Gerakan Anti Narkoba Ala Bikers Kaltara

Cukup lama tidak terdengar hingar bingar otokontes di Kalimantan Utara, kota Tarakan kembali gayeng dengan kembali dipajangnya motor-motor modifikasi yang di arena Taman Berlabuh Tarakan, 4 Agustus silam.

 


 
Bisa dikata, event ini terbilang jadi oase sejuk setelah Tarakan cukup lama vakum dari acara kontes.  So, meskipun hanya memperebutkan 17 tropi best nominee, tak kurang seratusan motor bisa dipajang bersama. 

 



Berbagai aliran modif pun tumplek-blek, dari ranah thai look, fashion daily, airbrush, touring, choopy cub, chopper, street fighter, touring bike, Vespa, vintage bike, hingga para biker-biker Tarakan.

Bertajuk "Pekan Kreatifitas HANI 2018", event ini tidak hanya dimeriahkan otokontes, tetapi juga diadakan gathering biker, festival band hingga disatukan acara trabasan alias one day adventure Jelajah Bumi Paguntaka.

 


Event yang diprakarsai oleh BNN Kota Tarakan, Polres Tarakan dan GP Ansor ini  memang tidak sekedar acara kontes, tetapi merupakan titik awal dari hadirnya para penggiat anti narkoba, yang mana segenap insan otomotif di Tarakan khususnya sepakat untuk semakin menggencarkan pesan anti narkoba kepada siapapun.  Lebih spesial, GP Ansor yang notabene ormas agama pun mendeklarasikan berdirinya Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) di Tarakan.

"Ini kali pertama GP Ansor Tarakan mengadakan kontes, karena biasanya kami menggelar acara seputar agama dan religi. Jadi, menjadi pengalaman tersendiri. Yang jelas, di acara ini kami juga mendeklarasikan gerakan anti narkoba, dengan mendirikan BAANAR," tutur Setiadi, inisiator event dari GP Ansor Tarakan. 

naskah & foto : punk otre