Gandeng Molinus & PBNU, Treeletrik Pasok 200 Ribu Motor Listrik

TREELETRIK T90. Salah satu model motor listrik Treeletrik yang sudah beredar di negeri Jiran.

Di tahun-tahun mendatang, kian banyak line up kendaraan elektrik khususnya sepeda listrik yang bakal bersliweran, apalagi beberapa produsen kendaraan listrik ASEAN juga mulai memasok kebutuhan dalam negeri, salah satunya Tree Technologies Sdn Bhd atau lebih dikenal dengan Treeletrik.



Produsen kendaraan listrik asal Malaysia ini mengumumkan akan memasarkan lebih kurang 200 ribu unit sepeda motor listrik ke Indonesia, dengan menggandeng kemitraan bareng dua distributor yakni PT Pasifik Sakti Enjiniring dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PT Pasifik Sakti Enjiniring dikenal dengan produk motor listrik Molinus atau Motor Listrik Nusantara.

 

 

CEO TREELETRIK, DATUK VISWANATHAN MENON. Optimis dengan pasar motor listrik di Indonesia.



Rencananya, Treeletrik menetapkan target penjualan sebanyak 10.000 unit pada 2021, dan secara bertahap hingga 90 ribu unit tahun 2022 serta 200.000 unit pada 2023. "Treeletrik adalah pelopor sepeda motor listrik orisinal dari Malaysia ke ASEAN dan kawasan lainnya, serta merintis moda mobilitas baru. Kami gembira memperluas jangkauan kami ke tingkat regional. Lewat kemitraan dengan PT Pasifik Sakti Enjiniring dan PBNU di Indonesia, kami menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan, aman, dan terjangkau berkat teknologi EV yang canggih," optimis Datuk Viswananthan Menon, CEO Treeletrik.



Kerjasama bernilai US$274 juta dengan berdurasi selama tiga tahun ini juga akan dilanjutkan dengan membuka usaha patungan untuk mengelola pabrik perakitan di Indonesia guna mengantisipasi pesatnya permintaan sepeda motor listrik. Langkah tersebut kelak menjadi aspek penggerak bagi perekonomian Indonesia, yaitu melalui pengembangan SDM, peluang pekerjaan, dan alih teknologi.

 

 

PERAKITAN TREELETRIK. Akan memasarkan 200 ribu unit motor listrik terbaru.



Adapun motor listrik yang akan dibawa Treeletrik adalah tipe terbaru, yang sudah bersertifikat UNECE WP.29 di Eropa dan Malaysia, dilengkapi teknologi baterai litium jenis quick swap . Dengan kecepatan rata-rata yang berkisar 65-90 km/jam, sepeda motor listrik ini dapat menempuh jarak 85-120 km.

 


naskah/foto : punk/treeletrik