1 DEKADE BEAT THE ORANGE MEDHURE ( BOM ) - PAMEKASAN : Geber Ngontes Sembari Rangkul Otomania Se-Madura

10 tahun tetap bisa mengibarkan panji komunitas, menjadi bukti eksistensi Beat The Orange Medhure (BOM) asal kota Pamekasan Madura. Para pengurus dan membernya pun mewujudkan kekompakan mereka selama satu dekade tersebut, dengan gebrakan event anniversary bersejarah. 




Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, yang juga kandang klub sepakbola Madura United, menjadi saksi bisu riuh ramainya event ini, sabtu 14 September 2019 lalu, yang mana di tanggal itu pula tepatnya BOM berdiri 10 tahun silam dan still standing.

 

"Di tanggal ini pula, BOM berdiri sepuluh tahun silam, dan ini membuktikan jika klub ini masih punya nama, dengan beragam kegiatan yang sudah kami banyak lakukan," buka Fathir, sang ketua BOM.

 

GUYUBNYA MODIFIKATOR SE-MADURA. Tak kalah kreativitasnya dengan daerah lain.




Tidak pernah patah, selalu kompak dan semangat, menjadi kata-kata real para member BOM dalam mewujudkan eksistensi selama 10 tahun tersebut. Karena itulah, di event anniversary ini mereka mengundang semua komunitas se-Madura untuk ikut merayakan satu dekade klub, dengan beberapa ragam acara menarik, terutama kontes modifikasi yang baru kali pertama mereka geber.

 

 

KELAS YANG RAME PESERTA. Street racing, baby look dan thailook.




Meski perdana digeber oleh BOM Pamekasan, tak kurang 73 peserta bisa terpajang rapi di area stadion, hingga semua orang bisa menyaksikan hasil karya para modifikator se-Nusantara.  Secara garis besar, memang lebih dominan diikuti oleh modifikator plat M, tetapi cukup banyak pula biker dan modifikator di luar Madura yang ikut datang berpartisipasi.

 

Buktinya, beberapa kelas banjir peserta, seperti novice Pure Thailook dengan 20 an peserta lokal M yang berjajar. Kami ingin menunjukkan bahwa Madura juga nggak kalah soal modifikasi, dan bisa juga bersaing," yakin Revian Rengga, sang ketua panitia.


Selain kontes modifikasi,  di hari jadi ke-10 ini BOM juga ingin menunjukkan budaya Madura masih eksis dan padu dengan para biker milenial.  Karena itulah, beberapa tarian tradisional Madura dimunculkan dalam acara, termasuk performance beberapa band UKM kampus di Madura. Tak ketinggalan, berbagai hiburan dan games seru berhadiah menarik yang turut serta memanjakan pengunjung.

 

 

TUMPLEK BLEK. Biker dan penonton yang memadati area stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.




Soal pengunjung jangan ditanya, halaman lapangan sepak bola tersebut tampak sangat padat banjir pengunjung.  Dominasi klub atau komunitas motor Beat maupun varian merk lain yang sekedar silaturahmi sekaligus menyaksikan langsung perhelatan akbar 1 Dekade BOM. Tentu hal tersebut tidak lepas dari etika baik BOM selama merek berdiri di tengah dunia komunitas motor.

 

 

MOMEN SAKRAL POTONG TUMPENG. Tandai keberadaan 10 tahun BOM Pamekasan.




Acara sakral potong tumpeng pun jadi tanda bahwa BOM resmi makin dewasa, apalagi disaksikan pihak kepolisian dan TNI setempat sehingga makin mensakralkan suasana. "Hal ini sengaja kami tunjukkan agar masyarakat dan biker lainnya paham bahwa biker pun bisa bersahabat dengan aparat Hukum. Momen bersejarah bagi kami yang kami harapkan akan berlangsung hingga esok nanti," tutup Fathir.

 


naskah/foto : punk/nda