selamat datang di ototrend.com
edisi 159
 
minggu ke-1 April 2004
otoceper
                   

SUZUKI SHOGUN ’03 (MALANG)
Semi Naked Masih Anget

Tampil dengan style semi telanjang terasa “garang”, apalagi ciri khas dragster yang terlihat kental dengan stang merunduk.

 

Tampil dengan style semi telanjang terasa “garang”, apalagi ciri khas dragster yang terlihat kental dengan stang merunduk. Di kalangan otomania Ngalam trend ini termasuk yang paling banyak diminati.

Dimensi rangka lebih ditonjolkan dengan perpadukan kelir yang sedikit “nge-jreng”. “Yang pasti, kerangka motor dominan ditonjolin, selain juga ciri motor drag,” ungkap Heryansyah pemiliknya yang juga anggota klub SRT.

Dengan sedikit sentuhan di bagian kaki yang mengacu ke arah mothai, Herry membangkitkan nuansa merunduk lewat renovasi ajrutan. Sokbreker depan dibuat sependek mungkin dengan melepas per nya.

“Alhasil sokbreker jadi rigid,” tutur pria kelahiran ’81. Sektor buritan, peredam kejut dibiarkan apa adanya tanpa mengubah ketinggian. “Sengaja aku mau yang sedikit nungging,” tambah pria 23 tahun ini.

Ban ceking yang identik dengan pelaku drag diaplikasikan Hery lengkap berikut pelek palang berlabel TK. Hasilnya, warna hitam velg terlihat ”klop” kala bersanding bareng warna merah rangka. Kombinasi beraliran kontras juga terlihat di seputaran kalter mesin, swing arm dan sok depan.

Dapur pacu tidak diutak-kutik, alias standart full, hanya tampilan aja yang mirip motor drag,” kilah warga Jl. Bendungan Wadas, Malang. Penopang dapur pacu motor, Herry memilih knalpot HRC sebagai penerus gas buang yang disinyalir mampu meningkatkan tarikan.

:: ndree/tito


HONDA C70 ’78 (JEMBER)
Ortu Sirik Melulu

Cuek is the best. Beribu cemohaan jadi pemicu Irul tampil ekstrem.

Cuek is the best. Beribu cemohaan jadi pemicu Irul tampil ekstrem. Kali ini kerja bareng Nuryanto empunya bengkel Huri Motorsport, Honda lawasnya dirombak ceper ambles.

Sunatan awal dilakoni sektor depan. Sokbreker milik Shogun ini diudal, per diilangin dan oli dibanyakin 200cc tapi tetap saja rigid. Ban ND premium 200x17 tentu saja mintanya nggasruk, akhirnya spatbor mesti bolong tinggal separuh.

Masih juga kurang memuaskan, “bodi motor masih bikin tampangnya kurang ambles,” pikir warga Jl Kertanegara IX/236, Jember ini. Backbone dikorbankan, tekniknya mesti ditekuk dengan panas las api.

Depan dibikin sedikit terangkat hingga posisi ban lebih selonjor ke depan. Trik lainnya antara tromol dan baut sokbreker ditambah plat sepanjang 3cm setebal 0,5mm biar posisi sokbreker lebih ceper dan ban maju. Mesin jadinya lebih demen cium aspal.

Cowok humas klub JAM ini lantas mengusili sektor belakang. Sokbreker milik Supra dilepas pernya tinggal as doang. Belum cukup ekstrem, as dipotong tinggal 7cm. Hasilnya ban ND maunya garuk-garuk bodi melulu.

“Ora eman tenan, bodi tengah mulai lampu belakang, aki, hingga tangki bensin dijebol abis. Hasilnya, mesin tinggal 2 jari dari bumi,” celotehnya. Disiasati dengan memangkas rangka bodi tengah sebanyak 1,5 cm biar lebih lega.

Swing arm Grand ikutan berkorban. Dipangkas jembatan tengahnya, diganti plat tipis 2mm yang dilas di bawah swingarm model U. Agar nggak mudah oleng ditambah stabiliser dari pipa besi cor beton di bawah arm. Biar spatbor belakang terkesan mendem, mesti jeprak dan ditempel aseso lampu rotator.

Sentuhan akhir trend kelir gliter dibungkus cat Sherwin William. Tiga botol gliter Astro warna kuning ditabur ke bodi sedangkan birunya khusus buat swingarm dan sokbreker. Tindasan akhir dilayani anti gores Sherwin William pula.

Saking ekstremnya besutan Irul ini suka jadi maskot di rumah. “Ortu aja emoh ngliatnya apalagi minta bonceng, Poko’e cuek is the best,” kekehnya.

:: neo

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos