HONDA PT. MPM : BERBAGI TIPS CARI_ AMAN BAGI BONCENGER

 

Sikap riding bikers & boncenger yang ideal. Sama-sama menghadap ke depan & bisa memantau kondisi lalu lintas sekaligus berperan sebagai navigator.

 

Bertepatan dengan hari Kartini di bulan April, Honda PT. Mitra Pinastika Mulia (MPM),  distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, menggelar berbagai kegiatan atraktif yang sifatnya promo, spesial untuk memanjakan konsumen wanita.

 

Terbaru, boncengers yang dominan wanita, juga menjadi perhatian tim Instruktur Safety Riding Honda PT. MPM, sehubungan dengan bagaimana menjaga sikap menjadi boncenger yang baik.

 

Skala prioritas, hal ini juga menjadi bagian dari rangkaian program safety riding, yang selama ini disosialisasi dan digalakkan terus menerus oleh Honda PT. MPM.

 

 

Kali ini tim Instruktur Safety Riding Honda PT. MPM, berbagi tips terkait yang  wajib diperhatikan oleh boncenger. Prinsipnya, tetap menggunakan perlengkapan berkendara yang aman tapi tetap nyaman. Sebab, bagaimanapun juga, boncengers tetap berpotensi mengalami resiko saat terjadinya kecelakaan.

 

Maka, sebagai boncengers yang bijak, perhatikan perlengkapan seperti helm, jaket , sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Kalaupun akan menuju acara yang sifatnya resmi dan dituntut memakai sepatu atau sandal trendy.

 

Lebih baik simpan dalam tas lebih dulu dan tetap gunakan sepatu yang nyaman dan aman saat berkendara.

 

Dimas Satria Kelana Instruktur safety riding Honda PT. MPM. Saat membriefing konsumen wanita terkait cara mengatur sikap boncenger yang baik.

 

Begitu juga dengan posisi ideal boncenger, untuk posisi duduk disarankan simetris dengan pengendara di depan. Dan tidak dibenarkan untuk duduk menyamping. Pertimbangan itu, untuk fashion layaknya disesuaikan dengan kebutuhan, yang santun.

 

Guna menambah rasa aman, bisa mengkombinasikan pola berpegangan, bisa dengan pengendara di depan dan juga manfaatkan behel sebagai tumpuan tangan.

 

Dimas Satria Kelana Instruktur safety riding Honda PT. MPM, mengatakan tak kalah pentingnya periksa atau cek kondisi motor atau matic, sebelum dipergunakan secara menyeluruh, terutama tekanan angin ban depan belakang, kerapatan as roda dan posisi spion.

 

Bagi boncenger disarankan tetap melihat kondisi di depan, agar bisa memahami kondisi arah yang dituju. Dengan begitu, boncenger bisa berberan menjadi navigator. “Cara ini, sekaligus untuk memastikan kondisi pengendara dalam keadaan bugar dan tak mengantuk, ”tambah Dimas.    pid