Gulf Oil Kenalkan Dua Pelumas Terbaru, Spesial Buat Mesin Bensin

PT Gulf Oil Lubricants Indonesia (GOLI) memperkenalkan dua produk baru yang diklaim sebagai solusi menjawab permasalahan konsumen mengenai masalah Low Speed Pre-Ignition (LSPI) di mesin-mesin Turbo Gasoline Direct Injection (TGDI).




Kedua produk tersebut adalah Gulf Ultrasynth GDI 5W30 Fully Synthetic API SP, ILSAC GF-6A, energy conserving dan Gulf Ultrasynth GDI 10W40 Premium Synthetic API SP, keduanya untuk mobil bermesin bahan bakar bensin.


Secara singkat gejala LSPI adalah fenomena pembakaran tidak normal di mesin Turbocharger Direct Injection di mana bahan bakar terbakar terlebih dulu sebelum busi memercikkan api. Hal itu menghasilkan tenaga yang sangat besar sehingga mengakibatkan terjadinya “super knock”.


"Dan bila terjadi berulang kali akan merusak dinding silinder, piston, piston ring, connecting rod. Gejala ini dipicu oleh campuran oli dan bahan bakar yang terbakar sendiri di ruang bakar. LSPI ini terjadi pada saat mesin beroperasi pada RPM rendah dan beban tinggi," ujar Managing Director Gulf Oil Indonesia Adi Tjahjono.


Menurutnya, terjadinya LSPI tidak dapat di prediksi dan tidak dapat dicegah dengan mengatur waktu pengapian busi atau menggunakan bahan bakar oktan lebih tinggi. LSPI, kata dia, dapat di perbaiki dengan menggunakan teknologi additive lubricant yang sesuai. Kedua produk yang telah memiliki API Service teregistrasi “DONUT” itu dijual dengan harga Rp147.500 untuk produk Ultrasynth GDI 5W30 FS API SP, ILSAC GF-6A dan Rp105.000 untuk Ultrasynth GDI 10W40 PS API SP.


Gulf Oil Indonesia menyebut produk ini sudah dapat ditemukan di pasar melalui bengkel-bengkel ataupun e-commerce. Terdapat promo pembelian 3 gratis 1 selama tiga bulan ke depan khususnya untuk pembelian Gulf Ultrasynth GDI 5W30 FS API SP, ILSAC GF-6A. "Kami memiliki jaringan distribusi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi, selain itu kami juga merambah ranah e-commerce,” ucap Automotive Nasional Sales Manager Gulf Oil Indonesia Dwi Satria.




editor : punk, foto : istimewa