Sirkuit Banjarsari Agro Community, Jombang : Angkat Agro Tourisme Lewat Motocross

Dilengkapi wahana hiburan, edukasi dan outbond

Dilengkapi wahana hiburan, edukasi dan outbond

Mengemuka, Jombang sebentar lagi memiliki sirkuit skala Asia Pasific, dengan infrastruktur yang  representative, di seputaran desa Banjarsari, Perak, Jombang. Memiliki panjang lintasan dengan total 1.1 KM bertipikal motocross, dari luas tanah 4 hektar dari 10,5 hektar yang dimanfaatkan sebagai prasarana penunjangnya.


Seperti hasil peninjauan otre di sirkuit pekan silam, proses pengerjaan sirkuit yang memiliki nama Banjarsari Agro Community (BAC) itu sudah memasuki 70%. Dan memang sengaja dikebut, dengan menurunkan 3 alat berat dan memasuki urugan yang ke 720 truck dari total estimasi 1100 truck urugan tanah.  Hal demikian berlangsung tegas dan bijaksana, sebagai komitmen H. Basyarudin, penggagas sirkuit yang juga kepala desa Banjarsari, Perak, Jombang yang mengejar dedlen 22 desember sirkuit harus rampung untuk menyambut even skala nasional Banjar Undar Motocross & Grasstrack Openchampionship 2017 yang akan digelar di 30-31 desember.

H. Basyarudin & Kelik desainer sirkuit
H. Basyarudin & Kelik desainer sirkuit



Dia juga sebagai komisaris dan sekaligus owner sirkuit BAC, Jombang yang dimotivasi berkelanjutan oleh Gus Mujib owner Darul Ulum Agung MX Malang yang juga sosiolog terkemuka Universitas Darul Ulum, Jombang.

Pembangunan villa penginapan melengkapi kebutuhan tim MX & GTX



Desainer sirkuit kali ini langsung ditangani oleh Kelik, yang diback up oleh Yusuf Irawan, Tri Priyo Nugroho dan Gus Mujib, sebagai tim pengkajinya. Untuk struktur tanah mengaplikasi jenis tanah urug vulkanik sama atras. Tentu saja familiar dengan ban pacul alias nggak licin, ketika hujan atau trek becek. Demikian dengan drainase juga dirancang lancer membuang air ke jalur pengairan yang memang dipersiapkan untuk itu.

Variabel handicap ada 11, dengan table top 3, single jump 2 dan super bowl 6 titik, serta straight 100 meter. Pada bagian variable trek ini, spesial pada sektor double jump didesain safety. Mirip hasil pengembangan table top, yang dicoak di bagian tengahnya. Kemudian juga ada roller di 4 titik, fantastisnya di sirkuit BAC ini memiliki berm dengan diameter tengah paling lebar, sebab terhitung sampai 22 meter.

“Dan memang saya harapkan speed kuda besi bisa mengalir maksimal, hingga menghadirkan kompetisi yang sengit, ”terang H. Basyarudin yang ngeplot luas padok di 200 meter x 50 meter itu. Ia juga menambahkan, untuk kapasitas penonton, bisa kita prediksi mampu mengakomodir hingga 6000 penonton, dengan jarak pagar safety hingga 4 meter. 

Pertimbangan aspek hiburan lain, juga direalisasi disini. Pasalnya, sirkuit BAC, Jombang dirancang tersentral di satu kawasan, sehubungan penginapan para tim motocrosos dan grasstrack yang dipersiapkan total ada 35 vila. Sekaligus dijadikan lokasi agrowisata, meliputi 4 titik kolam, wisata petik buah 15 varian, wisata air, outbond, sampai renthal ATV.

Jadi konsepnya meliputi olahraga, edukasi dan sentral hiburan rakyat. Dari sisi sosialnya, tentu saja akan membuka lapangan kerja baru, bagi warga setempat. “Dan ini yang saya inginkan, agar remaja desa tetap di desa dan tak exodus ke kota untuk membangun dan membesarkan desanya, ”semangat H. Basyarudin. Salut pak haji !