VIAR : Pioner Skutik Listrik & Retro Klasik, Andalkan Vortex 250 Untuk Jelajah Benua

PT. Triangle Motorindo, produsen kendaraan roda dua dan tiga, semakin kuat menunjukkan eksistensinya ke dunia otomotif tanah air. Indetik dengan inovatif dan atraktif, pada setiap produk yang diluncurkannya. Hingga, mampu menerobos ceruk pasar para penghobi otomotif, terbagi segmen adventure, real competition MX, bisnis, Hi Tech Motorcycle  dan retro.

 

 

 


Di kesempatan emas special event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, di Grand City, Surabaya, Viar kembali memperkenalkan produk terbarunya, dengan tema Retro berngaran VinTech 200 cc. Selain itu, juga ada Viar Q1 skutik listrik, Viar Cross X series, Cross X 250 EC, Cross X 250 ES, Cross X 250 SF (special frame), Cross X 200 cc GT, Cross X 200 ES, Cross X 150 cc, Cross X 100 Mini Trail dan Vortex 250 cc. Dan motor KARYA (Kendaraan Rakyat) R3.

 


Kiprah Viar dalam menggairahkan perkembangan otomotif juga relatif pesat. Seperti pertimbangan gejolak minyak dunia, pabrikan Viar improve lebih dulu, dengan meluncurkan Viar Q1 (baca qi satu), guna menciptakan alat transportasi yang compact dan berperforma tinggi sekaligus ramah lingkungan.

 


Sampai kuda besi segmen extreme adventure, menu trek off road, on road dan bebatuan, Viar juga menjawabnya dengan produk Vortex 250 cc. Dan telah diuji ketangguhannya riding lintas benua ke pegunungan Himalaya dengan route sejauh 15.000 KM, dengan aksi solo riding bro gunadi pada 26 Agustus 2018. Dengan mengangkat tema "Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup dan Persahabatan Antar Bangsa".

 

 

 

VORTEX 250. Diandalkan untuk petualang keliling dunia.


Kiprah Viar di olahraga berprestasi adalah mengakomodir dengan membuka One Make Viar Trail 100 cc, sebagai kelas tambahan di setiap even MX & GTX di Jatim. Kita ingin menunjukkan bahwa Cross X 100MT sebagai basis kuda besinya, lebih pas dipakai training.

 


"Dibanding membangun bebek yang dimodif trail, sebab faktor safety Cross X 100MT lebih dapat, "tegas Haris Suprapto Regional Manager PT. Triangle Motorindo sebagai Principle sekaligus ATPM Viar Motor Indonesia.
Kesempatan ini juga yang dimanfaatkan pabrikan Viar, untuk menumbuh kembangkan bibit-bibit crosser tanah air. Minimal bisa menjadi inspirasi ATPM trail lain untuk berkontribusi kesana.

 

Untuk segmen hobi trail adventure atau biasa dan akrab disebut ngalas/trabas, sudah banyak dan hampir mendominasi varian Viar. Sebab, dari sisi level tersedia level medium sampai atas, seperti Viar Cross X 250 EC, Viar Cross X 250 ES, Viar Cross X 200 cc GT, Viar Cross X 200 ES dan Viar Cross X 150 cc.Kalau Viar mendevelop kuda besi yang dituntut memiliki durability, agility dan bengal saja bisa, apalagi cuman sebatas sport retro. "Jadi, sudah ada modal basis kuat dan mental juara lebih dulu, saat Viar meluncurkan produk bertema retro kali ini," tegas jeck maulana sales manager R2 sport dan trail viar.

 

Untuk VinTech kapasitasnya dipilih 200 cc, diklaim paling ideal saat dipakai kebutuhan metropolis dan luar kota, seperti perilaku bikers masa kini.  "Mau clubing nongkrong dari cafe ke cafe sampai, memburu destinasi yang instagramable monggo, "tambah jeck yang menyatakan kalau Vintech telah diuji durabilitynya dengan riding sejauh 1.450 KM (Sumatera - Jawa) dan tak ada masalah bahkan performa mesin dan speednya stabil.

 

Desainnya scrambler retro modern, mempresentasikan remaja modern yang ingin style retro, tapi dengan peralihan yang smooth. Sebab itu, secara desain berusaha memadukan dengan unsur modern dan atraktif.
Ciri khasnya, desain tangki masih dilengkapi tarikan garis elips dan coakan, sebagai penunjang aerodinamis saat kaki mendekap tangki. Jadi, inspirasinya dari desain tangki cafe racer yang murni dipakai balap. "Nah, bedanya pada Vintech 200 cc, half fairing atau full fairingnya seakan dilepas dan menjadi naked, "urai Jeck.     pid