PT. Indomobil Prima Niaga – Program Hino Training Safety Driving 2019 : SHARING ILMU MENGEMUDI & MEMBANGUN DRIVER LEBIH PROFESIONAL

 

 

Tim Hino Jemursari Surabaya jaringan PT. Indomobil Prima Niaga APM brand Hino. Komitmen memberikan pelatihan Hino Training Safety Driving & upaya merubah mindset driver menjadi makin professional.

 

 

Upaya membangun mutualisme antar APM dengan konsumen loyal, belakangan ini terus bergulir, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab APM terhadap produk kendaraan yang diluncurkannya. Terutama pada produk varian truk yang menyasar segmen niaga, yang identik dengan mobilitas cukup tinggi.

 

Selain, faktor after sales yang menjadi konsentrasi utama, sehubungan dengan layanan jaminan service untuk kelancaran usaha, pembekalan terkait dengan upaya campaign safety driving juga terus digalakkan.

 

 

 

Program dan konsep demikian ini yang dipandang krusial oleh PT. Indomobil Prima Niaga sebagai APM brand Hino di segmen truk yang menaungi market sebagian besar wilayah di tanah air. Sebagai komitmen PT. Indomobil Prima Niaga sebagai APM brand Hino, untuk membangun dan mengedukasi driver, sehubungan dengan meningkatkan proper, eco dan safety driving driver.

 

Pemerataan program Hino Training Safety Driving ini juga berlangsung di wilayah Jatim. Dalam hal ini, sebagai jaringannya Hino Jemursari, di Jl. Jemursari No. 3, Surabaya, sebagai pelaksananya, tercatat sejak 2014 telah konsisten dan berkomitmen penuh memberikan pelatihan kepada calon dan driver yang menggunakan brand Hino.

 

Bahkan materi Hino Training Safety Driving ini juga siap diberikan kepada customer yang belum memiliki kendaraan brand Hino.

 

H. Mas’ad Zakariyah Brand Head Kepala Cabang Hino Jemursari, di Jl. Jemursari No. 3, Surabaya,  menjelaskan bahwa Hino Training Safety Driving, kita berikan sebagai bentuk perhatian jaringan APM, untuk meningkatkan improvisasi driver ke brand Hino. Semua driver saya yakin sudah jago, dengan jam terbang tinggi, hingga hafal karateristik jalanan dan lalu lintas di pelosok daerah.

 

Nah, dengan Hino Training Safety Driving, kita kembali berusaha mereminding aturan wajib hingga ke sisi psikologi driver, agar kembali mengingat ke pakem dan aturan bakunya. Mengingat, setiap produk brand Hino selalu up to date terkait teknologi, suspensi, dimensi hingga, out put power mesinnya.

 

“Pastinya, ada bagian skill driver yang perlu diadjust ulang untuk mengimbanginya, agar saat bekerja makin nyaman dan aman, ”beber H. Mas’ad, yang diback Kusmayadi, Thomas dan Pendik Irawan sebagai tim Hino Training Safety Driving.

 

H. Mas’ad & tim Hino Training Safety Driving. Lagi debat & sharing menentukan up to date materi yang pas buat driver.

 

Program yang kental dengan atmosfir total suport APM kepada customer ini, juga menyelipkan point edukasi kepada driver terkait prosedur mengemudi, agar lebih hemat BBM. Seperti penyampaian perilaku manteng pedal accelerator dan saat mengumpan RPM mesin.

 

Kita himbau dan ajarkan agar selalu berada di Green Zone. Untuk memastikan akumulasi output torsi dan HP, bisa berbanding selaras dengan RPM dan speed yang ideal. 

 

Cuman, untuk mengarah kesana driver harus proper atau selalu memperhatikan dari sisi perawatan teknis yang sifatnya ringan. Seperti kebersihan air filter, oil filter, fuel filter, hingga memastikan mekanis fuel pump selalu dalam kondisi lancar.

 

Selain itu, driver juga kita bekali berhitung Tekanan Angin Ban (TAB), berbanding bobot dominan muatan yang biasa dijalankan dalam bisnisnya. “Penekanan point-point ini memang sederhana, cuman dari sisi pengaruhnya amat sangat mengena, ”yakin H. Mas’ad.

 

Trik memainkan kurva pedal accelerator  ini juga tak hanya ditujukan, terkait pada pencapaian BBM yang ekonomis saja. Sebab, inputnya juga dibutuhkan untuk keselamatan.

 

Ada logaritma, kapan saatnya menahan di ambang batas kecepatan, saat membawa tonase mendekati limit agar kampas kopling, propheler dan cross joint tak terlalu menghentak, hingga cara memainkan pedal accelerator saat dituntut untuk menambah speed.

 

Sisi lain faktor non teknis, ada input yang tak kalah pentingnya, terkait pertimbangan jam terbang, dimensi kendaraan dan limit fisik driver. Sebab, hal ini juga menjadi faktor utama yang harus dimiliki driver.

 

Kalau dibedah, driver harus memiliki 3 point bekal, yakni pengetahuan, emosi dan tingkat kesadaran yang ideal. Agar bisa mengontol kapasitas muat berbanding kemampuan kendaraan, dalam hal ini cara pengendalian. Tapi, untuk bisa merealisasinya dibutuhkan sebuah keputusan yang komprehensif dan driver harus sadar lebih dulu.

 

Kelebihan 3 point yang harus dimiliki driver ini, nantinya juga akan berfungsi saat menerjemahkan lingkungan yang dilalui, seperti kontur jalan, derajat tanjakan atau turunan, padatnya lalu lintas hingga karateristik masyarakat saat menyebrang jalan, sebab kadang ada yang ngawur alias slonong boy.

 

Pada bagian ini praktis dibutuhkan pemahaman, agar driver bisa lebih defensif terhadap pengendara sekitar. “Misal, menyalakan hazard atau melambaikan tangan saat ada penyebrang jalan yang terbaca sebagai zona blind spot bagi pengendara di belakang kendaraan yang dikendarainya, ”urai Kusmayadi.

 

Kusmayadi tim Hino Training Safety Driving. Lagi intens memberikan materi teori Hino Training Safety Driving & peserta bangga serta antusias menanggapinya.

 

Tapi, lagi-lagi untuk realisasinya, tingkat pengetahuan, emosi dan kesadaran driver, harus berada di zona aman. Dalam arti tak murung atau terlalu ceria, sebab hal ini juga berpengaruh terhadap singkat tidaknya respons driver itu sendiri.

 

“Jadi, ciptakan lebih dulu suasana yang serba terkendali, mungkin dengan relaksasi atau istirahat yang cukup, tak sampai diambang limit kemampuan fisik driver, ”timpal Thomas.

 

Terkait dengan perilaku defensif, driver dan co driver sebisa mungkin untuk saling mengingatkan. Mungkin dalam point ini, ada pembagian zona dalam lingkup pengamanan dan kontrol di semua kompartemen kendaraan.

 

Misal, kalau tali temali dan teknik terpal, tugas co driver, sementara pengaturan kaca spion pas, sepenuhnya dilakukan driver. “Kondisi harmonis antara driver dan co driver ini pula, yang saya nilai sebagai faktor penunjang kenyamanan dan keamanan saat berkendara di jalan, ”tutur Pendik.

 

 Bahkan, sampai faktor klasik terkait pemakian safety seat belt atau sabuk pengaman, juga kembali dijadikan materi Hino Training Safety Driving. Mengingat, dengan posisi kabin yang tinggi, kadang atau rata-rata driver cuman memakainya dalam bentuk formalitas dan tak sampai bunyi klik sebagai cirri knop pengunci telah terpasang.

 

Sedikit mereviewnya, sesuai dengan data di lapangan yang diinput, driver yang memakai safety seat belt yang kurang benar dan berakibat fatal saat kecelakaan, menembus angka 15,6%. Dan yang menggunakan dan masih bisa terselamatkan dari kecelakaan, karena pemakaian safety seat belt yang benar cuman 3,4%, dalam kurun waktu setiap tahunya.

 

Latar belakang dan dari data ini pula, lagi-lagi faktor kenyamanan dan keamanan dalam pemakaian safety seat belt, terus kita diskusikan. “Sekaligus, kita jadikan input ke pabrik, soal desain safety seat belt yang tetap nyaman saat dipakai di setiap brand Hino, ”tambah H. Mas’ad.

 

Ada lagi nih materi ilmiah yang menarik dalam program Hino Training Safety Driving, yakni materi fenomena berkendara di atas air, sehubungan dengan pengaruh traksi roda dan efek pengereman.

 

Untuk memperkecil resiko, tim Hino Training Safety Driving, mengajarkan teknik pengereman saat melaju di atas 80 KM/Jam, idealnya memakai pedoman jarak aman 50 meter atau lebih,  untuk memulai pengereman, dengan interval hingga penurunan kecepatan di 50 KM/Jam.

 

Hal ini tegas dan lugas dijelaskan, dengan pertimbangan jarak pemberhentian yang safety itu berada di rentang 22 meter. “Dengan pemakaian cara ini, driver masih ada space dan masih bisa mengambil sikap preventif lebih, saat menghadapi kondisi lalu lintas di sekitar, ”ingat Kusmayadi.

 

Peserta Hino Training Safety Driving. Dicetak menjadi driver professional & lebih untung.

 

Bahkan turut dijelaskan pula, cara pengereman saat di belokan yang benar, terkait pengaruh gaya sentrifugal. Mengingat, seperti yang telah dijelaskan tim Hino Training Safety Driving, bahwa pengaruh gaya sentifugal akan meningkat 4 kali lebih besar, ketika berada di kecepatan 40 KM/Jam menuju 80 KM/Jam, saat sudut roda kemudi lebih kecil.

 

“Pada zona ini, kita sarankan driver membiasakan memakai teknik masuk perlahan dan keluar cepat, guna mereduksi gaya sentrifugal tak semakin bertambah, ”detail Pendik.   

 

Memang banyak hal-hal menarik terutama point edukasi di setiap perjalanan program Hino Training Safety Driving. Sebab, secara tak langsung akan menambah bekal pengetahuan calon dan driver pengguna brand Hino. Dan topik di atas masih sebagian dari point penting yang dijabarkan oleh tim Hino Training Safety Driving.

 

“Prinsipnya, dari program Hino Training Safety Driving ini, kita senantiasa mereminding dan ikut peduli menjadi bagian dari unsur yang menyukseskan campaign safety driving, yang digalakkan pemerintah. Sekaligus merubah mindset driver kendaraan niaga, agar tampil lebih professional dan menganulir istilah arogan di jalan, ”kompak tim Hino Training Safety Driving memastikan.   pid