selamat datang di ototrend.com
edisi 246
 
minggu ke-III Desember 2005
sirkuit
                   
Top-1 Road Race Kemayoran, Jakarta
Kontroversi Knalpot misterius CMS

Tahun 04 ini, masih saja gacoan motor road race berkutat korekan lawas.

 

 

Tahun 04 ini, masih saja gacoan motor road race berkutat korekan lawas. Sama halnya dengan spare part racing yang dipakai, semuanya masih unggulkan part kompetisi lawas.

Tinggi exhaust lagi-lagi jadi permasalahan, apalagi kalau bukan untuk meminimalisir over heating mesin, imbas dari suhu panas sirkuit Kemayoran. Tinggi lubang buang terlalu ekstrem, mesin ngos-ngosan menghimpun tenaga untuk bereaksi di top speed.

Keuntungan di putaran bawahnya, meski racer capek buka gas buat jaga rpm, tapi pasti lolos duluan dari kepungan racer lain. Sebaliknya, lubang buang terlalu kecil, mesin lekas panas.
Dipacu di top speed jadi rawan macet, kalau nggak gitu tenaga ngedrop. Lantaran ring piston yang banyak kena dampak negatifnya alias melar. Di sektor gas buang, sedikit ada perkembangan frontal.

“Pacuan Agung PA yang diseting oleh bang Jay di Kemayoran mendapat sentuhan gue. Knalpotnya impor Jepang, tuh !. Berbodi stainless steel setebal 2,2mm. Bobotnya enteng banget, setengahnya YY-Pang,” bilang Kerry Hoetama, chief mekanik CMS.

Disinyalir knalpot unik itu gampang melepas panas sehingga bikin performa motor lebih tinggi. Knalpot yang mirip dipakai moto-gp terasa menyengat di putaran bawah dan menengah.
Hal ini tentu saja bikin knalpot kalajengking, YY-Pang berupaya keras mengungguli knalpot ‘misterius’ ala CMS. So, kebiasaan YY Pang yang pake setingan kering mesti beralih ke setingan basah.

Tapi untuk menaklukan knalpot yang dibandrol kisaran Rp. 2,5 juta itu bukan hal yang mudah. “Cocok banget buat turun di Kemayoran dengan straight kisaran 200 meter serta dilengkapi tikungan balik dan parabola,” yakin Agung. PA.

Tentu saja Agung. PA mampu meninggal jauh lawan, bak preman sirkuit Kemayoran. Emang kali ini nasib Agung, dilindungi Dewi Fortuna, berkat knalpot dari Kerry CMS itu.
Kali ini seluruh pembalap juga girang, pasalnya di sediakan hadiah motor bebek lewat undian. Pemenangnya Haryanto, salah satu pembalap pemula bebek 4 tak, dari Jakarta.

:: r@din/pid


VSC ROAD RACE CHAMPIONSHIP 2003 WONOSARI-JOGJAKARTA
Sepi underboner, ramai pemula

Apa mau dikata, pagelaran adu kebut bertajuk VSC Road Race Champioship 2003 (6-7/12-2003) yang dihajat di seputar alun-alun kota Wonosari nggak dibanjiri underboner.
   

Namun, pentas tetap saja digelar. Bahkan penontonnya penuh sesak. “Event ini memang diprioritaskan buat menghimpun rider pemula kelas dua yang tidak konsen di event gede,” timpal Drs Najib M saleh selaku promotor penyelenggara from VSC Jogja.

Jika dicermati, underboner populer “penuh prestasi” yang bersedia hadir di VSCRR 2003 ini cukup jagoan tuan rumah Adi AW (Salma Onix RT/Jogja) saja. Total 8 underboner saja yang hadir, justru beberapa pemula berani coba underbone.

“Sengaja tampil disini buat menguji riset terbaru RG Sport dan Shogun menuju final region Sentul nanti. Apalagi selama ini kerap mengalami trouble macet selain belum kencang juga,” tutur Adhi AW.

Boleh diasumsi juga, begitu berartinya pesta rois kali ini bagi underboner yang selama ini minim prestasi. Jarang terjadi sebuah event sepi underboner. Apalagi di area “beringas” macam Jogja-DIY yang banyak dikerumuni rider handal.

Coba dirunut serius, memang ada dua sebab utama yang menjadikan VSCRR 2003 ini tidak dilirik underboner ataupun rider pemula ternama DIY-Jateng. Paling krusial, saat bersamaan dilangsungkan final Caltex Yamaha Cup Race (CYCR) 2003 di sirkuit Kemayoran Jakarta.

Banyak underboner, juga pemula tumpah-ruah memilih fight disana buat berburu pundi poin. Disamping itu, beberapa underbonerpun sengaja nggak turun gunung. Mereka lebih berkonsentrasi dalam mempersiapkan besutannya menjelang final region 2003 minggu depan (13-14/12-2003).

Jadi beberapa tim memprepare sesiap mungkin kudabesi mereka. Harap maklum. Walau tidak bergelimang hadiah, justru di final region tersebut penentuan predikat terhormat rois tanah air.

:: ogy

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos