Arek Lawas Suroboyo Motocross (Alas MX), Rayakan 4th Anniversary Susuri Gunung Panderman Sembari Reuni Crosser Era 70-80an

KOMUNITAS ALAS MX SURABAYA. Rayakan Ultah ke-4 dengan trabasan.

Momen hari jadi biasanya diisi dengan kegiatan yang meriah nan mengasyikkan.  Hal itu juga dilakukan oleh Arek Lawas Suroboyo Motocross (Alas MX) yang merayakan 4th Anniversary-nya, tepat weekend lalu.



Ultah komunitas ini pun gayeng, diisi dengan kegiatan ngalas bareng alias jalur di Gunung Panderman Malang, yang sekaligus reuni para pembalap dan crosser yang berkiprah tahun 1970-1980an.



“Dua tahun kemarin vakum karena pandemi Covid-19, untuk kali ini tetap dengan protokol kesehatan teman teman  sepakat untuk refreshing dan silaturahmi dengan adventure rides  bermotor trail keliling di alam bebas pegunungan,” kata Ary Tjahyono, ketua Alas MX 70 – 80.



Sekitar 50-an orang mengikuti agenda reuni ini, yang terdiri dari pebalap era 70-80an berikut mekanik dannpit crewnya. Oiya, mengingat masih dalam masa pandemi seluruh peserta yang mengikuti wajib melakukan Swab Antigen. Rute Seputaran Jatim Park II -  Gunung Panderman hingga finish di kawasan Wisata Alam Air terjun Coban Rondo.

 

 

LIBAS JALUR SEPUTARAN GUNUNG PANDERMAN. Diikuti para crosser gaek 70-80an.



Serunya, beberapa yang  ikut turun gunung  adalah para mantan pembalap motocross idola era 70 - 80 an. Diantaranya  Haji Momo Harmono, Ary Thahyono, Dodock CH, Didi Hardianto (ketua Indonesian Motocross Association). Ada pula Edi Sudarmadi Ketua IMI Kalsel,  serta satu mantan pembalap wanita Novie Poa.



Soal usia jangan dikata, bahkan ada seorang pebalap yang sudah beranjak 73 tahun. Namun soal semangat dan skill seakan tidak pudar dari saat aktif jadi pebalap. Hal ini memang patut diacungi jempol. "Pilih jalur sesuai kemampuan, dan jangan dipaksakan, ingat usia ya,” ungkap H Momo Harmono, Pembina Alas MX 70 – 80.



Gunung Panderman merupakan jalur favorit para rider adventure Jatim. Mengingat rute yang menawarkan berbagai tantangan optional. Selain itu kombinasi hawa dingin pastinya membuat kegiatan adventure semakin mengasyikkan. "Momen ini sekaligus untuk mempromosikan  wisata yang sedang terpuruk karena pandemi Covid-19, utamanya  wisata di Batu ini,” tutup Ary Tjahyono.

 




naskah/foto ; nda/istimewa