Viar Akomodir Crosser Cilik di OMR Trail 100 cc

OMR Viar Cross X 100MT optimis ramai & proposional mengadu skill crosser cilik

Agresi yang diberlangsungkan APM Viar Indonesia di even garuk tanah tiada hentinya. Kelar mensuport Nugroho MX Training, di musim kompetisi garuk tanah 2018 ini, Viar kembali menggebrak. Lewat dibukanya kelas OMR Viar 100 cc, yang kali ini Cross X 100MT yang diperkenalkan sebagai kuda besinya, saat di Kejurprov MX & GTX Jatim yang digelar sabtu - minggu (10-11/3) silam di sirkuit Arca Tondowongso, Gayam, Kediri.


Kental menyampaikan pesan, kalau Cross X 100MT sebagai hasil improve pabrikan Viar  menanggapi maraknya animo crosser cilik di tanah air. Dan Cross X 100MT, lebih tepat dipakai buat training. "Dan memang lebih rasional dibanding membangun bebek yang dimodif trail, sebab faktor safety Cross X 100MT, "tegas Haris Suprapto Regional Manager PT. Triangle Motorindo sebagai APM Viar Motor Indonesia. 

Haris Pujo, Charles Hartawan, Nugroho & Arif Kliwon



Di kesempatan kali ini Haris menggandeng Charles Hartawan owner CV. Surya mas Citra Niaga diler Viar yang menaungi plat AG dan AE. Jadi makin nyambung, apalagi Charles juga mantan pemain garuk tanah kawaknya Kediri.

Ada yang menarik dengan kelas ini, terkait dengan performa yang merata dan berimbang. Murni mengadu skill crosser, inisiatif crosser lebih terbangun hingga instruktur yang kasih aba-aba di tepi lintasan sudah tak digubris. Haha ini dia inputnya !

Macam saat berinovasi membentuk racing line baru dan mengumpan power saat menghajar jumping. Upaya saling mengejar dan mengovertake lebih terlihat. Dari sini saja pengembangan skill di setiap meter trek ada hasil dan harapan buat menang. "Sehingga, ada kepuasan dan kebanggan ketika unggul bertarung dengan spesifikasi kuda besi yang berimbang, "nilai Tri Priyo Nugroho instruktur Nugroho Motocross Training, Kediri.

Itu artinya, potensi untuk membuka kelas trail 100 cc jadi lebih memungkinkan. Sebab, trail lokal jenis OEM dan bukan modifikasi yang memiliki kapasitas mesin 100 cc juga banyak. Satu hal yang terpenting, dengan dibukanya OMR di kuda besi dengan basis mesin paling kecil ini, optimis akan memberi peluang crosser cilik yang ingin berlaga di MX akan terealisasi.

Selain itu juga bisa dijadikan solusi, misalkan ada crosser cilik yang kebetulan kuda besinya masih tahap maintenance dan order spare part bisa berlaga di kelas ini sebagai alternatifnya, "yakin Haris. "Sayang kan kalau tahapan jam terbang mereka kendor gara-gara faktor tekhnis, "tambahnya.

Termasuk Arif Kliwon instruktur Falcata 77 MX Training Banyuwangi, yang menanggapi positif kelas ini. Cuman, mantan tracker itu menambahkan layak ada penjenjangannya juga. Mungkin dari 100 cc, ada juga di 125 cc dan 150 cc. Sekaligus sebagai refleksi kelas-kelas yang beredar di kelas special engine. "Saya optimis peserta akan ramai, ketika dijadikan kelas regular dan diberlakukan pengkategorian umur crosser, "dukung Arif yang pernah membuka kelas ini di zona Banyuwangi.  | pid