakuler tahun ini, bertitel Kratingdaeng Endurocross Championship 2018. Keren pastinya, jenis even dan sponsornya makin nyambung.


Kalau dibedah endurocross adalah gabungan ngegas trek di variabel alam dan sirkuit dengan menu variabel trek komplit. Jelas menguras fisik, manajerial cara memforsir fisik lebih dibutuhkan, kapan saatnya slow, tahan dan full throttle. Selain dibutuhkan skill membawa kuda besi untuk mengikuti intonasi variabel trek, rider juga dipaksa untuk mengeluarkan tenaga dalam, eh stok energy.

"Nah ini dia, yang sering belajar kandungan gizi pasti tahu sampeyan makanan dan minuman apa saja yang perlu dikonsumsi, "terang Sigid Hindoroseto, Brand Manager Kratingdaeng.

Refleksi variabel trek alam



Bisa dibayangkan ya, pada kondisi limit energy yang tersisa, rider dipaksa ngegas dan mikir berbagi mode membalap hingga finish. “Tenang, kalau yang biasa adventure di trek pegunungan dengan debit oksigen tipis, dijamin enteng menghajar trek garapan Lightning Production yang mengkombinasi desain sirkuit motocross dan kontur alam itu, ”dukung Davin Thomas Lai Direktur Marketing Kratingdaeng. 

TIM KRATINGDAENG, makin memanjakan & setia mengawal kegiatan otomotif tanah air



Nah spesial di kelas yang menjadi wadah rider pro yang notabene crosser aktif, ritualnya cukup re-seting suspensi dan maping kurva power lebih smooth. "Tapi, sampai sejauh ini kurva power kebutuhan motocross, masih bisa fleksibel dipakai di enduro, "singkat Daniel Tangka from Djagung Racing Factory, Malang. Dia termasuk penggerak kompetisi berbasis kuda besi special engine di Jatim. 

Dari jumlah peserta dijamin membludak, wajar dong Kediri dapat ditempuh dari 5 mata angin, Blitar, Nganjuk, Jombang, Pare dan Tulungagung. Pikir simpel saja, setiap zona turun 50 peserta, itu artinya sudah 250 peserta. Ingat ya jumlah 50 peserta itu cuman pilihan yang punya skill dan nyali dari ratusan member di "setiap club" adventure yang kini lagi on fire. Jadi, bisa diprediksi lebih peserta kelas-kelas yang mengakomodir rider adventure. 

Wajar lagi dong kalau disebut on fire, mereka setiap weekend happy n fun terus ber-adventure. Nah, giliran sabtu dan minggu (24-25/3) mendatang di sirkuit gunung Klotok,  sebagai kawah candradimukanya alias sesi ujiannya. Makin nyambung dengan agresi Mbah Met yang kembali merevitalisasi Forum Otomotif Kediri, dalam hal ini termasuk lingkup club hoby dan tim MX GTX, Kediri agar kembali solid, guyub, modern dan selalu menjunjung nilai sosial.

Sisi lain, dijamin ramainya peserta kali ini juga efek makin familiar dan daya magis sirkuit gunung Klotok, Kediri. Sebab, rata-rata crosser Jatim yang kawak sampai gantung setir, pernah cium tanah dan dibesarkan oleh sirkuit gunung Klotok. Juga menjadi primadona crosser cilik sampai executive untuk berlatih.

Bahkan di acara ini juga kental dengan sisi entertaint, dengan hadirnya trial bike exhibition, yang menjadi influenz baru maniak garuk tanah. "Termasuk sejuknya hawa seputaran sirkuit dan tersedianya altar alami, turut menjadi daya tarik sendiri bagi audiens, "yakin Wahyudi dari Kratingdaeng Jatim yang sering bagi-bagi duit ke promotor Jatim itu alias jadi sponsor. | pid