Gokart
Kawak AR-125
Mesin Kawasaki Binter AR-125 dilengkapi radiator ditunjang pengapian
dahsyat CDI assy jenis totalos rakitan JD Production. Mampu
memutar mesin tanpa limit. Penyuplai bahan bakar pake Mikuni
Vacuum TM 35mm yang nancap di rubber joint Yamaha SE YZ-125.
Main
jet 210 dan pilot 60 diperlancar dengan bukaan stoper membran
milik YZ-125 12 mm, mampu menghantarkan gas segar ke lubang
transfer yang sudah dinaikkan 2 mm.
Ruang
bilas turut diremer keliling 2,5 mm dengan desain mengerucut.
Memastikan kalau gas segar yang dibilas mempunyai tekanan ke
silinder yang sudah di tempati piston Kawasaki Ninja side A.
Untuk lubang buang Edwin hanya memolesnya. Karena kaitannya
dengan torsi. Tinggi lubang buang dinaikkan 3 mm saja, torsi
pasti hilang. Ban dipercayakan Maxxis 11 x 7.10-5 untuk belakang
dan 11 x 5.00-5 untuk depan.
Desain
knalpot gokart biasanya agak mbulet karena mengejar turbulensi
maksimal. Dus, Edwin pake replika knalpot SE dari FMF yang biasa
dipakai motocros. Karena ban 5, rasio saya pingin
ringan. Dan masih tahap riset, lebih baik jangan dibuka,
pintanya. Tapi hasilnya lumayan 402 meter, ditebas dengan catatan
waktu 13,2 detik.
Honda
NSR 00
Honda NSR-150 digeber Tambun Suwandi. Akselerasi awal didongkrak
lewat pemakaian karbu Del orto 34 mm berisi pilot jet
30 dan main jet 150, setingan ini terkesan kering. Bukaan membran
dibuat lebar dengan jarak 11 mm untuk memperlancar turunnya
gas segar.
Tenaga
kian padat setelah lubang transfer ikutan naik jadi 41 mm. Piston
pakai kompetisi Honda NSR-150 dari Thailand, dengan kadar logam
yang lebih banyak. Mampu meratakan panas mesin, yang tentu saja
mempermudah memancing pembakaran.
Memaksimalkan
trek motor, mesin diseting kering. Suplai gas segar yang minim
mesti terbuang lebih banyak. Imbas itu tinggi exhaust dijadikan
27 mm sekaligus untuk efisiensi buka tutup RC Valve. Jadi
meski RC-Valve belum membuka, tinggi lubang buang segitu sudah
maksimal mengeluarkan gas sisa pembakaran, yakin Edwin.
Pipa
penyalur gas buang dipercayakan buatan HRD Thailand tipikal
ngelos dengan dimensi perut ramping. Kalau diameter perut besar,
power atas semakin lama didapat. Guna mempersingkat top speed,
final gir dipasang perbandingan ringan 16-39.
Komposisi
korekan semi tune ini yang memaksa magnet standar tetap bertahan.
Dengan adanya beban medan magnet otomatis torsi pada rpm atas
tetap terjaga dan lingkar roda 17 dapat mentransfer putaran
mesin yang efisien. Honda NSR-150 setingannya ini membukukan
catatan waktu 12,5 detik di trek 402 meter.
::r@din/pid/ndree