Grand Final Kejurda Drag Bike Seri Jatim 2017, Ponorogo : Dikunci Tuyul & Cebonk

Sebagai kantongnya kuda besi 2 tak & dipastikan ramai berkompetisi

Sebagai kantongnya kuda besi 2 tak & dipastikan ramai berkompetisi

Perebutan tahta atau pendulang point tertinggi di perjalanan kejurda drag bike seri Jatim, akan berlangsung di Grand Final Kejurda Drag Bike Ponorogo yang akan berlangsung di 17 Desember mendatang. Tentu saja sebagai even yang langsung digelar oleh Penprov IMI Jatim ini menjadi momen yang mendebarkan.
   


Pasalnya ada dua rider yang pointnya terpaut dua angka, yakni Alvan Cebonk 191 point dan dan Adi S Tuyul 189 point. Secara akumulasi penilaian, Cebonk sapaannya termasuk top markotop. Pasalnya, saat memimpin klasemen dengan total point tertinggi itu, dua seri yang berlangsung di Tulungagung dan Bangkalan, Cebonk absen. Bisa dibayangkan ketika Cebonk aktif berlaga di seri kejurda drag bike Jatim, pasti jauh memimpin.

Sebagai kantongnya kuda besi 2 tak & dipastikan ramai berkompetisi Dwi K Penceng dari Pengprov IMI Jatim sebagai pelaksana
Sebagai kantongnya kuda besi 2 tak & dipastikan ramai berkompetisi Dwi K Penceng dari Pengprov IMI Jatim sebagai pelaksana



Bandingkan dengan Tuyul sapaan rival sengit Cebonk, yang mesti rutin berlaga di setiap seri kejurda drag bike Jatim. Mendatang, kelasDB1, DB2, DB3 dan DB4 yang menjadi kelas wajib atau kelas point di kejurda drag bike seri Jatim, dipastikan menjadi kompetisi sengit kedua rider. Mengingat, keduanya diback up tim besar dengan gacoan yang variatif untuk DB1, DB2, DB3 dan DB4.

Seiring dengan cuaca yang kurang bersahabat, maka di even mendatang dipastikan faktor luck yang juga menjadi penentunya. Seperti tradisi sebelumnya, bahwasanya power liar selalu mubazir saat menghadapi trek basah, terlepas dari skill kedua rider yang berpostur ringan itu.

Selain dua rider potensial Jatim, ada lagi rider berprestasi hanya saja pada lingkup kuda besi gacoannya kurang komplit. Fakta demikian ini yang cukup dilematis, mengingat juga memiliki kans juara. Rider level ini ada nama Adi Ucil yang hanya sanggup mengakumulasi 121 point, Adit Coco 111 point dan Kadafi 110 point. Pertarungan pemahat porting silinder dipastikan juga ramai berlaga disini, mengingat zona Ponorogo berikut karsidenannya merupakan kantong kuda besi 2 tak, baik bebek dan sport.

Sisi lain, untuk sirkuit kali ini memanfaatkan  seputaran GOR Ponorogo, tepatnya Jl. Pramuka, Ponorogo. "Menyinggung persoalan sirkuit, memang tersisa wilayah ini yang representatif, dari kondisi aspal, jalur balik, hingga layout padok, "cakap Dwi K Penceng dari Pengprov IMI Jatim sebagai pelaksana. | pid