SDC HEREX DAY 2 : SDC Sukses Mewadahi Penyuka Kecepatan Berbasic Sport 4 Tak

 

SDC Herex Day seri 2 “2019, GBT, Surabaya. Sarana mengakomodir mania Herex agar tampil di sirkuit resmi & kelak menjadi ajang untuk mengukir prestasi di kelas drag bike.

 

 

Surabaya Drag Community adalah sebuah organisasi, sekumpulan remaja mantan pelaku balap di Surabaya, yang peduli kepada remaja penyuka kecepatan. Surabaya Drag Community atau yang biasa disebut SDC, tampil dalam bentuk even organizer atau penyelenggara di segmen drag bike roda dua dan drag race roda empat, sejak 2004.

 

 

Kepedulian SDC diwujudkan dalam bentuk sebuah even, bertajuk “SDC Seting Bersama”. Dengan skema peserta yang terbagi tim drag bike dan tim drag race, termasuk privater bisa melangsungkan sesi tes kecepatan kendaraan hasil modifikasi mekanik, berikut catatan waktu yang dapat dicapai oleh pembalap dan mekanik.

 

Di setiap even peserta yang akan melangsungkan seting speed atas performa mesinya, berikut catatan waktunya, Bedanya, di even “SDC Seting Bersama” ini, sesuai dengan tajuk acara maka tak ada hadiah sebagai bentuk apresiasi ke peserta, meskipun mampu menembus dengan catatan waktu tercepat.

 

Meskipun sifat even hanya “SDC Seting Bersama”, tapi pada lingkup sarana dan prasarana, setara dengan even “drag bike resmi”. Sebab, pada proses persiapanya telah dilengkapi perizinan dari instansi terkait, dalam hal ini Polsek, Dispora dan Pemprov IMI Jatim sebagai induk organisasi otomotif. Bahkan di setiap even “SDC Seting Bersama”, juga ambulance sekelas rumah sakit umum, pengamanan Kepolisian dan pengamanan lntasan berpengalaman.

 

Time Keeper. Sebagai pencatat waktu parameter catatan waktu yang mampu terukir & setara dengan even drag bike regular.

 

Intensitas dan skema even seperti ini yang kemudian popular di 2010, hingga menjadi sebuah even primadona penyuka balap di seputaran wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Malang sampai pulau Madura. Briliannya Boy Nugroho, M. Sopian dan Aling sebagai pentolan Surabaya Drag Community, maka tema SDC Seting Bersama digelar dengan tema-tema atraktif.

 

Misalkan ketika memasuki bulan Ramadhan, titelnya berganti SDC Ramadhan Night Race. Demikian pula saat pecinta sport 4 tak yang beken disebut Herex, mulai menjadi trend otomotif di metropolis dan penjuru daerah di tanah air. Boy, M. Sopian dan Aling lantas mengemasnya dalam tema SDC Herex Day.

 

Misi dan visinya jelas, pecinta Herex dapat terakomodir di lintasan resmi, seperti yang digelar pada 13 September 2019 di sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Agar pecinta Herex yang identik dengan perilaku mekanik kreatif untuk mendongkrak performa mesin itu, mampu dikonversi ke even bergengsi dan prestasi. Dan “SDC Herex Day” adalah tahap permulaan untuk seting bersama, sebelum tampil di even drag bike di kelas sport 4 tak level Herex.

 

Sekali lagi SDC Herex Day adalah hasil inisiatif Boy, M. Sopian dan Aling, untuk segera menindak lanjuti fenomena mania Herex, agar lebih terarah di even resmi berprestasi. Selaras dengan wejangan Bu Risma Walikota Surabaya, sebab komitmen pentolan SDC itu, secara tak langsung mampu mereduksi atau mengalihkan penyuka balap liar, agar pola pikirnya berubah dan terarah di even resmi dan prestasi.

 

Mania Herex. Juga butuh diakomodir di sirkuit yang layak & safety sebagai ajang aktualisasi bengkel rujukan.

 

Dan acara SDC Herex Day (13/9/2019) adalah bukti bahwa pecinta sport 4 tak level Herex, butuh wadah yang representatif seperti sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya.

 

Manajemen SDC, dalam pagelaran SDC Herex Day juga sadar atas segmen yang dibidik, yang dominan pembalap dan mekanik privater. Pertimbangan itu pula, registrasi pendaftaran hanya dikenakan Rp. 100 ribu, berikut parkir yang dikelola warga Karangtaruna sekitar Rp. 5.000. Di kesempatan ini juga disiapkan merchandise berupa sticker SDC yang dijual hanya Rp. 5.000.

 

Akan tetapi, simpati dan bentuk kepedulian ini, tetap ada yang menilai berbeda, bahwa even SDC Herex Day tidak berijin dan lain lain. Padahal, dari kepengurusan dan manajemen SDC , jelas dan nyata telah melakukan ijin hingga keluar bukti softcopy perijinan.

 

Dalam hal ini, ijin yang diberlakukan dengan lingkup Dispora (sudah diterima 1 minggu sebelum even). Dan telah terback up rangkap dalam bentuk booking untuk kalender ijin balap tahunan di kantor Dispora, sejak di tahun 2018 sekelas even balap yang berhadiah.

 

Dan layak untuk diketahui bersama yang sebenarnya tidak pantas untuk dibahas. Bahwasanya dalam setiap proses pengadaan even, juga membutuhkan anggaran atau bajet. Untuk memback up sarana dan prasarana yang telah mensukseskan SDC Herex Day.

 

Jadi untuk masalah ijin dan struktur ADART semua lengkap dari manajemen SDC. “Kami disini hanya ingin mengklarifikasi, khususnya kepada pihak yang telah membuat opini yang kurang berdasar dari pihak pertama, yakni manajemen SDC, ”tegas Boy dengan nada tinggi berusaha mengklarifikasi.

 

Kalau ingin mengetahui kiprah manajemen SDC lebih jauh lagi, SDC juga telah mendapat amanah langsung dari bapak Afgan sebagai Kadispora, agar bisa membawa, menyarankan hingga mengakomodir pecinta otomotif, dalam hal ini termasuk penyuka kecepatan agar bisa memakai fasilitas yang ada di lingkungan atau kawasan sirkuit Gelora Bung Tomo. Termasuk motor listrik bapak Dahlan Iskan, pihak manajemen SDC yang meriset, mengerjakan hingga test case, sampai dengan hari ini.     pid