|
Tahun
04 ini, masih saja gacoan motor road race berkutat korekan lawas.
Sama halnya dengan spare part racing yang dipakai, semuanya masih
unggulkan part kompetisi lawas.
Tinggi
exhaust lagi-lagi jadi permasalahan, apalagi kalau bukan untuk
meminimalisir over heating mesin, imbas dari suhu panas sirkuit
Kemayoran. Tinggi lubang buang terlalu ekstrem, mesin ngos-ngosan
menghimpun tenaga untuk bereaksi di top speed.
Keuntungan
di putaran bawahnya, meski racer capek buka gas buat jaga rpm,
tapi pasti lolos duluan dari kepungan racer lain. Sebaliknya,
lubang buang terlalu kecil, mesin lekas panas.
Dipacu di top speed jadi rawan macet, kalau nggak gitu tenaga
ngedrop. Lantaran ring piston yang banyak kena dampak negatifnya
alias melar. Di sektor gas buang, sedikit ada perkembangan frontal.
Pacuan
Agung PA yang diseting oleh bang Jay di Kemayoran mendapat sentuhan
gue. Knalpotnya impor Jepang, tuh !. Berbodi stainless steel setebal
2,2mm. Bobotnya enteng banget, setengahnya YY-Pang, bilang
Kerry Hoetama, chief mekanik CMS.
Disinyalir
knalpot unik itu gampang melepas panas sehingga bikin performa
motor lebih tinggi. Knalpot yang mirip dipakai moto-gp terasa
menyengat di putaran bawah dan menengah.
Hal ini tentu saja bikin knalpot kalajengking, YY-Pang berupaya
keras mengungguli knalpot misterius ala CMS. So, kebiasaan
YY Pang yang pake setingan kering mesti beralih ke setingan basah.
Tapi
untuk menaklukan knalpot yang dibandrol kisaran Rp. 2,5 juta itu
bukan hal yang mudah. Cocok banget buat turun di Kemayoran
dengan straight kisaran 200 meter serta dilengkapi tikungan balik
dan parabola, yakin Agung. PA.
Tentu
saja Agung. PA mampu meninggal jauh lawan, bak preman sirkuit
Kemayoran. Emang kali ini nasib Agung, dilindungi Dewi Fortuna,
berkat knalpot dari Kerry CMS itu.
Kali ini seluruh pembalap juga girang, pasalnya di sediakan hadiah
motor bebek lewat undian. Pemenangnya Haryanto, salah satu pembalap
pemula bebek 4 tak, dari Jakarta.
::
r@din/pid
|