Xpander Rally Team (XRT) Tetap Lanjutkan Ujicoba

RIFAT SUNGKAR BERBINCANG DENGAN NAOYA NAKAMURA, PRESDIR MITSUBISHI INDONESIA. Tetap siapkan tim untuk musim 2021.

 

Menilik surat edaran PP IMI no. 305/IMI/E/VII/2020 pada awal Juli lalu, yang membatalkan atau tidak melanjutkan lagi seluruh kegiatan balap, baik mobil atau motor, memang berujung dengan mandegnya banyak kejuaraan balap. Termasuk kejurnas reli, baik sprint reli atau speed reli. Meski begitu, ada beberapa tim yang rupanya tetap melanjutkan uji cobanya, seperti Xpander Rally Team.

 

 

 

Squad Xpander Rally Team memang dapat menerima dan memahami keputusan PP IMI tersebut. Meski sebenarnya tim ini berharap balapan bisa dilakukan, mengingat tim ini sudah melakukan persiapan dini cukup lama dan ready to race. Meski demikian, tim ini masih menyiapkan kegiatan uji coba yang lebih lanjut sebagai persiapan musim depan. Rencanya, tim Xpander Rally Team akan menurunkan Mitsubishi Xpander AP4 untuk uji coba di lintasan reli, baik gravel ataupun aspal.

 

 

 

“Sudah pasti kami kecewa karena batal tampil pada ajang Kejurnas Reli di tahun 2020 ini, padahal XRT sudah melakukan berbagai persiapan terutama pengembangan kendaraan yang akan menjadi kuda pacu utama yaitu Mitsubishi XPANDER AP4,” ucap Jeje, sapaan akrab Julian Johan, Team Manager XRT. “Namun sebagai tim profesional, kami tidak boleh larut dalam kekecewaan, malah kondisi ini memberi kesempatan untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi tahun 2021. Karena itu, kami berencana melakukan uji coba dalam waktu dekat,” sambung Jeje.

 

 

 

MITSUBISHI XPANDER AP4. Akan digeber di lintasan gravel dan aspal.

 

 

Sementara itu Rifat Sungkar, pereli XRT yang juga turut membidani kelahiran XPANDER Rally Team, mengaku berharap besar Kejuaraan Nasional di tahun 2020 dapat berlanjut. Apalagi FIA, otoritas otomotif dunia, sudah menjalankan kalender balap internasional yaitu Balap Formula 1 yang berlangsung di Austria. Tetapi dia menyadari bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum reda.

 

 

 

“FIA sudah kembali menggelar balap F1, tapi recovery di Indonesia ternyata butuh waktu yang lebih lama, mengingat Indonesia juga terkena pandemi beberapa bulan setelah COVID-19 merebak di negara lain,” ucapnya.  Menurutnya, momentum “istirahat”-nya Kejurnas balap di Indonesia harus dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan persiapan dan pengembangan yang lebih sempurna dalam menghadapi kejuaraan balap 2021. “Kejurnas Balap di Indonesia hanya “istirahat” bukan berhenti, loh,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Naskah/foto : punk/istimewa