WORKSHOP JURNALIS TEKNOLOGI HONDA FORZA 250 CC : BEJIBUN FITUR & SEGALA SESUATU KEBUTUHAN BIKERS JADI DIMUDAHKAN

 

 

 

Naim Muhdori & Muslimin Technical Development Dept Honda PT. MPM. Dengan lugas mensimulasikan berbagai fitur & menjelakan letak kompartemen komponen Honda Forza 250 cc.

 

Untuk mengenalkan fitur dan teknologi lebih dalam yang dimiliki Honda Forza 250 cc yang bermain di segmen matic premium, Honda PT. MPM kembali mengajak para media berbagi ilmu di Honda PT. MPM Training Centre, Sedati, Sidoarjo.

 

Menariknya yang dibedah kali ini adalah matic yang dibandrol Rp. 78. 720. 000, dipandu langsung oleh FX Widijanto Instruktur Honda PT. MPM, Naim Muhdori Technical & Development Dept Honda PT. MPM dan Muslimin tim Instruktur Honda PT. MPM.

 

 

FX Widijanto Instruktur Honda PT. MPM. Detail menjelaskan data & bedah fitur teknologi Honda Forza 250 cc.

 

Fitur big matic atau big scooter Honda kali ini makin komplit, seakan mengerti kebutuhan bikers, khususnya mania riding long journey. Seperti fitur electrical adjiustable wind screen, yang bisa diseting naik turun pada rentang jarak 140 mm. Otomatis dinginya hawa malam yang biasa menusuk saat memasuki wilayah tropis yang rindang, optimal diminimalisir.

 

Wind screen. Dilengkapi mekanis electrical adjiustable & bisa diseting naik turun 140 mm.

 

Giliran saat memasuki tepi pantai yang identik dengan tekanan angin tinggi, wind screen kembali bisa diturunkan mentok. Itung-itung untuk membantu memaksimalkan gaya aerodinamis.

 

Urusan digital panel meter, Honda memang jagonya. Seperti multi information display yang dicangkok di Forza 250 cc. Terbagi speedometer, average/current fuel consumption, elapsed time, estimated travel distance, battery voltage, takometer dan air temp. 

 

Digital panel meter. Lebih mengerti kebutuhan bikers & tampil stylish.

 

Selain menjadi indicator, tampil semacam guide. Sebab, bisa mengakumulasi sisa bahan bakar berbanding jarak yang akan ditempuh.

 

Sehingga, saat destinasi yang akan disasar memang buta dan terhitung baru pertama kali, bikers jadi lebih bisa mempersiapkan diri terkait dengan perbekalan. Point ini biasa penting sekali, saat dibutuhkan mencari station pengisian BBM dengan Research Octane Number tinggi buat Forza 250 cc.

 

Power charge. Layani operasional & kebutuhan gadget lebih optimal.

 

Tapi, bikers tak lagi khawatir, sebab layanan gadget 100% terback up sempurna, sehubungan keberadaan power charge didalam console box. Bersanding dengan Honda Smart Key System, yang sangat mengerti kebutuhan bikers dan sebagai penunjang kemanan saat parkir.

 

Paling inovatif, Forza 250 cc dilengkapi Honda Selectable Torque Control (HSTC), tekhnologi pertama yang dimiliki Honda dan diterapkan pada Forza 250 cc. Fitur HSTC bisa diaktifkan dan dinonaktifkan, dengan menarik switch pada holder kiri.

 

Switch Honda Selectable Torque Control (HSTC). Makin mudah dioperasikan lewat switch pada holder kiri saat menyesuaikan dengan kebutuhan trek yang dihajar.

 

Secara output dan fungsi, ketika diaktifkan atau mode on,  HSTC mampu meningkatkan traction control, sehubungan dengan sinkronisasi kecepatan rotasi roda depan dan belakang. Lewat data putaran roda depan dan belakang yang diinput ke ECM dan dikonversi ke perubahan debit gas segar dari injector.

 

Lebih pas saat riding dengan kondisi trek basah hingga air hujan berpeluang membantali tapak kaki. Termasuk saat memasuki wilayah pegunungan, transisi suhu panas tapak kaki saat ke dingin berbanding kontur jalanan yang berkelok, fitur HSTC merubahnya ke sensasi riding yang asy ride.

 

Tapi, saat riding di jalanan antar provinsi yang kebetulan bersamaan dengan jam meluncurnya bus malam yang biasa pakai twin turbo, lebih agresif saat fitur HSTC dinonaktifkan lebih dulu. Jadi, bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan.  

 

Agar setiap menghela speed, membuka handgrip lebih real time dengan speed yang dikonversikan. Apalagi sistem pengereman Forza 250 cc yang menggunakan tipe disc, telah dilengkapi ABS 2 chanel.

 

Rem depan & belakang. Dilengkapi ABS pengereman jadi lebih smooth.

 

Sensasi kenyamanan tingkat tinggi jadi makin terasa, saat postur bikers tak sampai ketarik kedepan saat pengereman ekstrem sekalipun. Dengan ABS pada masing-masing caliper, center of gravity jadi makin terjaga, exposure saat bermanuver di chicane hingga fast corner, nyaman terkendali.

 

Dan performa mesin, Forza 250 mengusung Programmable Fuel injection (PGM-Fi), dari basis Forza 300 yang telah disempurnakan. Kental tersaji pada pemakaian O2 Sensor Move to Ex muffler, piston yang dilengkapi dengan desain Ober Coast, metal bearing on the crankshaft dan final gear ratio change low friction bearing used.   

 

Mesin Honda Forza 250 cc. Diback up Programmable Fuel injection, Single Over Head Cam berpendingin air.

 

Pada silinder cop, menganut Single Over Head Cam, jadi diback up camshaft single dan dua katup. Bedanya, clearance katup memakai sistem shim, secara durability mempertahankan clearance katup ideal bisa lebih lama.

 

Filter oli mesin. Optimal mengamankan kebersihan oli mesin.

 

Bahkan kemampuan performa mesin makin terjaga lebih stabil, khususnya untuk keperluan riding long journey, sebab sistem pendingin memakai radiator. Juga dilengkapi filter oli, untuk menjamin kebersihan oli mesin yang bersirkulasi dalam mesin.  

 

Perangkat CVT. Dilayani drive belt dengan penampang lebih lebar & makin kompak meneruskan semburan power mesin.

 

Sedang transfer speed, dilayani sistem mekanis Continuesly Variable Transmision atau CVT. Bedanya, drive belt kali ini memiliki penampang lebih lebar. Sehingga, bidang pijak pada movable drive dace – driven face, jadi lebih kompak meneruskan semburan power mesin.

 

 

 

LAPANGAN GOLF SAMPAI RIDING LONG JOURNEY

Secara fitur keseluruhan Forza 250 cc lebih pas disebut sebagai matic premium yang menyasar segmen bikers penyuka riding long journey. Tapi ketika meninjau desainnya yang rapi, sporty, staylish, full passion, kental merefleksikan ciri khas exmud postur atletis ber-tuxedo.

 

Honda Forza 250 cc. Tampil sporty, stylish & full passion.

 

Praktis amat sangat layak saat dijadikan partner exmud ke café sampai pergi saat weekend ke lapangan golf, ditengah padatnya schedule.

 

Siai lain, secara dimensi masuk dalam kategori big matic atau big scooter. Siluet dan posturnya, seakan siap mengajak riding dari Surabaya ke Pantai Plengkung, Banyuwangi. Estimasi riding 9 jam untuk menempuhnya, seakan tak ada beban, walaupun kondisi hujan, siang atau malam.

 

U-box yang lapang serasa menawarkan sensasi membawa seperempat perbekalan isi almari rumah, sampai perlengkapan mandi dan parfum. Apalagi sekedar mengeluarkan thumbler berisi kopi dan biscuit saat melepas lelah, sembari mencermati kearifan lokal pengrajin dandang, wajan dan panci di seputaran Kalibaru, arah Banyuwangi.

 

U-Box. Extra besar & klop buat kebutuhan riding long journey.

 

Saat menghadapi hujan, juga makin taktis buat pasang jas hujan dan ganti sepatu sandal light foam. Susunan bawaan yang sifatnya penting ini bisa diatur di paling atas sisi u-box, sebagai quick akses.

 

Memang kontras, saat nuansa etnik tradisional ramah disapa matic high tech Forza 250 cc. Pastinya, akan memberi pengalaman riding long journey lebih berwarna. Ini menariknya saat ditemani Forza 250 cc, segala sesuatu kebutuhan bikers jadi dimudahkan.

 

Lubang pengisian BBM. Berada di tengah & makin memudahkan bikers saat pengisian BBM.

 

Bahkan, untuk pengisian BBM, bikers tak perlu turun. Sebab, posisi tangki berada sejajar floor board, dengan lubang pengisian persis di panel bodi bagian depan jok.

 

 

 

KONSUMEN MENYAMBUT ANTUSIAS HADIRNYA FORZA 250 CC

Dan ketika meninjau data penjualan, animo masyarakat mania otomotif terilang cukup baik dan luar biasa. Terbagi dari konsumen yang memiliki latar belakang komunitas dan konsumen regular pengguna aktif matic.

 

Sesuai dengan data inden Forza 250 cc sudah memasuki 29 unit sampai di bulan April dan sudah terpenuhi 10 unit. Untuk tarjet penjualan Abdy Ronotana Marketing & Sales Division Head Honda PT. MPM menjelaskan akan memasang di angka 120 unit hingga akhir tahun 2019.    pid