Modifikasi Marka Jalan di Tuban Ini Malah Mirip Starting Grid MotoGP

MODIFIKASI MARKA ANTREAN TRAFFIC LIGHT. DIbuatkan kotak dengan jarak tertentu.

Di era pandemik Covid-19 saat ini, jaga jarak menjadi salah satu cara pencegahan penyebarannya, termasuk saat berlalu lintas. Dari larangan berboncengan, wajib pakai masker dan sarung tangan hingga penggunaan penyekat. Ada juga yang unik, seperti yang terjadi di kota Tuban.



Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban kerja bareng kepolisian Tuban memodifikasi kotak antrean traffic light di  perempatan simpang Kembang Ijo kota Tuban dengan marka khusus. Maksudnya, biar pengendara tidak bergerombol dan saling serobot seperti umumnya.

 


Sekilas, marka yang diberi jarak ini justru malah mirip dengan starting balap MotoGP. Sampai-sampai banyak nitizen yang berkomentar di laman publik Tuban. "Kalo saya berhenti di situ. Tiba-tiba serasa Marques mau balapan MotoGP," seloroh Tio Nugraha, bikers asli Tuban yang tiap hari melewati perempatan tersebut.

 

JAGA JARAK DI TUBAN. Serasa lihat Marquez mau balapan.


Dishub Tuban sendiri memodifikasi kawasan simpang empat ini, dengan area khusus berukuran 4x5 meter, persis di barat sebelah traffic light. Jadi, garis antar pengendara dibuat jarak 1,5 meter. Sementara, antrean mobil berada tepat di belakang kota itu.

 

 

"Kemarin masih tahap uji coba. Dan mulai hari ini kita terapkan secara efektif kepada para pengendara sepeda motor untuk dapat mematuhi aturan physical distancing selama pandemi Covid-19," tukas Muji Slamet, kadishub Tuban, sambil menjelaskan jika area tersebut akam tetap dipantau petugas, baik di lapangan ataupun via CCTV.

 


Meski modifikasi marka ini merupakan inovasi, menariknya banyak warga Tuban yang menganggapnya kurang efektif, karena kurang disiplinnya para pengguna jalan terutama sepeda motor. Bahkan, ada juga warga yang menyarankan lebih baik pemkab memperbaiki jalan kota yang banyak lubang daripada sekedar bikin marka. So, gimana pendapat kamu sob?

 


naskah/foto : punk/istimewa