OMR CRF 150 L MENGGAIRAHKAN PASAR AUTOMOTIVE

Hadirnya CRF 150 L akan kembali menggairahkan pasar automotive

Gagasan dan ide segar kembali hadir, sebagai stimulus untuk memperkenalkan produk terbaru Honda CRF 150 L lebih intens ke masyarakat luas. Bahkan, setelah dilaunching dan test ride di akhir tahun  2017 lalu, kini kembali lagi CRF 150 L diuji ketangguhannya di even motocross yang terefleksi sebagai kawah candradimukanya.


Dalam hal ini PT. Mitra Pinasthika Mulia sebagai distributor Honda Jatim dan NTT dan Dealer Honda Aries Putra Nganjuk sebagai penggagasnya. Sebagai supporting kelas di hajatan WTJ Motocross Openchampionship 2018 yang rencananya digelar 5 seri di Jatim dan seri pertama berlangsung di sirkuit Alas Maliran, Blitar (13-14/1) mendatang.

Dan spesial dikemas inovatif, dalam kelas CRF 150 L standar dan CRF 150 L open. Dua kelas tadi dibedakan dari status rider antara pembalap dan non pembalap, untuk menghadirkan kompetisi yang lebih fair play. Dan kategori non pembalap lebih ditekankan mengakomodir rider-rider adventure yang sudah familiar dengan kuda besi jenis trail. Infonya, spesial juara 1, 2 dan 3 ada tambahan hadiah Knalpot Pro SPEED SX.

Eko Budi Sentosa dari Dealer Honda Aries Putra Nganjuk sebagai penggagasnya



Cuman dari sisi regulasi, sejauh yang dirumuskan masih fleksibel. “Itu artinya kita tetap berusaha terbuka dan memberi kesempatan bagi tuner dan rider, untuk saling berinovasi dan mengembangkan dalam penyempurnaan CRF 150 L, saat dipakai kebutuhan kompetisi, ”tegas Eko Budi sentosa dari Dealer Honda Aries Putra, Nganjuk. Pria yang juga rider supermoto Peraih Juara Umum Kelas 450 Master di seri Trial Game Asphalt 2017 itu menambahkan, dari situ kita pastikan ada input positif, sebagai pembeda dan pengkategorian regulasi kuda besi yang fair, hingga terbentuk kesepakatan.“Istilahnya learning by doing,  ”urai Eko memastikan.

Nah, yang perlu diperhitungkan lagi adalah aspek sosialnya. Ilustrasinya, setiap ada kuda besi baru yang dijadikan gacoan, dipastikan akan membuka ceruk pasar baru pula. Mari berhitung, untuk kebutuhan motocross disebut lazim ketika tapak kaki terbagi ban - velg, suspensi, busi, bearing high speed, ECU aftermarket, Injector aftermarket, kampas kopling, pegas katup, pegas kopling, decals branding, setang kemudi, master rem, cakram depan belakang, knalpot racing, menjadi menu utama untuk spare dan final seting.

Belum lagi improve dari racing factory yang selangkah lebih inovatif. Jadi, akan makin banyak produk option part custom yang diciptakan, sebagai pelengkap CRF 150 L untuk kebutuhan kompetisi. “Dari situ saja, berapa produk, bahan, SDM dan alat transportasi yang secara tak langsung akan dilibatkan, ”nilai Eko. Siklus bisnis automotive dan sosial lebih berjalan dan sekaligus berpotensi menggairahkan pasar automotive tanah air. Efek mutualismenya, produsen kemungkinan akan kembali bergairah hingga nafsu menawarkan diri sebagai sponsor even.

Itu artinya, kompetisi sport trail 150 cc open, akan berpotensi dijalankan, untuk mengadu semua merk. Pasalnya, terhitung sudah lebih dari 3 produk yang biasa berlaga, termasuk CRF 150 L. Dengan demikian, segmen kompetisi jadi lebih luas dan motocross kembali bergairah. Tinggal menunggu PP IMI dan Pengprov IMI sebagai regulatornya, untuk mengesahkan regulasi yang dipakai.