selamat datang di ototrend.com
edisi 159
 
minggu ke-1 April 2004
otorace
                   
JD MOTORSPORT JAKARTA
Head To Head Gokart-Dragbike

JD Motorsport yang digawangi Edwin alias Jidat memang selalu punya ide nyleneh buat bereksperimen. Kali ini doi mencoba untuk mengadu kecepatan gokart dengan dragbike.

 

Gokart Kawak AR-125
Mesin Kawasaki Binter AR-125 dilengkapi radiator ditunjang pengapian dahsyat CDI assy jenis totalos rakitan JD Production. Mampu memutar mesin tanpa limit. Penyuplai bahan bakar pake Mikuni Vacuum TM 35mm yang nancap di rubber joint Yamaha SE YZ-125.

Main jet 210 dan pilot 60 diperlancar dengan bukaan stoper membran milik YZ-125 12 mm, mampu menghantarkan gas segar ke lubang transfer yang sudah dinaikkan 2 mm.

Ruang bilas turut diremer keliling 2,5 mm dengan desain mengerucut. Memastikan kalau gas segar yang dibilas mempunyai tekanan ke silinder yang sudah di tempati piston Kawasaki Ninja side A.
Untuk lubang buang Edwin hanya memolesnya. Karena kaitannya dengan torsi. Tinggi lubang buang dinaikkan 3 mm saja, torsi pasti hilang. Ban dipercayakan Maxxis 11 x 7.10-5 untuk belakang dan 11 x 5.00-5 untuk depan.

Desain knalpot gokart biasanya agak mbulet karena mengejar turbulensi maksimal. Dus, Edwin pake replika knalpot SE dari FMF yang biasa dipakai motocros. “Karena ban 5”, rasio saya pingin ringan. Dan masih tahap riset, lebih baik jangan dibuka,” pintanya. Tapi hasilnya lumayan 402 meter, ditebas dengan catatan waktu 13,2 detik.

Honda NSR ’00
Honda NSR-150 digeber Tambun Suwandi. Akselerasi awal didongkrak lewat pemakaian karbu Del ‘orto 34 mm berisi pilot jet 30 dan main jet 150, setingan ini terkesan kering. Bukaan membran dibuat lebar dengan jarak 11 mm untuk memperlancar turunnya gas segar.

Tenaga kian padat setelah lubang transfer ikutan naik jadi 41 mm. Piston pakai kompetisi Honda NSR-150 dari Thailand, dengan kadar logam yang lebih banyak. Mampu meratakan panas mesin, yang tentu saja mempermudah memancing pembakaran.

Memaksimalkan trek motor, mesin diseting kering. Suplai gas segar yang minim mesti terbuang lebih banyak. Imbas itu tinggi exhaust dijadikan 27 mm sekaligus untuk efisiensi buka tutup RC Valve. “Jadi meski RC-Valve belum membuka, tinggi lubang buang segitu sudah maksimal mengeluarkan gas sisa pembakaran,” yakin Edwin.

Pipa penyalur gas buang dipercayakan buatan HRD Thailand tipikal ngelos dengan dimensi perut ramping. Kalau diameter perut besar, power atas semakin lama didapat. Guna mempersingkat top speed, final gir dipasang perbandingan ringan 16-39.

Komposisi korekan semi tune ini yang memaksa magnet standar tetap bertahan. Dengan adanya beban medan magnet otomatis torsi pada rpm atas tetap terjaga dan lingkar roda 17” dapat mentransfer putaran mesin yang efisien. Honda NSR-150 setingannya ini membukukan catatan waktu 12,5 detik di trek 402 meter.

::r@din/pid/ndree


 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos