KAMPANYE SAFETY RIDING HONDA MPM : Ajak Jurnalis Pahami Safety Riding Lebih Dalam

Keselamatan berkendara terus dikampanyekan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM), karena sudah menjadi tanggung jawab moral distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT tersebut. Apalagi sekitar 90 persen pengguna jalan roda dua menggunakan produk dari pabrikan Honda, sehingga perlu adanya pelatihan mulai dari usia dini sampai dengan usia sekolah, instansi pemerintah dan juga instansi swasta.

 

FOTBAR. Awak media, instruktur dan PR MPM.



Memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh pada bulan Februari, PT.MPM mengadakan pelatihan safety riding untuk jurnalis, yang diikuti belasan kuli tinta dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang hingga Kediri, termasuk Ototrend. Bertema "Keselamatan bukan hanya untuk kita namun demi cinta", safety riding Jurnalis ini seharian digeber 19 Februari 2019 di MPM Safety Riding Course Sedati, Sidoarjo.



"Memang selama ini jurnalis sebagai salah satu tombak edukasi safety riding lewat artikel. Namun bukan berarti awak media paham betul makna dan praktek dari safety riding. Jurnalis pengguna sepeda motor setelah mengikuti pelatihan ini senantiasa Cari_Aman di jalan, dan bisa sekaligus menyuarakan betapa pentingnya berkendara yang aman dan nyaman di jalan baik di publik, tempat kerja maupun keluarga," kata Vinensia Corporate Secretary Head MPM.

 

MATERI KELAS. Penambahan bekal pengetahuan tentang safety riding.



Beberapa tahap pembekalan pengetahuan safety riding pun diberikan secara mendalam kepada jurnalis dalam giat ini, seperti materi kelas yang diberikan oleh Hari Setiawan, safety riding coordinator MPM. Mulai dari persiapan, pemahaman soal skill hingga prediksi bahaya yang mengincar. Sebab ketika berkendara otak kita lebih diseting fokus ketujuan, bukan soal cari aman di jalan.



Karena faktor- faktor penyebab kecelakaan dipastikan mengancam saat berkendara. Mirisnya, kebanyakan kecelakaan disebabkan oleh human error. "Kebanyakan dari kita memang semua bisa bisa berkendara, namun apakah kita paham soal keselamatan berkendara dan penerapan yang benar ketika kita riding dijalan,” tanya Hari.



Pembekalan lain melalui tahap praktek langsung di area safety riding course. Alhasil dari sekian awak media yang hadir, kebanyakan memang salah penerapan tentang riding postur yang benar. Dari posisi tangan, kaki, pandangan mata hingga saat berboncengan. Hal-hal sepele seperti ini justru kerapkali yang membawa celaka saat berkendara.

 

EASY SLALOM. Banyak berbenah tentang riding postur pengendara.



Praktek riding pun masih perlu banyak berbenah, salah satunya crew ototrend.com yang ikut serta dalam pelatihan tersebut. Posisi kaki kerap salah yang sebenarnya telapak kaki sejajar dengan lutut, bukan melebar. Selain itu posisi jari kanan tidak boleh di standby di tuas rem, sebab akan beresiko ketika kita reflek akan menarik tuas rem tersebut.



Riding di easy slalom dengan batasan cone dan garis memang mudah sebab tidak terbatas waktu. Namun praktek stoping justru menjadi hal yang sulit, sebab yang selama ini dilakukan pengendara kebanyakan salah. "Dimulai dari menutup putaran gas, dilanjutkan dengan meremas tuas rem. Artinya ditarik secara bertahap dengan menambah daya tekan disetiap tahapnya,” tambah Hari.

 

JUARA RIDING PLANK. Crew ototrend.com juara 1.



Selain itu, riding plank juga menjadi menu praktek berikutnya. Bedanya dilakukan mini kompetisi berhadiah sebagai pemacu persaingan. Melewati papan sepanjang 10 meter dengan patokan waktu terlama sebagai juaranya. Hasilnya,  crew ototrend.com menjadi pemuncak podium dengan catatan waktu 11 detik.


 


naskah/foto : nda