Kurangi Bobot Motor AP250 Dikira Gampang, Ada Batasannya ! Ini Pernyataan Manajer Tim YRI …

Wahyu Rusmayadi, manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI)

Wahyu Rusmayadi, manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI)

Perubahan aturan balap Asia Production 250 (AP250) yang disosialisasikan Two Wheels Motor Racing (TWMR) selaku promotor gelaran Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017) menarik dicermati dan dipahami. Namun bukan soal penayangan berita seputar perubahan bobot motor saja tanpa investigasi lebih lanjut.


Jangan hanya sebatas konteks Yamaha dan Kawasaki berat minimal motornya dikurangi menjadi 130 kg, sedang Honda tetap setia di angka 135 kg.  Masak segitu saja dan tidak menyelaminya. Kali ini penulis mencermati bagaimana respon tim Yamaha Racing Indonesia (YRI).

Dalam hal ini langsung berkomunikasi dengan manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang masih segar-bugar. Maksudnya memang usianya masih sangat muda. Sampai disini, jangan salah paham. Perbedaan itu indah, tinggal bagaimana menyikapinya. Paham ya ! Kedepan akan dibahas juga yang berhubungan dengan Kawasaki dan selanjutnya Honda. Setuju ya ! 

“Pengurangan batasan bobot motor berpengaruh dnegan kinerja motor. Penggunaan material yang lebih ringan dipastikan membutuhkan biaya. Kami juga harus menyesuaikan hal ini dengan mencari keseimbangan perfoma mesin dan bobot sesuai aturan baru. Kami akan bekerja dan merancangnya. Tentu saja, akan terjadi perubahan motor saat riding dan pengereman, ‘terang Wahyu Rusmayadi yang sehari-hari pastinya bekerja di PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kabarnya berat Yamaha YZF-R25 saat ini sekitar 134 kg. Jadi butuh upaya untuk dapat berkurang menjadi 4 kg. Terlepas dari velg, aki, subframe, mur-baut yang pastinya sudah diganti sebelumnya. Harus putar otak lagi ! Bahkan Kawasaki Ninja 250R seputar 136 kg. Isunya Yamaha langsung melibatkan pihak Yamaha Motor Company (YMC). Tapi itu rumor alias isu.

“Jadi ketika kita melakukan sesuatu yang berbeda, kita harus menguji keandalannya dari nol, Filosofi kami adalah melakukan tes minimum atau endurance dan ini membutuhkan waktu. Untuk rider, juga akan melakukan titik terendah dari berat badannya dan tetap dalam stamina yang mendukung agar dapat membawa motor menjadi lebih kencang, “tambah Wahyu Rusmayadi yang mengaku no-comment soal rencana Yamaha Indonesia akan menuju balap supersports 300 (WSSP 300) di musim depan. | ogy


  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • TERBANYAK